Aturan Baru Israel Buka Jalan Buaya untuk Mengamankan Penjara Tahanan Palestina

Israel membuka kemungkinan penggunaan buaya Nil sebagai bagian dari pengamanan penjara setelah klasifikasi hewan tersebut diubah menjadi satwa liar hasil penangkaran. Perubahan aturan ini memunculkan kembali rencana menempatkan reptil di sekitar fasilitas tahanan Palestina untuk mencegah pelarian.

Gagasan itu didorong Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang sejak Desember tahun lalu mengusulkan penggunaan buaya di sekeliling penjara. Rencana tersebut belum memastikan kapan maupun bagaimana satwa itu benar-benar akan ditempatkan.

Status Baru Buaya Nil

Menteri Perlindungan Lingkungan Israel, Idit Silman, mengubah status buaya dari hewan liar menjadi “satwa liar hasil penangkaran”. Dengan penggolongan baru itu, buaya Nil dapat ditangkarkan untuk kebutuhan keamanan dalam ketentuan tertentu.

Regulasi yang disahkan pada Rabu (15/7) menetapkan kepemilikan buaya harus dinilai perlu bagi tujuan keamanan. Pemeliharaan hewan juga wajib berada di bawah pengawasan agar tidak lepas ke alam liar.

Tokoh atau LembagaPeranKeterangan
Idit SilmanMengubah klasifikasi buayaMenjadi satwa liar hasil penangkaran
Itamar Ben-GvirMengusulkan penggunaan buayaDikaitkan dengan pencegahan pelarian tahanan
Dinas Penjara IsraelBadan keamanan terkaitDapat mengelola reptil sesuai aturan

Pengalihan status tersebut membuat pengelolaan reptil tidak lagi hanya berada di bawah Otoritas Alam dan Taman Israel. Dalam mekanisme baru, sebuah badan keamanan dapat memelihara buaya apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Ketentuan itu menjadi bagian penting dari rencana pengamanan yang sebelumnya memicu penolakan. Otoritas Alam dan Taman Israel dilaporkan sempat menentang gagasan tersebut ketika pertama kali disampaikan.

Ketziot Menjadi Lokasi yang Dipertimbangkan

Media Israel melaporkan Ben-Gvir mempertimbangkan penempatan buaya di sekitar Penjara Ketziot di Israel selatan. Fasilitas itu disebut menahan banyak militan Hamas yang ditangkap setelah serangan 7 Oktober 2023.

Serangan tersebut kemudian memicu perang besar-besaran di Jalur Gaza. Dalam konteks itu, rencana penggunaan buaya diarahkan untuk memperketat lapisan pencegahan terhadap kemungkinan tahanan melarikan diri.

Menurut detikcom, Ben-Gvir pernah mengaitkan gagasan itu dengan fasilitas detensi imigrasi “Alligator Alcatraz” di Florida, Amerika Serikat. Namun, rencana di Israel tetap bergantung pada penerapan regulasi serta keputusan otoritas terkait.

Pesan Peringatan Lewat Unggahan AI

Ben-Gvir menyambut perubahan aturan melalui unggahan Facebook yang menampilkan gambar buatan AI. Dalam gambar itu, ia terlihat memegang tali yang terpasang pada leher seekor buaya.

Unggahan tersebut memuat peringatan bagi pihak yang berniat melarikan diri serta menyebut kerja sama Ben-Gvir dan Silman untuk mengepung penjara dengan buaya. Channel 13 melaporkan sebagian pejabat Dinas Penjara Israel sebelumnya bahkan menanggapi proposal itu dengan cemoohan.

Perubahan regulasi dengan demikian belum berarti buaya sudah ditempatkan di sekitar penjara. Aturan baru hanya menyediakan jalur hukum bagi pemeliharaan buaya Nil oleh badan keamanan dalam kondisi yang ditentukan.

Source: news.detik.com
Berita Terkait