Hyundai Ioniq V mulai memperlihatkan taringnya sebelum peluncuran resmi, dan angka jarak tempuh menjadi kartu terkuatnya. Sedan listrik ini disebut mampu menembus 620 km hingga 650 km berdasarkan standar CLTC pada varian baterai terbesar.
Bocoran spesifikasi yang beredar juga menunjukkan bahwa Hyundai tidak datang dengan satu pilihan saja. Untuk pasar China, Ioniq V disiapkan dengan dua paket baterai LFP, yakni 53,5 kWh dan 66,8 kWh, yang masing-masing dipasangkan dengan karakter tenaga berbeda.
Fokus pada jarak tempuh dan efisiensi
Varian standar menggunakan baterai lithium iron phosphate atau LFP berkapasitas 53,5 kWh dari CATL. Konfigurasi ini dipadukan dengan motor listrik 188 hp dan diklaim sanggup melaju 520 km hingga 540 km dalam sekali pengisian penuh menurut siklus CLTC.
Di atasnya, Hyundai menyiapkan varian jarak jauh dengan baterai LFP 66,8 kWh dan motor listrik 225 hp. Kombinasi ini menjadi sorotan utama karena menawarkan daya jelajah 620 km hingga 650 km, angka yang sangat kompetitif untuk sedan listrik di China.
Tabel berikut merangkum dua opsi yang sejauh ini telah terungkap.
| Varian | Kapasitas baterai | Jenis baterai | Tenaga motor | Jarak tempuh CLTC |
|---|---|---|---|---|
| Standar | 53,5 kWh | LFP | 188 hp | 520–540 km |
| Jarak jauh | 66,8 kWh | LFP | 225 hp | 620–650 km |
Ukuran besar, kabin modern, dan dukungan teknologi
Di luar sektor baterai, ukuran bodi Ioniq V juga menunjukkan ambisi Hyundai di segmen sedan listrik besar. Mobil ini memiliki panjang 4.900 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.470 mm, dan jarak sumbu roda 2.900 mm.
Proporsi tersebut memberi sinyal bahwa Hyundai tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga ruang kabin yang lebih lapang dan tampilan yang lebih premium. Desain futuristiknya sebelumnya sudah menarik perhatian saat tampil di Beijing Auto Show 2026.
Masuk ke kabin, Hyundai membekali Ioniq V dengan layar ganda berukuran 27 inci atau 68,58 cm. Layar ini menjadi pusat pengoperasian informasi dan hiburan, sekaligus mempertegas arah desain interior yang modern.
Fitur yang tak kalah penting adalah sistem bantuan pengemudi canggih atau ADAS. Hyundai mengembangkan sistem tersebut bersama Momenta, yang memperlihatkan bahwa aspek perangkat lunak dan bantuan berkendara ikut diposisikan sebagai nilai jual utama.
Langkah strategis Hyundai di China
Kehadiran Ioniq V dibaca sebagai bagian dari upaya Hyundai memperkuat kembali posisinya di pasar China. Di tengah persaingan kendaraan listrik yang ketat, kombinasi baterai LFP, jarak tempuh panjang, dan fitur digital menjadi paket yang relevan untuk konsumen lokal.
Informasi spesifikasi yang muncul melalui data Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China atau MIIT juga menjadi petunjuk bahwa peluncurannya kian dekat. Dokumen semacam ini biasanya menandakan sebuah model sudah mendekati tahap pemasaran resmi.
Melalui Beijing Hyundai, pabrikan asal Korea Selatan itu tampak ingin menawarkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar setempat. Hyundai juga telah mengungkap rencana menghadirkan varian Extended Range Electric Vehicle atau EREV untuk China, dengan perkiraan hadir pada akhir 2026.
Dengan begitu, lini Ioniq V tidak berhenti pada satu konfigurasi penggerak saja. Fokus pasar kini tertuju pada bagaimana Hyundai memosisikan tiap varian saat model ini benar-benar masuk ke pasar China.
Source: otodriver.com






