Ativa Hybrid Bersiap Dirakit Di Malaysia, 300 Unit Sewa Jadi Dasar Keputusan Perodua

Author: Redaksi Android62

Perodua menyiapkan Ativa Hybrid untuk masuk ke tahap yang lebih serius di Malaysia. Model ini tidak lagi berhenti sebagai unit uji pasar, tetapi sudah diarahkan menuju perakitan lokal.

Langkah tersebut menjadi menarik karena Perodua tidak bergerak tanpa bekal data. Sebelumnya, perusahaan lebih dulu menurunkan 300 unit Ativa Hybrid ke pasar Malaysia melalui skema sewa untuk memantau pemakaian harian.

Data dari 300 unit sewa jadi dasar keputusan

Program sewa itu mulai berjalan saat Ativa Hybrid hadir sebagai kendaraan uji, bukan sebagai produk jual langsung. Konsumen yang mengikuti program tersebut membayar 500 Ringgit per bulan dengan masa sewa 5 tahun atau hingga 100.000 km.

Dari skema ini, Perodua bisa mengamati bagaimana mobil hybrid dipakai dalam kondisi normal. Perusahaan mendapatkan gambaran soal pola berkendara masyarakat Malaysia, biaya kepemilikan, dan pengalaman penggunaan sehari-hari.

Pendekatan itu membuat rencana produksi lokal terasa lebih kuat. Perodua tidak hanya melihat minat pasar, tetapi juga mengandalkan pengalaman nyata dari ratusan unit yang sudah lebih dulu beroperasi.

Pabrik Rawang jadi tempat pengumuman sinyal produksi

Kepastian soal rencana perakitan lokal disampaikan langsung oleh President & CEO Perodua, Dato Sri Zainal Abidin. Pernyataan itu muncul saat pabrik Perodua di Rawang menerima kunjungan Duta Besar Jepang untuk Malaysia, Noriyuki Shikata.

Zainal menyebut perusahaan masih memfinalkan beberapa detail sebelum pengumuman resmi dilakukan. Sejumlah hal yang belum dipastikan mencakup waktu produksi, harga jual, dan aspek lain yang berkaitan dengan peluncuran versi rakitan lokal.

Meski begitu, Perodua menegaskan bahwa Ativa Hybrid versi rakitan lokal akan segera diproduksi. Sinyal ini menunjukkan proyek tersebut sudah berjalan dan bukan keputusan yang muncul mendadak.

Spesifikasi tetap mengikuti versi Jepang

Dari sisi teknis, Ativa Hybrid rakitan lokal akan memakai spesifikasi yang sama seperti versi Jepang. Sistem yang digunakan adalah Daihatsu e-Smart Hybrid.

Mobil ini tetap mengandalkan mesin WA-VEX 3 silinder 1.200 cc. Sektor elektrifikasinya dipasangkan dengan baterai 177,6 volt dan transmisi hybrid Transaxle.

Tenaga maksimalnya disebut mencapai 104 dk dengan torsi 170 Nm. Dengan spesifikasi itu, Perodua terlihat ingin menjaga konsistensi produk tanpa mengubah karakter dasarnya.

Sorotan regional karena kaitannya dengan Daihatsu Rocky

Perkembangan Ativa Hybrid juga ikut menarik perhatian di kawasan karena model ini memiliki basis yang dikenal sebagai Daihatsu Rocky di Indonesia. Rocky yang tampil di GIIAS 2025 masih berstatus impor utuh dari Jepang.

Kondisi itu memperlihatkan arah yang berbeda di dua pasar tetangga. Indonesia masih menerima model dalam bentuk CBU, sementara Malaysia sudah bersiap melangkah ke tahap produksi lokal untuk versi hybrid.

Perbedaan strategi tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi dijalankan secara bertahap di masing-masing negara. Perodua memilih memulai dari pengujian penggunaan sebelum masuk ke keputusan manufaktur yang lebih besar.

Fokus utama ada pada pengalaman harian pengguna

Program 300 unit sewa memberi Perodua lebih dari sekadar angka ketertarikan pasar. Perusahaan juga memperoleh data tentang kebiasaan berkendara, biaya pemakaian, dan pengalaman kepemilikan dari penggunaan sehari-hari.

Informasi semacam itu menjadi penting sebelum pengembangan kendaraan elektrifikasi diperluas. Karena itu, rencana perakitan lokal Ativa Hybrid kini terlihat sebagai kelanjutan dari proses pengujian yang dilakukan dengan cukup serius.

Source: kabaroto.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru