Bantal yang tampak bersih belum tentu benar-benar higienis. Karena itu, cara mencucinya tidak bisa disamaratakan, sebab jenis isi bantal sangat menentukan apakah mesin cuci aman digunakan atau justru berisiko merusaknya.
Sejumlah ahli perlengkapan tidur dan kain menilai banyak bantal memang bisa dicuci dengan mesin, tetapi ada pengecualian penting. Bantal lateks, memory foam, dan buckwheat masuk kelompok yang sebaiknya tidak diproses dengan mesin karena mudah rusak akibat guncangan.
Jenis bantal yang perlu diperhatikan lebih dulu
Barbara Stern, pakar perlengkapan tidur dan tekstil, menyebut sebagian besar bantal pada dasarnya bisa masuk mesin cuci. Namun, Ashley Matuska Kidder dari Mountains of Laundry menegaskan bahwa metode pencucian harus disesuaikan dengan bahan isi bantal.
Matt O’Connor dari NoScrubs menjelaskan, bantal lateks sebaiknya tidak dicuci dengan mesin karena dapat hancur akibat agitasi. Ia juga menyarankan bantal memory foam dan bantal buckwheat dibersihkan dengan tangan agar struktur isinya tidak cepat rusak.
Sebaliknya, bantal dengan isian sintetis umumnya lebih aman dicuci dengan mesin. Kidder juga menyebut bantal bulu angsa masih bisa dicuci dengan mesin, asalkan perlakuannya dibuat lebih lembut dan terkontrol.
Langkah mencuci agar bantal tidak cepat rusak
Sebelum bantal masuk ke mesin, periksa dulu apakah ada sobekan pada kain luarnya. Jika ada bagian yang rusak, jahit lebih dulu agar isian tidak keluar saat proses pencucian berlangsung.
Agar putaran mesin tetap seimbang, masukkan dua bantal sekaligus. Jika hanya ada satu bantal, Barbara Stern menyarankan menambahkan beberapa handuk kotor agar beban cucian tetap stabil.
Gunakan air hangat dan deterjen secukupnya, lalu pilih formula yang ringan. Setelah itu, jalankan mesin dengan siklus lembut supaya bentuk bantal tidak berubah terlalu cepat.
Sesudah dicuci, bantal sebaiknya segera masuk pengering. Jika masih terasa lembap, jemur di bawah sinar matahari tidak langsung agar tidak memicu pertumbuhan jamur.
Seberapa sering bantal sebaiknya dicuci
Christina Heiser, direktur konten di Saatva, mengatakan bantal idealnya dicuci setiap 3-6 bulan. Untuk orang yang tinggal di wilayah tropis, sering kepanasan, atau mudah berkeringat, frekuensinya bisa dipercepat menjadi setiap dua bulan sekali.
Langkah itu membantu menekan penumpukan kotoran, minyak, bakteri, dan alergen. Heiser juga mengingatkan bahwa sarung atau pelindung bantal perlu dicuci berkala setiap dua minggu sekali, terutama jika terlihat noda.
Cara menjaga bantal tetap bersih lebih lama
Mary Marlowe Leverette, pakar rumah tangga dan kain, menyarankan penggunaan penutup pelindung selain sarung bantal. Lapisan tambahan ini dapat membantu mencegah debu dan tungau menumpuk lebih cepat di dalam bantal.
Ia juga menyarankan sarung bantal diganti setidaknya seminggu atau dua minggu sekali, bahkan lebih sering bila sedang sakit atau banyak berkeringat. Selain itu, tidur dengan rambut basah sebaiknya dihindari karena kelembapan bisa membuat bantal lebih cepat kotor.
Saat mengganti seprai, membersihkan bantal dengan penyedot debu juga dianjurkan. Cara ini membantu mengangkat sel kulit mati, tungau debu, dan alergen lain yang menempel di permukaan bantal.
Pada akhirnya, kunci merawat bantal bukan sekadar memastikan apakah bantal boleh masuk mesin cuci. Yang jauh lebih penting adalah mengenali jenis isian dan mengikuti label perawatannya dengan cermat agar bantal tetap bersih, nyaman, dan tahan lama.







