Noda kuning bekas parfum sering dianggap sulit dibersihkan, padahal beberapa bahan rumahan bisa membantu mengangkatnya tanpa biaya besar. Kuncinya ada pada langkah yang cepat dan tepat, karena semakin lama noda dibiarkan, semakin besar peluang senyawa parfum meresap ke serat kain.
Salah satu cara paling awal yang bisa dilakukan adalah membilas bagian bernoda dengan air dingin. Air dialirkan dari sisi belakang kain agar sisa parfum terdorong keluar, lalu area tersebut digosok perlahan dengan jari supaya noda tidak makin menyebar.
Setelah itu, bahan dapur seperti baking soda bisa dipakai untuk membantu membersihkan sekaligus menyerap bau. Baking soda dapat ditaburkan langsung ke noda, lalu dibiarkan sebelum pakaian dicuci, atau dicampur air untuk disemprotkan ke bagian yang terkena noda.
Jika noda masih menempel, cuka putih juga dapat menjadi pilihan lain. Cairan ini biasanya dicampur dengan air dalam perbandingan sama, lalu kapas dicelupkan ke larutan tersebut sebelum dioleskan ke noda kuning dan didiamkan beberapa menit.
Sabun cuci piring juga sering dipakai karena parfum mengandung minyak esensial, sementara sabun jenis ini memang dirancang untuk mengikat minyak. Beberapa tetes sabun bisa ditaruh langsung di atas noda, lalu digosok perlahan sebelum dibilas dengan air.
Untuk kain yang lebih sensitif seperti sutra, wol, atau linen, gliserin disebut lebih cocok karena perlakuannya lebih lembut. Cukup teteskan sedikit gliserin pada noda, diamkan sekitar 10 menit, lalu bilas dengan air dingin tanpa menggosok terlalu keras.
Noda kuning bekas parfum tidak hanya muncul karena alkohol dan minyak parfum. Kondisi ini juga bisa berkaitan dengan keringat dan debu yang ikut menempel pada pakaian.
Karena itu, pemilihan bahan pembersih sebaiknya disesuaikan dengan jenis kain agar baju tetap awet. Penanganan yang cepat juga penting supaya noda tidak sempat meresap lebih dalam dan membuat pakaian terlihat kusam.
Source: www.idntimes.com