Balinale 2026 akan menempatkan enam film Hong Kong dari Asian Film Academy Awards sebagai salah satu sorotan terbesarnya. Deretan judul itu hadir di tengah total 100 film yang dijadwalkan diputar selama festival berlangsung di The Icon XXI, Sanur, Bali, pada 1 hingga 7 Juni 2026.
Kehadiran program ini memperlihatkan bahwa sinema Hong Kong masih punya tempat kuat di tengah persaingan perfilman global. Balinale juga memosisikan rangkaian film tersebut bukan sekadar sebagai tambahan pemutaran, melainkan sebagai bagian penting dari wajah festival tahun ini.
Enam film dengan warna yang berbeda
Pilihan film AFAA tahun ini memperlihatkan keragaman tema yang luas. Penonton akan menemukan drama keluarga, thriller aksi, fiksi ilmiah, komedi, hingga cerita yang bersentuhan dengan dunia gim dan isu gender.
Golden Boy karya Chan Wai-koon menampilkan Louis Cheung sebagai mantan petinju yang berusaha menebus masa lalu setelah sepuluh tahun mendekam di penjara. Ceritanya berfokus pada hubungan ayah dan anak dengan latar pertarungan di ring tinju.
Road to Vendetta garapan Albert Njo Kui-Ying hadir sebagai thriller aksi yang membawa nuansa klasik era 90-an. Jeffrey Ngai dan sejumlah aktor Jepang terlibat dalam kisah balas dendam yang dipenuhi emosi dan aksi intens.
Back to the Past dari Ng Yuen-Fai dan Jack Lai Jan-Lung menempatkan Louis Koo dalam cerita fiksi ilmiah berlatar sejarah. Film ini mengikuti penjelajah waktu di era Dinasti Qin yang menghadapi kekacauan ketika senjata canggih dari masa depan muncul di masa kuno.
Cerita yang melampaui batas genre
Ciao UFO, arahan Patrick Leung Pak-Kin, mengambil latar perumahan Wah Fu pada 1980. Film ini berangkat dari legenda urban tentang penampakan UFO raksasa yang mengubah hidup tiga anak muda selamanya.
Gamer Girls, yang disutradarai Sophie Yang dan Veronica Bassetto, menyorot tim e-sport perempuan yang menghadapi stereotipe gender. Film ini dibangun dengan visual ambisius dan warna yang kuat untuk memberi pengalaman imersif di dunia gim.
Night King arahan Ng Wai-lun mempertemukan Dayo Wong dan Sammi Cheng dalam drama komedi yang memadukan sisi manis dan getir. Ceritanya mengangkat perjuangan bertahan hidup dengan alur cerdas serta produksi yang mewah.
Forum industri ikut menambah sorotan
Selain pemutaran film, Balinale 2026 juga menyiapkan Bali Film Forum pada 3 Juni 2026. Jeffrey Ngai, yang menjadi bintang utama Road to Vendetta, dijadwalkan hadir sebagai pembicara dalam agenda tersebut.
Di forum itu, Jeffrey akan membahas proses produksi filmnya dan berbagi pengalaman di balik layar. Kehadirannya memberi ruang bagi pelaku industri untuk melihat lebih dekat daya tarik sinema Hong Kong di mata audiens internasional.
Pendiri sekaligus Festival Director Balinale, Deborah Gabinetti, menyebut kerja sama dengan AFAA sebagai kolaborasi yang sudah terjalin lama. Ia mengatakan AFAA kembali membawa rangkaian film Hong Kong yang menarik serta penampilan tamu istimewa.
Dengan kombinasi genre yang beragam, nama-nama pemain yang dikenal luas, dan pendekatan cerita yang berbeda-beda, program AFAA menjadi salah satu magnet utama Balinale 2026. Dari Golden Boy hingga Night King, enam film ini menegaskan bahwa perfilman Hong Kong masih menawarkan energi kreatif yang kuat dan relevan.
Source: www.suara.com






