Asus Zenbook Duo kini turun ke level harga terendah yang pernah terlihat, membuat laptop dua layar ini kembali mencuri perhatian di kelas premium. Diskon besar untuk perangkat seperti ini masih jarang, apalagi pada model yang membawa kombinasi spesifikasi tinggi dan desain yang tidak biasa.
Penurunan harga tersebut datang di tengah pasar laptop premium yang cenderung bergerak pelan dalam hal inovasi desain. Di saat banyak perangkat masih bertahan dengan format konvensional, Zenbook Duo menawarkan pendekatan yang lebih berani untuk pengguna yang mengejar produktivitas.
Dua layar OLED 3K untuk kerja yang lebih leluasa
Daya tarik utama Zenbook Duo ada pada dua layar sentuh OLED 14 inci yang masing-masing memiliki resolusi 3K 2880 x 1800 dengan rasio 16:10. Format ini memberi ruang vertikal yang lebih lega untuk membuka banyak jendela, menyusun alur kerja, atau menjalankan aplikasi berdampingan tanpa monitor tambahan.
Kedua panel tersebut juga mendukung refresh rate hingga 144Hz dengan VRR, sehingga perpindahan antarkonten terasa lebih mulus. Asus turut membekalinya dengan tingkat kecerahan puncak HDR hingga 1000 nits, cakupan warna 100% DCI-P3, HDR True Black 1000, validasi Pantone, dan dukungan stylus.
Spesifikasi kelas atas untuk pekerjaan berat
Di balik desainnya, model yang sedang didiskon ini ditenagai Intel Core Ultra X9 388H, RAM 32GB, dan SSD 1TB. Kombinasi tersebut menempatkannya di kelas atas untuk multitasking intensif, pengolahan dokumen besar, dan aplikasi produktivitas yang menuntut respons cepat.
Meski begitu, perangkat ini bukan ditujukan sebagai laptop gaming utama. Zenbook Duo masih bisa dipakai bermain gim, tetapi performa terbaik untuk kebutuhan tersebut tetap lebih masuk akal dicari pada laptop gaming dengan GPU dedicated.
Fleksibel sebagai laptop convertible
Asus merancang Zenbook Duo sebagai laptop convertible layar ganda dengan keyboard Bluetooth yang bisa dilepas. Desain ini memberi lebih banyak pilihan mode kerja, termasuk saat kedua panel ingin dipakai sepenuhnya sebagai area kerja digital.
Pengguna juga dapat menempatkan keyboard secara terpisah untuk memaksimalkan ruang layar. Pendekatan tersebut menjadi salah satu pembeda paling jelas dibanding laptop premium biasa yang masih mengandalkan satu panel utama.
Daya tahan, pengisian cepat, dan konektivitas
Kekhawatiran umum pada laptop dua layar biasanya ada pada baterai, tetapi model ini diklaim mampu bertahan hingga 18 jam. Angka tersebut tergolong menonjol untuk perangkat yang membawa dua panel OLED sekaligus.
Saat daya mulai menipis, pengisian cepat juga menjadi nilai tambah karena perangkat ini disebut bisa terisi hingga 60% hanya dalam 49 menit. Untuk konektivitas, Asus menyediakan dua USB-C, satu USB-A, HDMI, dan jack audio 3,5 mm.
Posisi premium yang sulit diabaikan
Zenbook Duo tetap bukan laptop murah meski sedang turun harga, karena sejak awal memang berada di level premium. Biayanya mencerminkan dua hal yang mahal untuk dipadukan sekaligus, yakni spesifikasi tinggi dan dua layar OLED.
Perangkat ini juga pernah mendapat skor 9 dari 10, yang menunjukkan kualitas desain, fitur, dan pengalaman pengguna dinilai sangat baik. Pada sisi grafis, pilihannya adalah Intel Graphics atau Intel Arc Graphics, tergantung konfigurasi.
Bagi calon pembeli yang sudah lama mengincar laptop dua layar, penurunan harga ke titik terendah ini menjadi momen yang sulit diabaikan. Terlebih, di pasar premium, kesempatan mendapatkan perangkat seperti Zenbook Duo dengan harga lebih rendah tidak muncul setiap saat.
