Autonomous Driving Terlalu Mahal, DFSK Pilih E5 Plus PHEV untuk Indonesia

DFSK akhirnya memilih langkah yang lebih realistis untuk pasar Indonesia. Alih-alih memaksakan Aito M7 yang dibekali fitur otonom, pabrikan asal Tiongkok itu menyiapkan DFSK E5 Plus PHEV sebagai model yang dinilai lebih cocok untuk kebutuhan konsumen Tanah Air.

Keputusan itu menunjukkan bahwa DFSK membaca pasar dengan hati-hati. Teknologi seperti Autonomous Driving memang menjadi daya tarik utama pada lini Aito, tetapi belum tentu dianggap penting oleh banyak pembeli di Indonesia.

Fitur canggih yang belum tentu dibayar pasar

CEO PT Sokonindo Automobile Alexander Barus menilai fitur tersebut masih belum relevan untuk sebagian besar konsumen di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pertanyaannya bukan sekadar apakah teknologi itu ada, melainkan apakah benar-benar dibutuhkan oleh pasar lokal.

Menurut Alexander, teknologi pintar seperti itu juga membuat harga kendaraan ikut naik. Akibatnya, segmen konsumen yang bisa dijangkau menjadi lebih sempit dan peluang penjualan pun terbatas.

E5 Plus PHEV diposisikan sebagai jalan tengah

Di tengah pertimbangan itu, DFSK menempatkan E5 Plus PHEV sebagai pilihan yang lebih seimbang. Model ini disiapkan untuk memperkuat kehadiran DFSK di Indonesia tanpa membawa seluruh kompleksitas teknologi yang melekat pada Aito.

DFSK E5 Plus PHEV atau Seres Landian E5 disebut sebagai varian ekonomis dari Aito M7. Artinya, mobil ini tetap membawa konsep dasar yang serupa, tetapi tanpa tambahan fitur Huawei yang membuat Aito tampil jauh lebih canggih.

Pendekatan tersebut juga memberi ruang bagi harga yang lebih kompetitif. Dengan komposisi teknologi yang lebih sederhana, E5 Plus PHEV dinilai lebih mudah diterima oleh pasar ketimbang Aito M7 yang berada di kelas lebih tinggi.

Pasar Aito diperkirakan sangat terbatas

Alexander bahkan memperkirakan pasar Aito di Indonesia hanya akan diisi kalangan menengah ke atas dengan volume yang kecil. Ia menyebut kemungkinan penjualannya bisa sangat terbatas, bahkan hanya sekitar 100 unit.

Gambaran itu memperlihatkan alasan DFSK lebih memilih model yang aman secara bisnis. Perusahaan tampaknya tidak ingin terlalu cepat membawa produk yang secara teknologi menarik, tetapi kurang sesuai dengan skala pasar lokal.

Peluncuran disiapkan di GIIAS 2026

DFSK menyiapkan peluncuran E5 Plus PHEV di GIIAS 2026. Namun, perusahaan masih menutup rapat spesifikasi resmi untuk Indonesia maupun kisaran harganya.

Sebelumnya, DFSK sempat memamerkan dua model hasil kerja sama dengan Huawei, yakni Aito M9 dan Aito M7, pada ajang GIIAS 2026. Keduanya hadir dalam bentuk purwarupa bernama Seres 9 Concept dan Seres 7, yang memberi gambaran arah portofolio produk Seres di Indonesia.

Jika E5 Plus PHEV resmi meluncur, model ini juga berpotensi berdampak pada lini SUV bensin DFSK yang sudah ada, termasuk Glory i-Auto. Karena itu, langkah berikut DFSK akan menjadi salah satu yang paling menarik untuk dipantau di ajang tersebut.

Source: otomotif.katadata.co.id

Berita Terkait