Genangan banjir di Kendari meluas ke sedikitnya 11 titik setelah hujan deras mengguyur kota itu sejak Sabtu malam. Sebaran air tidak hanya masuk ke permukiman warga, tetapi juga merendam jalan, kawasan perkantoran, hingga area persawahan.
Data sementara BPBD Kota Kendari menunjukkan titik-titik banjir tersebar di beberapa kecamatan, dengan konsentrasi utama di Wuawua, Baruga, dan Kambu. Petugas masih disiagakan di lapangan untuk memantau kondisi air sekaligus membantu warga yang terdampak.
Di Kecamatan Wuawua, banjir terpantau di Kelurahan Wuawua dan Kelurahan Bonggoeya. Sementara di Kecamatan Baruga, genangan muncul di kawasan Kali Wanggu, perumahan warga, dan Jalan Raya Kelurahan Lepo-lepo.
Sejumlah lokasi lain juga ikut terdampak. Genangan tercatat di Kelurahan Anduonuhu, Kelurahan Mokoau, Jalan Bangau di Kelurahan Kambu, Jalan Mangkerey di Kelurahan Kambu, serta Jalan Veteran di Kelurahan Wowanggu.
Kawasan Nanga-nanga juga tidak luput dari dampak hujan deras. Di wilayah itu, banjir turut mengganggu area persawahan dan memperluas sebaran lokasi terdampak di Kendari.
Kondisi yang menyebar di banyak titik membuat pemerintah kota diminta bergerak lebih terkoordinasi. Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang terdampak dan menilai penanganan banjir belum berjalan maksimal.
“kami atas nama pemerintah Kota Kendari mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga apabila sampai saat ini belum terlalu maksimal dalam penanganan banjir,” kata Siska.
Ia menegaskan bahwa persoalan banjir di Kendari tidak dapat diselesaikan dengan langkah terpisah. Pemerintah kota, kata dia, perlu memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sultra dan Pemerintah Pusat agar respons bisa lebih efektif.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Kali Wanggu karena luapan air merendam rumah-rumah warga. Dalam keterangan foto yang menyertai laporan, dampak di Kelurahan Lepo-lepo disebut memengaruhi sekitar 685 jiwa.
BPBD Kota Kendari menyebut data yang masuk masih bersifat sementara. Kepala BPBD Kota Kendari Cornelius Padang mengatakan pemantauan terus dilakukan karena sebaran genangan cukup beragam dan menjangkau banyak titik.
Warga yang tinggal di bantaran Kali Wanggu maupun wilayah lain yang berpotensi terdampak diminta tetap waspada. Hujan susulan dapat kembali menaikkan debit air dan memperluas genangan di lokasi yang sebelumnya sudah terendam.
Source: mediaindonesia.com






