ASUS ExpertBook Ultra, Bodinya Tipis Sekali Tapi Mampu Menopang Kerja Kelas Berat

Author: Redaksi Android62

ASUS ExpertBook Ultra tampil dengan kombinasi yang jarang ditemukan pada laptop bisnis: bobot mulai 0,99 kg, tetapi tetap membawa CPU generasi terbaru, GPU bertenaga tinggi, dan NPU canggih dalam satu platform komputasi AI heterogen. Perangkat ini juga ditempatkan sebagai laptop ultraportabel untuk kerja modern yang makin bergantung pada AI, mobilitas, dan keamanan tingkat enterprise.

Menariknya, ASUS menyebut laptop 14 inci ini memiliki footprint terkecil di dunia. Bodinya dibuat sangat tipis, dengan profil 10,9 mm dan dimensi 309,1 x 208,7 mm, sehingga mudah dibawa untuk kebutuhan kerja yang sering berpindah tempat.

Ringan, tetapi tetap dibuat tahan pakai

Untuk mengejar bobot rendah, ASUS memakai paduan magnesium-aluminium AZ31B kelas kedirgantaraan. Material ini diklaim membuat sasis 34 persen lebih ringan, sementara lapisan Plasma Electrolytic Oxidation dan keramik nano memberi kekerasan 9H yang disebut 5 kali lebih tahan gores dari standar industri.

Di sisi daya tahan, ASUS juga menonjolkan baterai 70Wh. Klaimnya, baterai ini mampu bertahan hingga 26 jam dan bisa terisi 50 persen hanya dalam 30 menit, sehingga cocok untuk mobilitas kerja yang padat.

Performa tinggi di bodi tipis

ASUS menempatkan Intel Core Ultra X9 388H Series 3 berarsitektur 16-core sebagai pusat pemrosesan. Beban kerja dibagi ke CPU, GPU, dan NPU agar laptop tetap responsif saat menangani tugas berat.

Sistem pendingin ExpertCool Pro membantu menjaga TDP stabil di 50W tanpa batas waktu. ASUS menyebut angka ini lebih dari dua kali lipat dibanding batas 20W milik kompetitor, sementara mode Whisper membuat operasi tetap di bawah 20dB.

Untuk grafis, laptop ini membawa Intel Arc B390 terintegrasi. Dalam benchmark 3DMark Time Spy, GPU tersebut disebut mengungguli NVIDIA RTX 4050 diskrit hingga 35 persen, sedangkan SSD PCIe Gen 5 x4 2TB diklaim mampu mencapai kecepatan baca 14.090 MB/s.

Mendukung kerja AI dan tampilan premium

Agar beban kerja AI lebih lancar, ASUS membekali RAM LPDDR5X 64GB dengan kecepatan 9600 MT/s. Bandwidth-nya disebut 50 persen lebih tinggi dari kompetitor, sementara NPU 50 TOPS membuat total platform mencapai 180 TOPS untuk pemrosesan AI lokal tanpa latensi cloud.

Bagian layar juga dibuat serius. ExpertBook Ultra memakai Tandem OLED 3K 14 inci yang diklaim 3 kali lebih terang dari OLED biasa dan 40 persen lebih hemat daya.

Panel ini mendukung kecerahan puncak 1.400 nits, 100 persen DCI-P3, akurasi Delta E di bawah 1, refresh rate 30-120Hz, serta VESA DisplayHDR True Black 1000. Untuk mengurangi silau, ASUS menambahkan teknologi nano-etching dan Gorilla Glass Victus, dengan tingkat silau hanya 19 GU yang disebut sekitar 80 persen lebih rendah dari kompetitor.

Dirancang untuk rapat dan aktivitas harian

Untuk penggunaan sehari-hari, ASUS menyematkan audio Dolby Atmos 6-speaker dengan volume puncak 95dB dan mikrofon AI VoicePrint. Laptop ini juga memakai keyboard dengan key travel 1,5 mm serta touchpad kaca haptic seluas 110 cm² dengan enam sensor gaya independen.

Konektivitasnya terdiri dari dua Thunderbolt 4, dua USB-A 3.2 Gen2, HDMI 2.1, dan audio jack di kedua sisi. Di sisi nirkabel, ExpertBook Ultra memakai Wi-Fi 7 dengan teknologi antena LDS yang diklaim meningkatkan efisiensi sinyal 43 persen.

Fitur AI, keamanan, dan ketahanan bisnis

ASUS menyertakan suite MyExpert AI yang berjalan on-device tanpa biaya berlangganan. Paket ini mencakup ExpertMeet untuk transkripsi dan rangkuman rapat otomatis, Knowledge Hub untuk mengubah dokumen lokal menjadi basis pengetahuan, serta File Search untuk pencarian berbasis konteks di penyimpanan lokal maupun cloud.

Ada pula ExpertLumi yang menampilkan cahaya sambutan saat booting, login, dan shutdown. Fitur lain seperti indikator LED Mic/Mute, kontrol volume lewat gestur touchpad, Auto-Presence Lock, dan engsel satu tangan ditujukan untuk mengurangi gangguan kecil saat bekerja.

Di sektor keamanan, ASUS membawakan ASUS ExpertGuardian, kepatuhan NIST SP 800-193, ASUS Security Processor, dual BIOS ROM self-healing, TPM 2.0 bersertifikat FIPS 140-2, Microsoft Pluton, sensor sidik jari Match-on-Chip, Windows Hello IR, penutup privasi webcam fisik, deteksi intrusi sasis, dan sertifikasi Microsoft Secured-Core PC. Perlindungan data juga diperkuat lewat SSD Opal 2.0 Self-Encrypting Drive.

Untuk daya tahan fisik, perangkat ini diuji lewat 24 prosedur MIL-STD-810H di 11 kategori, termasuk uji ketinggian 15.000 kaki, suhu ekstrem -51°C hingga 60°C, benturan 40G, dan kelembapan 95 persen. ASUS juga menyebut ada 157 pengujian internal, mulai dari 50.000 siklus buka-tutup engsel, 60.000 siklus gosok sasis, hingga 250.000 siklus gosok keycap.

ASUS turut menawarkan garansi bisnis hingga 5 tahun dengan layanan on-site hari kerja berikutnya. Selain itu, perangkat ini mendukung pengisian daya 5V-20V lewat Type-C dan sudah mengantongi sertifikasi EPEAT Climate Gold serta standar EU PEF.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru