Asus ExpertBook Ultra tidak hanya mengandalkan bodi yang tipis untuk menarik perhatian. Laptop bisnis ini justru dibuat tampil ringkas sambil membawa serangkaian perlindungan yang membuatnya tetap siap menghadapi tekanan, benturan, hingga tumpahan cairan.
Perangkat ini hadir dengan ketebalan 10,9 mm dan bobot 0,99 kg, tetapi Asus tidak membiarkannya rapuh. Di balik desain yang ringan itu, perusahaan menumpuk penguatan pada lapisan luar, rangka dalam, layar, keyboard, dan port agar laptop tetap kuat saat dipakai dalam mobilitas tinggi.
Bodi luar dibuat menyerupai keramik
Bagian eksterior ExpertBook Ultra memakai teknologi keramik nano melalui proses Plasma Electrolytic Oxidation atau PEO. Proses tersebut membentuk lapisan oksida keras yang membuat permukaan bodi terasa seperti keramik.
Asus menyebut tingkat kekerasannya mencapai 9H. Lapisan ini diklaim lima kali lebih tahan gores dibanding standar industri 3H, sehingga bodi lebih siap menghadapi gesekan yang muncul dari pemakaian harian yang intens.
Ketahanan permukaan itu juga tidak hanya berhenti di klaim material. Asus mengujinya lewat lebih dari 60.000 siklus tekanan tangan untuk memastikan lapisan luar tetap kuat saat sering disentuh dan digunakan berulang.
Rangka dalam ikut menahan beban
Kekuatan ExpertBook Ultra tidak bergantung pada kulit luarnya saja. Asus memakai rangka magnesium-aluminium AZ31B di bagian dalam untuk menjaga struktur tetap kokoh tanpa menambah bobot berlebihan.
Paduan material ini dikenal di industri kedirgantaraan dan mobil Formula 1 karena efisien dalam rasio kuat terhadap bobot. Asus menyebut pemakaian material tersebut membuat perangkat 34% lebih ringan tanpa mengorbankan integritas bodi.
Pendekatan ini membantu laptop tetap tipis sekaligus tangguh. Dengan begitu, ExpertBook Ultra tetap menyasar pengguna profesional yang membutuhkan perangkat ringan untuk dibawa bergerak, tetapi tidak ingin mengorbankan rasa aman terhadap benturan dan tekanan.
Bagian layar, port, dan keyboard juga diperkuat
Perlindungan pada ExpertBook Ultra meluas hingga area yang sering paling rentan. Layar Tandem OLED yang digunakan laptop ini dilapisi Gorilla Glass Victus untuk menambah daya tahan permukaan.
Asus menyebut perlindungan layar tersebut sanggup menahan daya tekan hingga 100 kg. Klaim ini sejalan dengan demonstrasi yang memperlihatkan perangkat tetap bertahan saat mendapat tekanan besar pada permukaan layar.
Area port juga tidak luput dari perhatian. Asus memberi pelindung logam tebal pada port I/O internal agar motherboard tidak mudah retak ketika kabel tertarik paksa.
Keyboard-nya pun dirancang tahan tumpahan cairan. Jalur aliran cairan dibuat untuk mengarahkan tumpahan menjauh dari komponen sensitif, sehingga risiko kerusakan bisa ditekan saat kejadian tak terduga terjadi.
Lolos pengujian ekstrem dan uji internal yang ketat
Selain mengandalkan material dan rancangan struktur, ExpertBook Ultra juga melewati serangkaian pengujian ketahanan yang berat. Laptop ini lolos 24 prosedur sertifikasi MIL-STD-810H yang mencakup 11 kategori pengujian.
Dalam rangkaian itu, perangkat disebut mampu bertahan di ketinggian ekstrem hingga 15.000 kaki. Asus juga menguji perangkat ini menghadapi kejutan suhu dari -51 derajat Celsius sampai 60 derajat Celsius dalam hitungan jam.
Tidak berhenti di sana, ExpertBook Ultra juga melalui 18 kejutan fisik keras. Di luar sertifikasi militer, Asus menjalankan 157 pengujian internal untuk memeriksa titik-titik yang paling sering mengalami keausan saat dipakai sehari-hari.
Beberapa uji internal itu meliputi engsel yang diuji hingga 50.000 siklus buka-tutup ekstrem. Area C-part menjalani uji gosok wol 60.000 kali, sedangkan keycap keyboard diuji lewat 250.000 kali gosokan.
Dengan kombinasi bodi setipis 10,9 mm, bobot 0,99 kg, dan lapisan perlindungan yang tersebar di banyak bagian, ExpertBook Ultra mencoba menunjukkan bahwa perangkat ringkas tidak harus identik dengan perangkat yang mudah rapuh. Asus bahkan mengklaim laptop 14 inci ini memiliki footprint terkecil di dunia.
Source: inet.detik.com






