Atlet Dari 16 Provinsi Ikuti Seleknas KKI 2026, Oso Tekankan Kejujuran Wasit dan Sportivitas

Sportivitas menjadi pesan utama yang ditekankan Oesman Sapta Odang atau Oso saat Pengurus Pusat Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) menggelar Seleksi Nasional dan Pelatihan Nasional 2026 di Jakarta. Ajang ini tidak hanya dipandang sebagai arena mencari atlet terbaik, tetapi juga sebagai wadah pembinaan karakter yang harus berjalan seiring dengan prestasi.

Oso menegaskan bahwa karate tidak cukup hanya melahirkan petarung yang kuat secara teknik. Menurut dia, atlet juga harus dibentuk menjadi pribadi yang disiplin, berintegritas, dan siap bertanding secara sehat di setiap kesempatan.

Pembinaan atlet diperluas lewat Seleknas dan Pelatnas

KKI menempatkan Seleknas dan Pelatnas 2026 sebagai langkah penting untuk memperkuat pembinaan atlet dari berbagai daerah. Program ini disiapkan sebagai bagian dari persiapan menuju Kejuaraan Nasional PB FORKI sekaligus membuka ruang bagi atlet potensial yang diproyeksikan tampil di tingkat nasional hingga internasional.

Di tengah proses itu, KKI tidak hanya mengejar hasil instan. Organisasi ini justru ingin membangun fondasi yang lebih kuat agar pembinaan atlet bisa berjalan lebih luas dan berkelanjutan.

Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa Seleknas bukan sekadar agenda seleksi biasa. Ajang ini diarahkan untuk melahirkan atlet yang tidak hanya siap bertanding, tetapi juga siap berkembang dalam sistem pembinaan yang lebih terarah.

Dewan guru baru memimpin latihan

Dalam pelaksanaan yang baru dibuka itu, KKI menempatkan dewan guru baru sebagai penggerak utama latihan. Sensei Matsuzaki bersama para pelatih Indonesia yang telah disiapkan akan memimpin pembaruan metode latihan.

Kehadiran tim pelatih baru diharapkan membawa suasana latihan yang lebih segar dan terukur. Dengan pola pembinaan seperti ini, atlet diharapkan mendapat pengalaman latihan yang lebih kompetitif sebelum turun ke arena pertandingan resmi.

KKI juga belum menempatkan target khusus untuk dewan guru baru tersebut. Fokus utamanya masih sama, yaitu memperbanyak pembinaan agar semakin banyak atlet siap bersaing dan berkembang di level yang lebih tinggi.

Wasit diminta menjaga kejujuran pertandingan

Selain soal latihan dan teknik, Oso memberi perhatian besar pada peran wasit. Ia menilai kejujuran dalam penilaian menjadi unsur penting agar karate tetap berjalan sebagai cabang olahraga yang menjunjung fair play.

“Yang nanti dibutuhkan adalah kejujuran wasit dalam menilai, baik wasit KKI sendiri maupun wasit nasional,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak harus menjaga sportivitas agar hasil pembinaan benar-benar melahirkan prestasi yang sahih.

Oso juga mengingatkan bahwa atlet KKI pada dasarnya selalu siap menghadapi pertandingan. Namun, ia menilai dinamika dalam kompetisi tetap bisa terjadi, termasuk potensi kecurangan yang harus dicegah sejak awal.

“Terus terang saja, atlet KKI dari dulu itu siap terus, tidak pernah tidak siap. Kalau ada kalah menang itu biasa,” kata Oso. Ia menambahkan bahwa atlet maupun wasit tidak boleh melakukan kecurangan dalam bentuk apa pun karena hal itu merusak nilai dasar olahraga karate.

Peserta datang dari 16 provinsi

Seleknas KKI tahun ini diikuti atlet dari 16 provinsi di Indonesia. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah memperlihatkan bahwa pembinaan karate KKI memiliki sebaran yang luas dan menarik minat banyak daerah.

Jalannya pertandingan juga melibatkan sejumlah wasit nasional yang bertugas memimpin laga secara profesional. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya menjaga seleksi tetap tertib, objektif, dan sesuai aturan pertandingan.

Di sisi lain, kegiatan ini juga dipandang memberi manfaat bagi generasi muda di luar arena kompetisi. Seleknas dan Pelatnas KKI 2026 disebut bisa membantu menjauhkan anak muda dari pengaruh negatif seperti tawuran, minuman keras, dan penyalahgunaan narkoba.

Pembinaan karate juga memberi nilai tambah bagi pendidikan. Sertifikat berjenjang dari kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai jalur prestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dengan arah pembinaan yang lebih luas, KKI menempatkan Seleknas sebagai ruang untuk membentuk atlet sekaligus membangun karakter. Ajang ini diarahkan agar lahir generasi muda yang kuat, jujur, sportif, dan siap bersaing secara sehat di level yang lebih tinggi.

Source: www.viva.co.id

Berita Terkait