Rumah di Pusat Kota Makin Mahal, Keluarga Muda Mengalihkan Pilihan ke Pinggiran

Kenaikan harga rumah dan sewa di pusat kota membuat hunian pinggiran semakin dilirik masyarakat urban, terutama milenial yang memasuki tahap membangun keluarga. Pilihan ini muncul karena rumah di wilayah penyangga dinilai dapat memberi ruang tinggal lebih memadai dengan biaya yang lebih terjangkau.

Namun, harga bukan satu-satunya alasan perpindahan tersebut. Keluarga juga mempertimbangkan lingkungan ramah anak, kedekatan dengan sekolah, layanan kesehatan, ruang publik, serta dukungan keluarga besar dalam menjalani rutinitas harian.

Akses Tetap Menentukan Nilai Hunian

Lokasi pinggiran tetap harus memiliki konektivitas yang memadai menuju pusat kota dan kawasan bisnis. Jalan tol serta transportasi umum menjadi unsur penting karena keduanya dapat membantu memangkas waktu perjalanan penghuni.

Di Paramount Petals, akses tol langsung sedang dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan kawasan. Direktur Project Management Paramount Land, Cok Putra Tri Utama, menyatakan konstruksi akses tersebut telah mencapai 100 persen dan memasuki tahap Pra Uji Laik Fungsi serta Uji Laik Operasi.

“Kami memastikan seluruh proses konstruksi dan persiapan operasional memenuhi standar sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujar Cok Putra Tri Utama. Pengembangan akses ini melengkapi fasilitas kawasan yang mencakup area komersial, layanan kesehatan, ruang komunitas, pusat kuliner, dan pasar modern.

Faktor HunianKebutuhan PenghuniPeran Kawasan Pinggiran
Ruang tinggalRumah yang memadai untuk keluarga dan anakMemberi pilihan hunian berukuran keluarga
Fasilitas harianSekolah, kesehatan, pasar, dan ruang publikDikembangkan dalam satu ekosistem kawasan
KonektivitasAkses menuju pusat bisnis dan kotaDidukung jalan tol serta transportasi umum

Kota Mandiri Menjadi Jawaban Praktis

Perpindahan ke pinggiran tidak berarti masyarakat urban ingin meninggalkan pola hidup praktis. Kawasan suburban kini tumbuh dengan konsep kota mandiri yang menggabungkan hunian dengan kebutuhan sehari-hari dalam satu ekosistem.

Pusat kuliner, pasar modern, layanan kesehatan, dan ruang komunitas menjadi bagian dari fasilitas yang dicari penghuni. Kehadiran fasilitas tersebut dapat mengurangi kebutuhan bepergian jauh hanya untuk memenuhi aktivitas rutin keluarga.

Cushman & Wakefield menggambarkan perkembangan ini sebagai urban expansion, yakni pertumbuhan kota yang meluas dari kawasan inti ke wilayah penyangga. Pola tersebut mendorong munculnya kawasan yang mengintegrasikan area komersial, pendidikan, fasilitas kesehatan, serta ruang publik.

Dalam kondisi ini, pengertian lokasi strategis tidak lagi semata-mata berarti dekat dengan pusat kota. Lokasi dinilai strategis ketika penghuni masih dapat menjangkau berbagai kebutuhan penting tanpa menghadapi beban perjalanan yang berlebihan.

Prioritas Berubah Saat Keluarga Bertambah

Studi Harvard Joint Center for Housing Studies menunjukkan semakin banyak milenial berpindah ke kawasan suburban dalam satu dekade terakhir. Pergeseran itu terlihat terutama di kota dengan harga properti tinggi dan ketersediaan rumah keluarga yang terbatas di area inti.

Saat mulai berkeluarga, kebutuhan terhadap ruang berubah secara nyata. Rumah yang cukup untuk anak, lingkungan yang nyaman, dan fasilitas umum yang mudah dijangkau menjadi pertimbangan yang semakin sulit dipenuhi di pusat kota.

Biaya pendidikan dan pengasuhan anak juga ikut membentuk keputusan tempat tinggal. Kedekatan dengan keluarga besar di pinggiran dapat memberi dukungan untuk aktivitas sehari-hari sekaligus membantu menekan beban biaya keluarga.

Sistem kerja hibrida dan fleksibel turut membuat jarak dengan kantor dipandang secara berbeda. Ketika kehadiran di tempat kerja tidak harus dilakukan setiap hari, hunian yang lebih jauh dari pusat bisnis menjadi pilihan yang lebih dapat diterima.

Karena itu, rumah di pinggiran semakin dipertimbangkan sebagai pilihan jangka panjang, bukan sekadar alternatif murah. Kombinasi harga yang lebih terjangkau, ruang tinggal, fasilitas kawasan, dan konektivitas menjadi dasar baru dalam menentukan hunian bagi banyak keluarga.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terkait