ASUS Pad langsung menarik perhatian bukan karena sekadar kembali ke tablet Android, melainkan karena membawa layar tandem OLED yang masih jarang dipakai di kelas ini. Di tengah banyak tablet premium yang masih bertumpu pada OLED konvensional, langkah ASUS terasa berbeda dan lebih berani.
Pilihan panel itu membuat ASUS Pad menonjol sejak awal. Perangkat ini tampil sebagai tablet yang tidak hanya mengejar tampilan tajam, tetapi juga kecerahan lebih tinggi, efisiensi daya yang lebih baik, dan usia pakai panel yang lebih panjang.
Layar jadi daya tarik utama
ASUS Pad hadir dengan layar 12,2 inci beresolusi 2.8K atau 2800 x 1840 piksel. Panel ini juga mendukung refresh rate hingga 144Hz, cakupan warna 100 persen DCI-P3, serta sertifikasi TÜV Rheinland untuk kenyamanan mata saat dipakai dalam durasi panjang.
Teknologi tandem OLED menjadi pembeda paling besar pada tablet ini. ASUS menjelaskan bahwa dua lapisan OLED di dalam panel dipakai untuk memperkuat kualitas visual sekaligus membantu efisiensi konsumsi daya dibanding panel OLED biasa.
Mesin pacu dan penyimpanan masih kompetitif
Di sektor performa, ASUS Pad memakai chipset MediaTek Dimensity 8300. Chip tersebut dipadukan dengan RAM LPDDR5X hingga 16GB dan penyimpanan UFS 3.1 hingga 256GB.
ASUS juga masih menyertakan slot microSD dengan dukungan kapasitas hingga 1TB. Kehadiran slot ini memberi ruang tambahan bagi pengguna yang butuh menyimpan dokumen kerja, file besar, atau beragam konten hiburan.
Disiapkan untuk kerja sekaligus hiburan
Baterai 9.000mAh menjadi andalan ASUS Pad untuk menunjang pemakaian harian. Pengisian dayanya mendukung 45W melalui USB Type-C, sehingga tablet ini tetap diposisikan sebagai perangkat yang praktis dibawa dan dipakai bergerak.
Perangkat ini menjalankan Android 16 dan membawa sejumlah fitur seperti Google Gemini, Circle to Search, Face Login, serta ASUS GlideX. Kombinasi fitur tersebut menunjukkan bahwa ASUS tidak hanya menyasar konsumsi konten, tetapi juga produktivitas lintas perangkat.
Audio, kamera, dan bodi yang mudah dibawa
Untuk urusan suara, ASUS memasang empat speaker dengan dukungan Dolby Atmos. Sektor kamera dibuat sederhana, dengan kamera belakang 13MP dan kamera depan 5MP untuk panggilan video maupun kebutuhan dokumentasi ringan.
Secara fisik, ASUS Pad punya ketebalan 6,5 mm dengan bobot sekitar 523 gram. Ukuran ini membuatnya tetap relevan untuk belajar, bekerja, atau dibawa bepergian tanpa terasa terlalu merepotkan.
ASUS belum mengumumkan harga resmi maupun jadwal penjualan ASUS Pad di Indonesia. Namun, kehadirannya sudah cukup memberi sinyal bahwa ASUS ingin kembali bersaing di pasar tablet Android lewat pembeda yang jelas pada sektor layar.
Dengan tandem OLED yang masih jarang ditemui di tablet Android, ASUS Pad muncul sebagai opsi menarik bagi pengguna yang mencari visual premium, fitur produktivitas, dan pengalaman hiburan yang lengkap dalam satu perangkat.
Source: yoursay.suara.com