Militer Amerika Serikat mengklaim telah menghantam puluhan target militer Iran dalam operasi selama 7 jam yang menyasar area dekat Selat Hormuz dan pesisir Iran. Serangan itu disebut berlangsung sebagai bagian dari upaya menekan kemampuan Iran mengancam kapal komersial dan keselamatan awak sipil.
Komando Pusat AS atau Centcom menyatakan putaran serangan tambahan itu selesai pada pukul 22.00 waktu Timur Tengah, 14 Juli. Dalam operasi tersebut, sasaran utama meliputi lokasi rudal dan drone milik Iran, disertai target pasukan angkatan laut serta sistem pertahanan pantai.
Fokus Serangan dan Aset yang Dikerahkan
Centcom menyebut pesawat tempur, drone, dan kapal perang Angkatan Laut AS menembakkan amunisi berpandu presisi ke sejumlah titik militer. Penggunaan kekuatan itu diarahkan untuk menekan kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran strategis di kawasan tersebut.
AS juga mengatakan lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut dan ratusan pesawat militer dikerahkan di kawasan Timur Tengah. Militer AS menegaskan pasukannya tetap waspada, mematikan, dan siap menghadapi situasi yang berkembang.
| Elemen Operasi | Detail | Keterangan |
|---|---|---|
| Durasi | 7 jam | Operasi tambahan Centcom |
| Waktu selesai | 22.00 waktu Timur Tengah, 14 Juli | Diumumkan Centcom |
| Target | Puluhan target militer | Di dekat Selat Hormuz dan pesisir Iran |
| Alutsista yang digunakan | Pesawat tempur, drone, kapal perang | Menembakkan amunisi berpandu presisi |
Selat Hormuz Kembali Jadi Titik Paling Sensitif
Ketegangan di Selat Hormuz kembali memuncak setelah Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC dilaporkan baku tembak dengan pasukan AS pada Rabu. Insiden itu menambah sorotan terhadap jalur pelayaran strategis yang sangat penting bagi pergerakan kapal komersial.
Mengutip Sputnik, Anadolu, Tasnim, dan Mehr, ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah Iran selatan, termasuk Bandar Abbas, beberapa kota pesisir, pulau-pulau di Iran, dan wilayah timur Sirik. Laporan itu muncul di tengah gelombang ledakan baru saat konfrontasi militer kedua negara terus meningkat.
Blokade Laut dan Tekanan Militer di Kawasan
Centcom juga menyebut pasukan AS melanjutkan blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan dan wilayah pesisir Iran. Operasi itu diklaim bertujuan melemahkan kemampuan Iran menyerang kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.
Di saat yang sama, Iran dan AS masih saling melancarkan serangan meski sebelumnya sempat ada nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan mendorong kesepakatan damai berkelanjutan. Situasi tersebut membuat kawasan Timur Tengah tetap berada dalam tekanan militer yang tinggi.
Source: www.beritasatu.com






