Barasuara memilih jalur yang lebih ringkas saat merampungkan lagu terbaru mereka, Sementara. Lagu ini lahir dari proses yang relatif singkat, berbeda dari kebiasaan mereka di masa lalu yang kerap menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk satu lagu.
Di balik pendekatan itu, Sementara membawa tema yang dekat dengan banyak orang, yaitu berdamai dengan kegagalan, kehilangan, dan rencana hidup yang tidak berjalan seperti harapan. Barasuara menempatkan penerimaan sebagai inti pesan lagu, bukan sebagai bentuk menyerah.
Berangkat dari draf lama yang kembali dihidupkan
Ide Sementara sebenarnya sudah muncul sejak 2022 ketika Iga Massardi mulai menulis drafnya. Namun, materi tersebut belum sempat masuk ke pengerjaan album Jalaran Sadrah yang dirilis pada pertengahan 2024.
Baru pada awal 2026 lagu itu diajukan lagi saat band mulai menyiapkan materi baru. Respons para personel langsung positif karena lagu ini dianggap lebih matang, mudah diingat, dan terdengar lebih dewasa dari sisi nada maupun lirik.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Judul lagu | Sementara |
| Penulis | Iga Massardi |
| Produser | Barasuara |
| Formasi | Iga Massardi, Asteriska, Puti Chitara, Gerald Situmorang, Tj Kusuma, Marco Steffiano |
| Musisi tamu | Bass G dan Ami Purba |
Rekaman vokal dan instrumen dilakukan sepanjang April hingga Mei 2026. Proses itu melibatkan Bass G pada baritone saxophone dan tenor saxophone, serta Ami Purba pada terompet.
Setelah tahap rekaman, mixing dikerjakan oleh Stevano dan mastering dipercayakan kepada Dimas Pradipta pada Juni 2026. Gerald menilai cara kerja Barasuara kini terasa lebih ringkas, sementara Marco menyebut mereka sengaja menahan diri agar tidak terlalu banyak berpikir dalam pengerjaan lagu ini.
Penerimaan sebagai inti lagu
Dalam keterangan resmi yang diterima www.medcom.id, Iga menjelaskan bahwa lagu ini berbicara tentang mengikhlaskan keadaan ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana. Ia menekankan bahwa harapan tetap perlu dijaga sambil terus berusaha mencari jalan yang lebih baik.
“Intinya tentang itu: mengikhlaskan apa yang terjadi di saat itu, dan berharap sambil berusaha untuk menemukan akhir atau jalan yang lebih baik dari apa yang kita rencanakan,” kata Iga.
Asteriska memberi tafsir yang sejalan dengan pendekatan itu. Menurutnya, penerimaan merupakan tahap akhir setelah harapan yang pupus atau kehilangan, dan pada titik itu manusia belajar merelakan meski membutuhkan waktu.
“Penerimaan adalah tahapan akhir dalam proses emosional seseorang setelah harapan yang pupus atau kehilangan. Pada akhirnya manusia mampu merelakan meski butuh waktu. Lagu ini mengajak pendengar untuk percaya bahwa dari duka dan runtuhnya ekspektasi bisa muncul harapan atau kekuatan baru. Bukan penghapusan rasa, melainkan cara baru untuk melangkah,” ujar Asteriska.
Jejak perjalanan Barasuara dan pesan untuk pendengar
Setelah 14 tahun berkarya, Barasuara sudah melewati banyak fase, termasuk momen besar pada 2025 ketika lagu “Terbuang” dalam “Waktu” dan “Pancarona” dipakai sebagai soundtrack film Sore: Istri dari Masa Depan. Keduanya kemudian viral dan membuka jalan bagi pendengar baru untuk mengenal band ini.
Namun, bagi Barasuara, ukuran utama tetap ada pada musiknya sendiri. Iga menegaskan bahwa popularitas dipandang sebagai bonus, bukan tujuan utama, sementara kegagalan tidak selalu mereka baca sebagai akhir dari perjalanan.
“Kami selalu balik ke alasan pertama Barasuara dibikin: karena musiknya. Kalau lagunya viral, kami anggap itu sebagai bonus dari kerja keras. Tapi kalau itu enggak terjadi, kami cuma berharap lagunya akan menemukan tempatnya sendiri, entah kapan itu. Kalau memang belum berhasil, kami tidak menganggap itu sebuah kegagalan. Itu proses saja,” kata Iga.
Dengan nuansa yang lebih tenang dan pesan yang dekat dengan pengalaman sehari-hari, Sementara kini resmi dirilis sebagai teman dengar bagi Penunggang Badai dan pendengar lain yang sedang berada di situasi serba tidak pasti. Tj berharap lagu itu bisa hadir untuk siapa pun yang tengah berjalan sambil menunggu hidup kembali sesuai arah yang diinginkan.
“Semoga lagu ini bisa dinikmati dan menjadi teman untuk kawan-kawan yang sedang dalam situasi yang tidak sesuai dengan rencana dan cita-citanya,” ujar Tj.
Source: www.medcom.id






