AYANEO menempatkan Pocket BLOCK sebagai handheld Android yang lebih sederhana dibanding banyak produk mereka sebelumnya. Fokus utamanya ada pada bodi kecil, orientasi vertikal, dan pendekatan yang terasa seperti perangkat retro yang memang dirancang untuk dibawa ke mana saja.
Langkah itu langsung membuat Pocket BLOCK menonjol di tengah pasar handheld modern yang sering makin besar dan kompleks. Alih-alih mengejar kesan mewah, perangkat ini justru tampil dengan gaya Game Boy yang ringkas, plastik, dan sangat menonjolkan portabilitas.
AYANEO sudah memperlihatkan perangkat ini secara resmi dengan nama KONKR Pocket BLOCK, baik lewat unggahan online maupun siaran langsung. Dari tampilan awalnya, handheld ini terlihat seperti versi padat dari konsol klasik, tetapi dikemas dalam desain modern yang tetap sederhana.
Salah satu keputusan desain yang paling terasa adalah absennya stik analog. Pilihan itu membuat ukurannya tetap kecil, sekaligus menegaskan bahwa perangkat ini lebih mengutamakan kontrol berbasis tombol arah dan tombol aksi.
Ukuran mungil menjadi salah satu daya tarik paling kuat dari Pocket BLOCK. Dalam siaran langsung, perangkat ini tampak cukup kecil untuk benar-benar terasa praktis dibawa, dan kesan itulah yang bisa menjadi nilai jual utamanya.
Desain yang sengaja dibuat santai
Berbeda dari beberapa handheld AYANEO lain yang biasanya membawa kesan premium, Pocket BLOCK memakai material plastik dan tampil lebih kasual. Karakter ini membuatnya lebih dekat ke perangkat retro ketimbang handheld yang menonjolkan sisi performa tinggi.
AYANEO juga menampilkan setidaknya dua pilihan warna, yaitu abu-abu dan ungu. Kombinasi tersebut memperkuat nuansa klasik dan memberi identitas visual yang lebih ringan.
Di bagian fisik lain, perangkat ini sudah memperlihatkan slot kartu microSD di sisi kiri. Pada bagian bawah, ada pula port audio 3,5 mm yang tetap relevan bagi pengguna headset kabel.
Spesifikasi inti masih disimpan
Meski wujudnya sudah resmi ditunjukkan, AYANEO belum membuka spesifikasi utama Pocket BLOCK. Hingga sekarang, belum ada kepastian soal chipset, ukuran layar, kapasitas memori, maupun penyimpanan internal yang akan dipakai.
Ada informasi sebelumnya yang menyebut perangkat ini mungkin membawa baterai 3.500mAh dan mendukung pengisian daya kabel 10W. Jika detail itu akurat, kapasitas tersebut terdengar masuk akal untuk handheld sekecil ini.
Dengan bodi yang ringkas, kapasitas seperti itu berpotensi memberi keseimbangan antara ukuran kecil dan daya tahan yang cukup untuk sesi bermain singkat hingga menengah. Namun, semua itu masih menunggu pengumuman resmi berikutnya.
Label AI yang masih belum dijelaskan
AYANEO menyebut Pocket BLOCK sebagai handheld AI pertama, tetapi perusahaan belum menerangkan maksud klaim tersebut secara rinci. Belum ada penjelasan fitur spesifik yang membedakannya dari handheld Android lain yang sudah lebih dulu membawa fungsi berbasis AI.
Karena belum ada uraian teknis, label AI itu masih terasa lebih seperti posisi pemasaran. Untuk saat ini, perhatian terbesar tetap tertuju pada desain, ukuran, dan kesan portabel yang dibawanya.
Di kategori handheld Android, fitur AI sendiri bukan hal baru. Fungsi seperti penerjemahan bahasa dan pembuatan gambar berbasis AI sudah muncul di kelas perangkat ini, sehingga AYANEO masih perlu memberi detail tambahan agar klaim tersebut lebih jelas.
Arah harga yang berpotensi lebih ramah
Pendekatan yang lebih sederhana membuat Pocket BLOCK berpeluang diposisikan lebih terjangkau. Bodi plastik, ukuran kecil, dan tidak adanya stik analog memberi sinyal bahwa AYANEO mungkin ingin menekan biaya produksi dibanding handheld vertikal mereka yang lain.
Jika arah itu benar, Pocket BLOCK bisa menarik bagi pengguna yang mencari handheld Android kecil tanpa harus masuk ke kelas harga lebih tinggi. Meski begitu, posisi akhirnya tetap bergantung pada spesifikasi final dan strategi harga resmi saat peluncuran.
Pocket BLOCK juga hadir di tengah langkah AYANEO yang memperluas lini produknya. Pada kesempatan yang sama, perusahaan memperkenalkan edisi khusus Pocket AIR Mini yang sudah diisi game arcade berlisensi dari IGS, dengan harga mulai $129.99 untuk varian 2GB/32GB.
Varian 3GB/64GB dari Pocket AIR Mini dibanderol $139.99. Kehadiran lisensi resmi pada model itu memberi pembeda tersendiri, sementara Pocket BLOCK berdiri sebagai opsi yang lebih kecil, lebih sederhana, dan lebih kuat membawa rasa nostalgia.
