Pemadaman Listrik Bikin Pemilik Mobil Listrik Waspada, Isi Daya di Rumah Terancam

Pemadaman listrik di sejumlah daerah mulai memunculkan kekhawatiran baru di kalangan pemilik mobil listrik. Gangguan pasokan daya dinilai bisa langsung mengacaukan rutinitas pengisian baterai yang selama ini menjadi andalan banyak pengguna di rumah.

Situasi ini terasa penting karena semakin banyak pemilik kendaraan listrik mengandalkan pengisian rumahan sebagai cara paling praktis untuk menyiapkan mobil setiap hari. Ketika listrik padam, keunggulan utama itu ikut terganggu dan pengguna terpaksa mencari alternatif lain.

Pengisian rumah jadi titik paling sensitif

Pengguna BYD M6, Rima, menilai keandalan listrik menjadi faktor penting bagi pemilik mobil listrik. Menurut dia, pemadaman singkat masih bisa diantisipasi, tetapi gangguan yang lebih sering atau berlangsung lama akan menimbulkan kekhawatiran baru.

Ia menegaskan bahwa banyak konsumen memilih mobil listrik justru karena kemudahan isi daya di rumah. Karena itu, kestabilan pasokan listrik ikut menentukan kenyamanan penggunaan harian, bukan hanya soal biaya atau teknologi kendaraan.

Dalam pandangan Rima, gangguan seperti ini seharusnya tidak terjadi terus-menerus. Semakin banyak kendaraan listrik yang bergantung pada charging rumahan, semakin besar pula dampak yang dirasakan ketika aliran listrik tidak stabil.

SPKLU masih bisa membantu, tetapi tidak selalu cukup

Pengguna Aletra L8 EV, Zyovanni Satya Negara, mengatakan dirinya sejauh ini belum pernah mengalami kesulitan mengisi daya akibat pemadaman listrik. Ia juga mengaku belum pernah kehabisan baterai ketika berada di wilayah yang terdampak gangguan pasokan listrik.

Menurut Zyovanni, pengguna mobil listrik di wilayah Jabodetabek masih punya opsi pengisian melalui SPKLU saat listrik rumah bermasalah. Ia menilai titik pengisian di kawasan itu sudah cukup banyak untuk menjadi cadangan.

Ia memberi contoh, baterai yang masih tersisa 20 persen di Bekasi tetap memungkinkan pengguna mencari titik pengisian lain menuju Jakarta. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kondisi akan berbeda bila pemadaman terjadi lebih sering dan meluas.

Kekhawatiran pengguna ikut melebar

Masalah yang muncul bukan hanya soal risiko baterai habis di jalan. Kekhawatiran yang lebih besar justru terletak pada terganggunya rutinitas pengisian yang selama ini menjadi alasan utama orang beralih ke mobil listrik.

Jika pengisian rumah tidak dapat dilakukan, pengguna harus mengubah kebiasaan dan mencari SPKLU. Langkah itu mungkin masih mudah di kota besar, tetapi tetap menambah ketidakpastian ketika pemadaman berlangsung lama atau terjadi di banyak lokasi sekaligus.

Pemilik MG ZS EV, Haris Skuarino, menilai persoalan pasokan listrik nasional seharusnya bisa diantisipasi lebih baik. Ia juga mempertanyakan kondisi tersebut karena Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di dunia.

Pemerintah menyebut pasokan pembangkit aman

Di tengah kekhawatiran pengguna, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan pasokan energi primer untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero) masih aman. Pernyataan itu disampaikan meski pasokan batu bara sedang kurang.

Bahlil menjelaskan, kebutuhan batu bara PLN pada 2026 mencapai 154 juta ton. Dari jumlah itu, sekitar 134 juta ton disebut sudah dikontrak, sedangkan sisa kebutuhan yang belum dikontrakkan sekitar 20 juta ton.

Ia juga menyebut dari 190 juta ton yang sudah dilakukan konfirmasi, sekitar 150 juta ton hingga 160 juta ton telah tersedia dalam pembahasan pasokan. Pernyataan tersebut dipakai untuk menegaskan bahwa pasokan bagi pembangkit listrik masih dalam kondisi aman.

Pemadaman tetap terasa di lapangan

Meski ada penjelasan soal pasokan pembangkit, pemadaman tetap terjadi di beberapa daerah dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu yang disorot adalah gangguan pasokan listrik di Kota Bekasi pada Jumat (19/6/2026).

Bagi pengguna kendaraan listrik, kondisi ini menjadi perhatian karena mobil listrik sepenuhnya bergantung pada ketersediaan listrik. Tidak ada sumber energi alternatif lain yang bisa langsung digunakan ketika akses pengisian daya terputus.

Karena itu, isu pemadaman tidak lagi hanya menyangkut pelanggan listrik rumah tangga biasa. Bagi pemilik mobil listrik, kestabilan pasokan kini berkaitan langsung dengan kemampuan kendaraan untuk tetap digunakan setiap hari.

Source: otomotif.kompas.com

Berita Terkait