Bank Mandiri Catat Laba Rp15,4 Triliun, Kredit dan Dana Murah Tumbuh Di Atas Industri

Author: Redaksi Android62

Bank Mandiri menutup kuartal I 2026 dengan laba bersih konsolidasi Rp15,4 triliun. Angka itu naik 16,6% secara tahun ke tahun dan menempatkan perseroan dalam posisi yang tetap kuat di tengah kondisi pasar yang bergerak dinamis.

Kinerja tersebut ikut tercermin dari profitabilitas yang masih tinggi. Return on equity Bank Mandiri berada di level 22,1%, sedangkan capital adequacy ratio tercatat 19,7% sebagai bantalan modal yang solid untuk menjaga ruang ekspansi.

Penyaluran kredit menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan. Hingga Maret 2026, kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.530 triliun dan tumbuh 17,4% secara tahun ke tahun, jauh di atas rata-rata industri yang naik 9,37% secara tahun ke tahun berdasarkan data OJK per Februari 2026.

Angka itu menunjukkan bahwa Bank Mandiri masih mampu memperbesar pembiayaan di atas laju pasar. Di saat sebagian pelaku industri menghadapi tekanan likuiditas dan perlambatan, bank ini tetap mencatat ekspansi yang lebih cepat.

Pendanaan ikut menguat

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga bank only tercatat Rp1.675 triliun. Kenaikannya mencapai 21,1% secara tahun ke tahun, juga lebih tinggi dari pertumbuhan industri yang berada di level 13,2% pada periode yang sama.

Komposisi dana murah membantu menjaga efisiensi biaya dana. CASA Bank Mandiri mencapai Rp1.201 triliun atau naik 12,7% secara tahun ke tahun, sehingga struktur pendanaan tetap sehat dan kompetitif.

Efisiensi operasional juga terlihat dari rasio BOPO yang turun ke 58,0%. Perbaikan itu mencerminkan pengelolaan biaya yang semakin terkendali di tengah ekspansi bisnis yang tetap berjalan.

Risiko kredit tetap terjaga

Di tengah pertumbuhan pembiayaan yang agresif, kualitas aset Bank Mandiri masih dijaga ketat. Direktur Corporate Banking Bank Mandiri M. Rizaldi menyebut NPL Gross bank only tetap rendah di level 0,98%, membaik 3 bps secara tahun ke tahun.

Posisi tersebut jauh lebih baik dibandingkan rata-rata industri yang berada di level 2,17%. Bank juga menyiapkan cadangan yang memadai dengan NPL Coverage Ratio sebesar 245%, sehingga perlindungan terhadap kualitas aset tetap kuat.

Kombinasi pertumbuhan yang tinggi, rasio kredit bermasalah yang rendah, dan pencadangan yang tebal menunjukkan ketahanan bisnis yang terjaga. Bagi perbankan, tiga unsur itu menjadi penopang penting saat pasar masih berpotensi bergejolak.

Strategi disiplin di tengah kondisi berubah cepat

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menilai pencapaian itu lahir dari sinergi dengan berbagai unsur ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa posisi bank memberi ruang untuk melanjutkan ekspansi secara berkelanjutan sekaligus menjaga ketahanan menghadapi potensi gejolak pasar.

Dalam public expose kuartal I-2026 di Jakarta, Selasa (21/4), Riduan juga menekankan pentingnya strategi yang disiplin di tengah kondisi ekonomi yang berubah cepat. Arah itu membuat Bank Mandiri tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga kualitas pertumbuhan tersebut.

Dukungan ke program prioritas nasional

Selain memperkuat bisnis komersial, Bank Mandiri juga menyalurkan pembiayaan ke sejumlah program prioritas nasional. Dukungan itu mencakup Kredit Usaha Rakyat, Program 3 Juta Rumah, Makan Bergizi Gratis, dan Koperasi Desa Merah Putih.

Hingga kuartal I 2026, realisasi KUR Bank Mandiri mencapai Rp11 triliun. Pembiayaan tersebut menjangkau lebih dari 87 ribu pelaku UMKM di berbagai sektor produktif.

Pada program Makan Bergizi Gratis, sekitar 6.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi telah menggunakan layanan Virtual Account Bank Mandiri. Layanan ini membantu pengelolaan dana berjalan lebih akuntabel dan tertib.

Bank Mandiri juga membiayai sekitar 2.300 unit hunian dalam Program 3 Juta Rumah melalui skema FLPP. Di tingkat desa, bank ini mendukung aspirasi sekitar 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan.

Dengan laba yang naik dua digit, pendanaan yang semakin kuat, serta kualitas aset yang tetap terkendali, Bank Mandiri memasuki periode berikutnya dengan fondasi bisnis yang masih solid. Di tengah pasar yang belum sepenuhnya lepas dari tantangan, ruang gerak bank ini tetap terbuka untuk menjaga pertumbuhan sekaligus ketahanan.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru