Akses ke model AI canggih Mythos 5 kini hanya dibuka untuk kelompok organisasi tertentu di Amerika Serikat yang dianggap tepercaya. Kebijakan itu membuat banyak perusahaan di luar daftar persetujuan, termasuk di India, masih belum bisa menggunakannya.
Langkah tersebut menandai perubahan penting dalam pengaturan akses model AI frontier oleh pemerintah Amerika Serikat. Menurut Anthropic, lebih dari 100 perusahaan dan institusi di AS akan kembali mendapat akses, terutama organisasi yang terlibat dalam pengoperasian dan perlindungan infrastruktur kritis.
Akses dipulihkan untuk pihak terpilih
Anthropic menyebut telah menerima persetujuan dari pemerintah AS untuk mengaktifkan lagi Mythos 5 bagi organisasi terpilih. Perusahaan itu mengatakan pemulihan akses akan dilakukan dengan cepat, meski pembukaan yang lebih luas belum memiliki jadwal.
Perusahaan juga masih bekerja sama dengan pemerintah untuk memperluas akses Mythos 5 dan membuat Fable 5 kembali tersedia untuk penggunaan umum. Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan akses yang lebih luas itu akan dibuka.
Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, lebih dari 100 perusahaan dan institusi akan mendapat akses. Banyak di antaranya disebut berasal dari jajaran Fortune 500 dan diduga masuk dalam program Project Glasswing milik Anthropic.
| Model | Fungsi | Status Akses | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Mythos 5 | Keamanan siber tingkat lanjut | Dipulihkan untuk organisasi tertentu | Hanya untuk pihak tepercaya di AS |
| Fable 5 | Penggunaan umum | Belum dibuka luas | Masih dibahas untuk rilis lebih besar |
Aturan ekspor ikut dilonggarkan
Departemen Perdagangan AS juga menghapus kewajiban lisensi ekspor ketika organisasi AS yang dipercaya mengizinkan karyawan non-AS mereka menggunakan Mythos 5. Kebijakan serupa turut berlaku bagi karyawan Anthropic yang bukan warga negara AS.
Meski ada pelonggaran itu, perusahaan yang tidak masuk daftar persetujuan pemerintah tetap menghadapi pembatasan lisensi. Karena itu, bisnis di negara seperti India masih belum bisa mengakses model tersebut.
Keputusan terbaru ini datang beberapa pekan setelah pemerintahan Donald Trump memerintahkan Anthropic menghentikan akses ke dua model AI tercanggihnya, Mythos 5 dan Fable 5. Alasan utamanya adalah kekhawatiran keamanan nasional.
Fokus utama pada keamanan siber
Pemerintah AS menempatkan model AI frontier sebagai teknologi yang perlu diawasi ketat karena berpotensi disalahgunakan oleh pemerintah yang bermusuhan atau pelaku kejahatan siber. Kekhawatiran itu menjadi semakin besar pada model dengan kemampuan keamanan siber tinggi seperti Mythos 5.
Risiko tersebut dinilai paling sensitif pada sektor yang bergantung pada sistem digital lama dan saling terhubung, termasuk perbankan. Dalam konteks itu, Mythos 5 dipandang bukan hanya alat produktivitas, tetapi juga teknologi strategis.
Departemen Perdagangan memberi tahu Anthropic bahwa perusahaan telah membuat “kemajuan signifikan” dalam menangani risiko yang terkait dengan model tersebut. Namun, pejabat tidak menjelaskan perlindungan tambahan apa yang telah diterapkan.
Sebelumnya pada bulan ini, Anthropic mengatakan pihaknya memahami pemerintah meyakini ada cara untuk melewati atau menjebol perlindungan pada Fable 5. Perlindungan itu dirancang untuk mencegah model digunakan dalam mengidentifikasi kerentanan perangkat lunak.
Kritik soal siapa yang dipilih
Kebijakan selektif ini memicu pertanyaan soal transparansi dan kepastian hukum. John Coleman dari Foundation for Individual Rights and Expression menilai tidak ada kejelasan mengenai siapa yang dipilih dan mengapa pihak lain dikecualikan.
Kritik serupa juga datang dari CEO OpenAI, Sam Altman. Dalam unggahan di X, ia menyebut pengujian keselamatan yang ekstensif bukan ide yang buruk, tetapi tidak menyukai gagasan pemerintah yang memilih pelanggan.
Perdebatan itu muncul pada hari yang sama ketika OpenAI mengumumkan penundaan peluncuran lebih luas GPT-5.6 setelah adanya permintaan dari pemerintah AS. Mirip dengan kasus Anthropic, OpenAI menyatakan hanya sekelompok kecil mitra yang telah diperiksa yang akan menerima akses pada tahap awal.
Mythos 5 dan Fable 5 dibangun di atas model AI dasar yang sama, tetapi ditujukan untuk kebutuhan yang berbeda. Fable dirancang untuk penggunaan umum, sedangkan Mythos menghapus sebagian perlindungan agar dapat mendukung pekerjaan keamanan siber tingkat lanjut.
Pembatasan dan pelonggaran yang bergantian ini menunjukkan bagaimana pemerintah AS masih berupaya mencari titik tengah antara inovasi dan risiko. Untuk saat ini, akses model AI canggih itu tetap ditentukan oleh daftar pihak yang dipilih pemerintah.
