Baba, suami Hamidah Rachmayanti, dan putrinya, Shireen, nyaris terseret ombak besar ketika bermain air di tepi pantai Bali. Dua anak laki-laki yang berada bersama mereka sempat hilang dari pandangan sebelum seluruh anak berhasil diselamatkan.
Pengunjung pantai dan lifeguard yang berjaga membantu proses penyelamatan dalam situasi yang berubah cepat tersebut. Peristiwa itu berakhir tanpa korban setelah anak-anak yang sempat terpisah dari pendampingnya berhasil ditemukan.
Hamidah membagikan pengalaman menegangkan itu melalui unggahan di Instagram. Dalam ceritanya, ia menyebut perhatian yang terpecah sekitar tiga menit hampir berujung pada penyesalan seumur hidup.
“3 menit lengah, hampir jadi penyesalan seumur hidup,” tulis Hamidah dalam unggahannya. Kalimat itu merujuk pada momen ketika ia harus mengalihkan perhatian kepada anak bungsunya, Shayna.
Saat itu, Shayna hendak memakan pasir di pantai sehingga Hamidah perlu segera mengurusnya. Dalam waktu singkat tersebut, anak-anak yang bermain air tanpa disadari bergerak semakin jauh dari garis pantai.
Baba sempat berusaha menarik tangan anak-anak agar tetap berada dekat tepian. Namun, gelombang besar datang dan menerjang ketika kondisi di sekitar mereka berubah dalam hitungan singkat.
Video yang direkam Hamidah sebelumnya turut menangkap momen genting itu secara tidak sengaja. Rekaman tersebut memperlihatkan Baba dan Shireen diterjang ombak, sementara dua anak laki-laki yang bermain bersama mereka terlepas dari pandangan.
Keadaan semula tidak menunjukkan tanda darurat yang jelas. Anak-anak terlihat bermain, tertawa, dan bercanda di area air dekat bibir pantai.
Liburan Sekolah Berubah Menegangkan
Awalnya, Shireen ingin menghabiskan liburan sekolah di pantai Bali. Baba kemudian menemaninya bermain air di area tepian pantai untuk memenuhi keinginan putrinya tersebut.
Dalam permainan itu, Shireen dan Baba berkenalan dengan dua anak laki-laki yang ramah. Aktivitas yang pada awalnya dilakukan berdua lalu berlangsung bersama lebih banyak anak.
Baba berupaya menjaga anak-anak tetap berada di dekat garis pantai. Namun, perubahan kondisi laut membuat jarak mereka dari tepian menjadi lebih jauh tanpa segera disadari.
Salah satu anak laki-laki yang ikut bermain diketahui bernama Bambang. Ia merupakan putra bungsu Meisya Siregar dan Bebi Romeo.
Liputan6.com melaporkan Bambang bermain bersama Shireen, Baba, serta seorang anak laki-laki lainnya sebelum ombak besar datang. Gelombang tersebut kemudian memisahkan anak-anak dari pendamping mereka untuk sementara waktu.
Pengawasan Tetap Dibutuhkan
Kisah Hamidah Rachmayanti memperlihatkan bahwa kondisi pantai dapat berubah cepat, termasuk di area yang tampak dekat dengan tepian. Kehadiran pendamping tidak selalu cukup apabila gelombang datang mendadak dan perhatian harus terbagi.
Peran pengunjung sekitar dan lifeguard menjadi penting dalam penyelamatan saat itu. Kejadian tersebut menjadi pengingat tentang pentingnya keselamatan pantai ketika anak-anak bermain air.
Source: www.liputan6.com






