Avanza 2026 Tipe G Lebih Bertenaga, Tipe E Unggul di Kenyamanan Harian

Author: Redaksi Android62

Perbedaan paling terasa antara Toyota Avanza 2026 tipe E dan tipe G justru muncul pada rasa saat mobil dipakai harian. Tipe G menawarkan mesin yang lebih besar, torsi lebih kuat, dan paket bantuan parkir yang lebih lengkap, sementara tipe E mengandalkan karakter yang lebih efisien dan nyaman untuk lalu lintas padat.

Di sisi lain, keduanya tetap berbagi fondasi yang sama melalui platform DNGA, penggerak roda depan, serta setelan kaki-kaki yang disiapkan untuk menghadapi kondisi jalan Indonesia. Kombinasi itu membuat Avanza 2026 tetap relevan sebagai mobil keluarga yang dituntut lincah di kota dan stabil saat diajak keluar daerah.

Tipe G Lebih Kuat Saat Kabin Penuh dan Jalan Menanjak

All New Avanza tipe E memakai mesin 1NR-VE berkapasitas 1.329 cc, 4 silinder segaris, 16 katup DOHC, Dual VVT-i. Mesin ini menghasilkan tenaga maksimum 96 PS pada 6.000 RPM dengan torsi 121 Nm pada 4.200 RPM.

Karakter mesin tersebut lebih menonjol pada efisiensi dan respons di rute stop-and-go. Karena itu, tipe E terasa cocok untuk pemakaian dalam kota yang padat dan berulang.

Sementara itu, tipe G menggunakan mesin 2NR-VE berkapasitas 1.496 cc, 4 silinder, DOHC, Dual VVT-i. Tenaganya naik menjadi 106 PS pada 6.000 RPM dengan torsi 137 Nm pada 4.200 RPM.

Tambahan torsi ini membuat tipe G lebih percaya diri saat mendahului kendaraan lain atau ketika melewati tanjakan dengan penumpang penuh. Di jalur luar kota, karakter tenaganya juga terasa lebih padat dan lebih mudah menjaga momentum.

Varian Mesin Tenaga Maksimum Torsi Maksimum
Tipe E 1NR-VE 1.329 cc 96 PS / 6.000 RPM 121 Nm / 4.200 RPM
Tipe G 2NR-VE 1.496 cc 106 PS / 6.000 RPM 137 Nm / 4.200 RPM

FWD dan CVT Dibuat Lebih Halus untuk Pemakaian Sehari-hari

Kedua varian menyalurkan tenaga ke roda depan melalui transmisi manual 5-percepatan atau CVT. Pada generasi terbaru ini, CVT dirancang agar perpindahan rasio terasa lebih halus dan meminimalkan slip.

Varian CVT juga mendapat mode Sequential Tiptronic yang membantu pengemudi saat membutuhkan kontrol lebih aktif. Fitur ini berguna ketika mobil dipakai untuk mendapat efek engine brake di turunan.

Arsitektur FWD dan platform DNGA disebut memberi stabilitas yang lebih baik pada kedua tipe. Hasilnya, Avanza terasa lebih modern saat menghadapi rutinitas harian maupun jalan yang menantang.

Kaki-Kaki Tipe E Lebih Empuk, Tipe G Lebih Stabil

Suspensi depan memakai MacPherson Strut, sedangkan belakang menggunakan Torsion Beam. Susunan ini dipilih untuk menjaga keseimbangan antara kekokohan dan kelenturan saat melewati permukaan jalan yang tidak selalu rata.

Tipe E memakai pelek 15 inci dengan ban 185/65. Profil ban yang lebih tebal membantu meredam guncangan di jalan rusak dan memberi rasa berkendara yang lebih empuk.

Tipe G hadir dengan pelek 16 inci dan ban 195/60. Konfigurasi ini mengejar traksi yang lebih maksimal serta stabilitas menikung yang lebih solid.

Varian Roda Karakter Utama
Tipe E 15 inci, 185/65 Lebih nyaman meredam guncangan
Tipe G 16 inci, 195/60 Lebih stabil saat menikung

Keselamatan Dasar Sama, Parkir Jadi Pembeda Utama

Kedua varian sudah dilengkapi rem cakram ventilasi di depan, ABS, EBD, dan Brake Assist. Ada pula VSC untuk membantu mencegah mobil selip saat manuver ekstrem, serta HSA yang menahan mobil agar tidak mundur selama 3 detik ketika berhenti di tanjakan.

Dalam perlindungan dasar, keduanya memakai GOA Body dan dua SRS Airbag di baris depan. Artinya, pembeda antara tipe E dan G tidak terletak pada keselamatan inti, melainkan pada kelengkapan yang mendukung kemudahan pemakaian.

Tipe G mendapat dua titik sensor sonar parkir di bumper belakang dan kamera mundur. Tipe E belum dilengkapi sensor parkir bawaan pabrik, sehingga paket praktisnya memang lebih sederhana.

Dengan susunan tersebut, tipe E tetap menarik bagi pengguna yang memprioritaskan efisiensi dan kenyamanan dasar. Tipe G lebih cocok bagi yang menginginkan tenaga lebih besar, kestabilan lebih kuat, dan bantuan parkir yang lebih lengkap.

Berita Terbaru