Norton Atlas GT datang dengan paket elektronik yang jauh lebih lengkap daripada yang biasanya ditemukan di kelas sport touring menengah. Motor ini membawa 6-Axis IMU, cornering ABS, cornering traction control, wheelie control, slide control, lima riding mode, quickshifter, dan layar TFT 8 inci dengan navigasi terintegrasi.
Di atas kertas, daftar tersebut membuat Atlas GT tampak sangat agresif untuk sebuah motor baru. Harganya juga mulai dari 8.250 Pound sterling atau sekitar Rp 193,3 jutaan, sehingga posisinya justru lebih rendah dari Yamaha Tracer 7 GT yang dipasarkan mulai 10.208 Pound sterling atau sekitar Rp 242,9 jutaan.
Atlas GT mengandalkan paket premium yang ringkas
Atlas GT memakai mesin parallel-twin 585cc berpendingin cairan dengan crankshaft 270 derajat. Tenaganya mencapai 69 hp pada 9.300 rpm dan torsi 57 Nm pada 7.300 rpm, dengan karakter yang diarahkan agar mudah dipakai di putaran bawah hingga menengah.
Untuk menopang karakter itu, Norton menggunakan rangka trellis baja, suspensi KYB fully adjustable, serta roda 17 inci di depan dan belakang. Kombinasi ini ditujukan untuk handling yang stabil dan presisi saat dipakai touring cepat maupun melaju di jalan berliku.
Secara tampilan, Atlas GT mempertahankan identitas khas Inggris lewat bodi ramping, garis elegan, dan nuansa premium. Norton juga menempatkan motor ini sebagai produk eksklusif karena diproduksi dalam volume yang jauh lebih kecil dibanding rival mainstream.
Tracer 7 GT membalas dengan mesin lebih besar dan praktis untuk jarak jauh
Yamaha Tracer 7 GT mengandalkan mesin CP2 2-silinder 689cc DOHC berpendingin cairan. Outputnya berada di angka 72,4 hp pada 8.750 rpm dan torsi 68 Nm pada 6.500 rpm, dengan karakter mesin yang dikenal responsif dan kuat di putaran menengah.
Jika Atlas GT bermain di wilayah premium yang padat fitur, Tracer 7 GT menonjol lewat pendekatan sport touring yang lebih praktis. Motor ini dibekali fairing aerodinamis, windshield tinggi, dan posisi berkendara tegak untuk mendukung efisiensi perjalanan jauh.
Yamaha juga memberi paket yang terasa siap pakai. Tracer 7 GT membawa side pannier bawaan, heated grip, windshield yang lebih tinggi, cruise control, TFT 5 inci dengan navigasi smartphone, riding mode, traction control, dan opsi transmisi Y-AMT otomatis.
Dari sisi kenyamanan, motor ini memakai suspensi upside-down 41 mm, tangki 18 liter, serta ergonomi santai yang cocok untuk touring lintas kota maupun pemakaian harian. Bagi pengguna yang ingin motor serbabisa tanpa banyak tambahan aksesori, paket ini menjadi nilai jual yang kuat.
Dua motor, dua arah pilihan yang sangat berbeda
Perbandingan keduanya menunjukkan perbedaan fokus yang jelas. Atlas GT unggul pada fitur keselamatan dan kontrol berkendara seperti cornering ABS, wheelie control, slide control, serta layar 8 inci yang lebih besar.
Tracer 7 GT membalas lewat mesin yang lebih besar, torsi yang lebih kuat, tangki 18 liter, dan pilihan Y-AMT yang memberi alternatif transmisi otomatis. Di sisi lain, Atlas GT membawa tangki 15,4 liter, sehingga pendekatannya lebih ringkas dan premium ketimbang mengutamakan kapasitas jelajah.
Tabel perbandingan di antara keduanya mempertegas arah yang berbeda. Norton Atlas GT tampil sebagai sport tourer premium bergaya Inggris, sedangkan Yamaha Tracer 7 GT tetap setia pada formula sport touring Jepang yang matang dan fungsional.
Pada akhirnya, pilihan akan sangat bergantung pada prioritas pembeli. Atlas GT menawarkan teknologi yang terasa lebih ganas di atas harga yang lebih rendah, sementara Tracer 7 GT hadir sebagai paket touring yang lebih besar, lebih praktis, dan sudah teruji.
Source: ridertua.com






