Banyuwangi kembali mencatat prestasi tertinggi dalam evaluasi kinerja pemerintah daerah dari Kementerian Dalam Negeri. Kabupaten di Jawa Timur itu menempati posisi pertama untuk kategori kabupaten dengan status kinerja tinggi, dan capaian tersebut menjadi yang keempat kalinya diraih Banyuwangi secara nasional.
Penghargaan itu diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dalam Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 di Plaza Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, pada Senin. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menerima apresiasi tersebut dan menegaskan bahwa capaian itu menjadi dorongan untuk terus melakukan pembenahan.
Empat kali di posisi teratas
Rekam jejak Banyuwangi dalam evaluasi Kemendagri menunjukkan konsistensi yang jarang terjadi. Predikat kabupaten berkinerja terbaik atau peringkat pertama ini menjadi kali keempat bagi Banyuwangi, yang menandakan daerah tersebut terus berada di kelompok dengan nilai tertinggi dalam penilaian nasional.
Penilaian yang digunakan Kemendagri bersumber dari Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah atau LPPD. Instrumen tahunan itu dipakai untuk melihat akuntabilitas dan efektivitas kinerja pemerintah daerah secara lebih menyeluruh.
Asisten Administrasi Umum Pemkab Banyuwangi, Budi Santoso, menjelaskan bahwa evaluasi Kemendagri mencakup 606 indikator. Seluruh indikator tersebut dipakai untuk menilai berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan, termasuk capaian makro yang mencerminkan hasil kerja daerah secara umum.
Dalam hasil terbaru, Banyuwangi disebut meraih nilai tertinggi dengan skor 3,8202 dan menyandang status kinerja tinggi. Budi juga menilai capaian pembangunan daerah selama ini menunjukkan tren yang terus membaik.
Data pembangunan ikut menunjukkan penguatan
Catatan Pemkab Banyuwangi memperlihatkan perkembangan yang sejalan dengan hasil evaluasi tersebut. Indeks Pembangunan Manusia Banyuwangi pada 2025 tercatat 75,17, naik dari 74,3 pada 2024.
Pada saat yang sama, persentase penduduk miskin juga turun. Angkanya bergerak dari 6,54 persen pada 2024 menjadi 6,13 persen pada 2025, yang menurut Budi menjadi yang terendah sepanjang sejarah Banyuwangi.
Selain itu, pendapatan per kapita masyarakat ikut meningkat. Nilainya naik dari Rp62,08 juta pada 2024 menjadi Rp67,08 juta pada 2025, menggambarkan adanya penguatan pada sisi kesejahteraan warga.
Arah pembangunan disesuaikan dengan agenda nasional
Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa arah pembangunan Banyuwangi disusun agar selaras dengan agenda nasional dan kebijakan pemerintah provinsi. Dalam penjelasannya, pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan ditempatkan sebagai urusan penting yang harus dijalankan daerah.
Ipuk juga menyinggung arahan Kemendagri agar daerah memperkuat sumber daya manusia, meningkatkan kapasitas fiskal daerah, dan mendorong kemandirian ekonomi rakyat. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyatakan bahwa arahan itu akan menjadi perhatian dalam langkah pembangunan berikutnya.
Di sisi lain, Ipuk menyampaikan terima kasih kepada para kiai, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga Banyuwangi yang terus memberi dukungan. Menurutnya, pencapaian ini bukan alasan untuk berhenti, melainkan pengingat agar pembenahan terus berjalan.
Rekam jejak lain yang ikut menguatkan posisi Banyuwangi
Selain kembali menempati posisi teratas dalam evaluasi Kemendagri, Banyuwangi juga memiliki catatan kinerja lain yang menonjol. Daerah ini disebut sebagai kabupaten terinovatif versi Kemendagri selama delapan kali berturut-turut sejak 2018 hingga 2025.
Banyuwangi juga meraih predikat AA dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah atau SAKIP. Kabupaten ini menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang berhasil memperoleh predikat tersebut.
Rangkaian capaian itu memperkuat citra Banyuwangi sebagai daerah yang konsisten menjaga kinerja pemerintahan, inovasi layanan, dan akuntabilitas publik. Dengan skor tinggi, penurunan kemiskinan, kenaikan IPM, dan peningkatan pendapatan per kapita, Banyuwangi kembali menjadi salah satu daerah yang mendapat sorotan dalam pengelolaan pemerintahan yang stabil dan terukur.
Source: jatim.antaranews.com






