Bank Jateng Siapkan Gedung Baru Di Jalan Mataram, Perkuat Layanan Di Pusat Ekonomi Semarang

Langkah Bank Jateng membangun gedung kantor cabang koordinator Semarang di Jalan Mataram menandai penguatan posisi layanan bank daerah itu di pusat kota. Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 2.541 meter persegi dengan luas bangunan 3.795 meter persegi, serta membawa nilai investasi Rp32,4 miliar.

Gedung empat lantai tersebut ditargetkan rampung pada Januari 2027. Kehadirannya diarahkan untuk menangkap aktivitas ekonomi kawasan pusat Semarang yang dinilai semakin dinamis dan memiliki banyak peluang bagi layanan perbankan.

Fokus pada layanan yang lebih representatif

Direktur Bisnis Kelembagaan dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng, Mas Waris, menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Bank ingin menyediakan fasilitas yang lebih nyaman, modern, dan representatif bagi nasabah maupun masyarakat Semarang.

Konsep bangunan juga tidak dibuat seragam dengan gedung kantor pada umumnya. Bank Jateng memilih sentuhan milenial futuristik, tetapi tetap mempertahankan unsur budaya Jawa Tengah agar identitas lokal tetap terlihat pada tampilan bangunan baru tersebut.

Arah pengembangan ini menunjukkan bahwa gedung baru tidak hanya diposisikan sebagai ruang kerja. Fasilitas tersebut juga disiapkan sebagai ruang layanan yang lebih selaras dengan kebutuhan masyarakat perkotaan yang bergerak semakin cepat.

Lokasi strategis jadi pertimbangan utama

Pemilihan Jalan Mataram bukan keputusan tanpa alasan. Kawasan itu berada di pusat kota dan dekat dengan berbagai aktivitas ekonomi yang bisa menjadi titik temu antara layanan bank dan kebutuhan pelaku usaha.

Bank Jateng melihat Semarang sebagai wilayah dengan ragam potensi yang dapat digarap lebih luas. Sektor pariwisata, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif termasuk di antara bidang yang dianggap relevan untuk mendukung pertumbuhan layanan keuangan bank daerah tersebut.

Dengan hadir di titik strategis, akses layanan perbankan diharapkan semakin dekat dengan masyarakat. Kondisi itu juga membuka peluang agar aktivitas ekonomi di pusat kota terhubung lebih erat dengan pembiayaan formal dan layanan keuangan lainnya.

Pembiayaan diarahkan ke sektor riil

Dari sisi bisnis, Bank Jateng menempatkan penyaluran kredit sebagai bagian penting dari penguatan kehadiran di Semarang. Instrumen yang disorot mencakup Kredit Usaha Rakyat atau KUR, pembiayaan retail UMKM, dan kredit konsumtif.

Fokus tersebut diarahkan untuk memperluas dampak layanan keuangan sekaligus membantu memperkuat daya beli masyarakat. Di saat yang sama, langkah itu diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui akses modal yang lebih luas dan terjangkau.

Pendekatan ini sejalan dengan peran bank pembangunan daerah yang tidak berhenti pada layanan transaksi. Bank Jateng ingin memperkuat kontribusi pada sektor produktif dengan basis layanan yang lebih kokoh di Semarang.

Sinergi dengan pemerintah kota

Di luar pembangunan fisik, Bank Jateng juga menekankan pentingnya kerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang. Sinergi tersebut diarahkan untuk mendukung kota yang maju, inklusif, dan berkeadilan sosial melalui kolaborasi di sektor ekonomi dan pembiayaan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menilai Bank Jateng memiliki kinerja positif dan dipercaya masyarakat. Ia juga menyoroti peran lembaga keuangan dalam membuka akses pembiayaan, memperkuat ekonomi lokal, dan mendorong inklusi keuangan.

Dari pihak pemerintah daerah, penguatan usaha kecil juga terus dijalankan lewat program Waras Ekonomi. Program ini menitikberatkan pada pendampingan UMKM dan sinergi lintas dinas agar pelaku usaha kecil dan menengah bisa berkembang lebih baik.

Keberadaan gedung baru Bank Jateng di Jalan Mataram kemudian dipandang sejalan dengan arah tersebut. Dengan desain baru, lokasi strategis, serta orientasi pembiayaan yang menyentuh sektor riil, kantor ini diarahkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi di pusat Semarang.

Source: jateng.antaranews.com

Berita Terkait