Ashley Young Menutup 23 Tahun Karier, Laga Lawan QPR Bisa Jadi Salam Perpisahan Terakhirnya

Ashley Young memilih menutup karier profesionalnya di titik yang sangat dekat dengan tujuan timnya sendiri. Di usia 40 tahun, pemain senior Ipswich Town itu mengisyaratkan bahwa laga melawan Queens Park Rangers pada Sabtu mendatang bisa menjadi pertandingan terakhir dalam perjalanan 23 tahun yang ia jalani di sepak bola.

Keputusan tersebut datang saat Ipswich masih punya pekerjaan penting di Championship. Klub itu berada di posisi kedua klasemen dan membutuhkan kemenangan untuk mengamankan promosi otomatis ke Premier League, sehingga satu laga tersisa tetap membawa arti besar bagi Young sebelum ia benar-benar meninggalkan lapangan hijau.

Young mengumumkan keputusan pensiunnya lewat unggahan perpisahan di media sosial pada Kamis, 30 April 2026. Dalam pesan itu, ia memberi sinyal kuat bahwa musim ini menjadi penutup dari karier yang telah dimulai sejak masa kecil dan akhirnya sampai di titik akhir yang ia tentukan sendiri.

Dalam wawancara dengan Sky Sports News, Young mengakui bahwa kondisi fisik ikut mendorong keputusan tersebut. Ia juga menegaskan keinginannya untuk mengakhiri karier dengan cara sendiri, tanpa menunggu dorongan dari pihak luar.

Perjalanan panjang Young dimulai bersama Watford pada 2003. Sejak itu, namanya terus menanjak lewat penampilan di Aston Villa, Manchester United, Inter Milan, dan Everton, sebelum akhirnya tiba di Ipswich Town.

Salah satu alasan Young bisa bertahan lama di level tertinggi adalah kemampuannya beradaptasi. Ia dikenal mampu berubah dari penyerang sayap menjadi bek sayap, sebuah perubahan yang membuatnya tetap relevan di berbagai era sepak bola.

Dalam pesan perpisahannya, Young menyebut banyak tempat yang menandai lintasan kariernya. Daftar itu mencakup Sefton Road, Vicarage Road, Villa Park, Wembley, Old Trafford, San Siro, kembali ke Villa Park, Goodison Park, hingga Portman Road.

Ipswich menjadi tujuan terakhirnya setelah ia bergabung pada Juli 2025 dengan kontrak satu tahun. Musim pertamanya tidak sepenuhnya mulus karena ia mengalami cedera otot paha sejak Januari, namun kehadirannya tetap dianggap penting di ruang ganti.

Selama bertahun-tahun, Young juga mengumpulkan banyak trofi. Bersama Manchester United, ia meraih Liga Inggris, Liga Europa, Piala FA, dan Piala Liga, lalu menambah gelar Serie A bersama Inter Milan di bawah asuhan Antonio Conte.

Di level internasional, Young mencatat 39 penampilan bersama tim nasional Inggris dan mencetak tujuh gol sejak debut pada November 2007. Catatan itu menunjukkan betapa panjang dan stabilnya perjalanannya di panggung internasional.

Ucapan penghormatan pun mengalir setelah pengumuman pensiun itu. David de Gea menulis, “What a career,” sementara Jamie Carragher mengatakan, “Congratulations on an amazing career.”

Akun resmi tim nasional Inggris juga ikut memberi apresiasi atas perjalanan sang veteran. James Garner, yang pernah satu ruang ganti dengannya di Everton dan Manchester United, menyebut Young sebagai yang terbaik dan menyampaikan selamat atas pencapaiannya.

Kini, semua perhatian tertuju pada satu pertandingan yang mungkin menjadi penutup karier Ashley Young. Jika laga melawan Queens Park Rangers benar-benar menjadi yang terakhir, Ipswich Town akan menjadi tempat berakhirnya perjalanan panjang yang ia bangun selama 23 tahun.

Berita Terkait