Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB menyetujui susunan kepemimpinan baru yang menempatkan Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen. Dalam rapat yang digelar di Gedung Pakuan, Bandung, pemegang saham juga menetapkan Ayi Subarna sebagai Direktur Utama dan Eydu Oktain Panjaitan sebagai Komisaris Independen baru.
Pergantian ini menjadi penanda penting bagi Bank BJB karena struktur baru tersebut disusun dengan penekanan kuat pada integritas dan pembenahan tata kelola. Dari sisi pemerintah daerah, perubahan itu dipandang sebagai langkah untuk membuat bank milik daerah ini tampil lebih kredibel di tengah persaingan industri keuangan.
Integritas jadi poros utama pilihan pengurus
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa penyusunan manajemen baru Bank BJB tidak dilakukan sekadar untuk mengisi posisi kosong. Menurut dia, kebutuhan utama saat ini adalah menghadirkan figur-figur yang memiliki integritas tinggi agar bank daerah bisa memperoleh kepercayaan yang lebih kuat.
Dedi melihat kehadiran Susi Pudjiastuti sebagai bagian dari upaya itu. Ia menilai sosok Susi dapat memberi dampak lebih luas bagi Bank BJB, bukan hanya sebagai lembaga milik pemerintah daerah, tetapi juga sebagai bank yang mampu menarik perhatian di luar kepentingan lokal.
Pandangan tersebut menempatkan Bank BJB dalam kerangka yang lebih besar. Bank daerah disebut tidak cukup hanya mengandalkan status kepemilikan, melainkan juga harus menunjukkan tata kelola yang bersih dan arah bisnis yang meyakinkan.
Susi sempat menolak sebelum akhirnya menerima
Di balik penunjukan itu, Susi Pudjiastuti ternyata tidak langsung menyatakan setuju. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu sempat menolak tawaran dari Dedi sebelum akhirnya bersedia bergabung setelah mempertimbangkannya dari berbagai sisi.
Susi mengakui bahwa dirinya belum memiliki pengalaman langsung di dunia perbankan. Namun ia menilai pengalaman sebagai pengusaha tetap bisa menjadi nilai tambah bagi Bank BJB.
“Pengalaman di perbankan belum ada, tapi dengan keuangan saya juga kan pengusaha, dan saya yakin bisa memberikan nilai tambah pada bank jabar, semoga itu bisa,” kata Susi Pudjiastuti.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa pilihan terhadap Susi tidak hanya bertumpu pada kemampuan teknis perbankan. Rekam jejak pribadi dan pengalaman bisnis tampak menjadi bagian penting dari pertimbangan untuk memperkuat fungsi pengawasan perusahaan.
Ayi Subarna dorong transformasi dari dalam
Selain kursi komisaris utama, RUPST juga menetapkan Ayi Subarna sebagai Direktur Utama untuk mengisi posisi yang sebelumnya kosong sejak November 2025. Penunjukan ini melengkapi komposisi baru yang diharapkan mampu menggerakkan pembaruan di tubuh Bank BJB.
Ayi menilai perombakan pengurus sebagai momentum untuk memulai transformasi baru. Ia menekankan bahwa arah kerja ke depan tidak boleh berhenti pada capaian yang sudah ada, tetapi harus mendorong peningkatan kualitas perusahaan secara menyeluruh.
Ia juga menyoroti pentingnya hubungan kerja yang solid antara komisaris dan direksi yang baru. Menurut dia, sinergi keduanya perlu diarahkan untuk memperbaiki tata kelola perusahaan agar Bank BJB dapat memberi hasil terbaik bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan.
Dedi Mulyadi menambahkan bahwa pemilihan direksi dari internal perusahaan dinilai lebih aman untuk menjaga stabilitas organisasi. Ia menilai jalur karier dari dalam membantu bank mengurangi risiko yang muncul jika pengelolaan terlalu bergantung pada pihak luar.
Masih menunggu penetapan resmi dari OJK
Meski susunan pengurus baru sudah mendapatkan persetujuan dalam RUPST, seluruh nama yang ditetapkan tetap harus menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Otoritas Jasa Keuangan. Tahap ini menjadi prosedur wajib sebelum penetapan resmi berlaku sepenuhnya.
Proses tersebut menjadi penentu awal bagi efektivitas struktur baru Bank BJB. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, bank daerah ini akan memasuki fase penting untuk memperkuat tata kelola sekaligus menjaga kepercayaan publik.
Dengan kombinasi komisaris baru, direksi hasil kesepakatan pemegang saham, dan penekanan kuat pada integritas, Bank BJB kini berada pada titik penting dalam pembenahan manajemen. Fokus berikutnya ada pada kemampuan jajaran baru menjaga konsistensi kerja dan memperkuat posisi bank tersebut di industri keuangan nasional.
