Lelah, Libido Turun, dan Mood Berubah, Tanda Andropause Sering Lolos Dianggap Biasa

Penurunan testosteron pada pria umumnya mulai terjadi sejak usia 30 tahun dengan laju sekitar 1 persen per tahun. Kondisi ini menjadi bagian dari proses penuaan, tetapi pada sebagian pria dapat berkembang menjadi andropause ketika kadar hormon turun terlalu rendah.

Gejala andropause sering tidak langsung dikenali karena mirip kelelahan harian, tekanan kerja, atau dampak aktivitas yang padat. Akibatnya, banyak pria baru menyadari perubahan tubuh saat keluhan mulai mengganggu kehidupan seksual, fisik, dan emosional.

Gejala yang paling sering muncul

Tanda yang kerap dilaporkan antara lain libido menurun, gangguan ereksi, tubuh mudah lelah, massa dan kekuatan otot berkurang, serta lemak tubuh meningkat. Perubahan mood juga umum terjadi, mulai dari mudah marah, depresi, hingga kehilangan motivasi.

GejalaGambaranDampak yang Mungkin Terasa
Libido menurunGairah seksual berkurangHubungan intim dapat ikut terdampak
Gangguan ereksiKesulitan mempertahankan ereksiMengganggu fungsi seksual
Mudah lelahEnergi tubuh turunAktivitas harian terasa lebih berat
Massa otot berkurangOtot mengecil dan kekuatan menurunStamina fisik ikut melemah
Lemak tubuh meningkatPenumpukan lemak lebih terlihatKomposisi tubuh berubah
Perubahan moodMudah marah, depresi, atau kehilangan motivasiKondisi psikologis ikut terganggu

Selain enam tanda utama itu, penurunan kepadatan tulang, sulit berkonsentrasi, dan gangguan tidur juga termasuk keluhan yang kerap muncul. CNN Indonesia menyebut sekitar 30 persen pria berusia 50-an diperkirakan mengalami gejala andropause.

Usia mulai rentan dan faktor yang mempercepatnya

Menurut Marion Gluck Clinic, sebagian besar pria mulai merasakan andropause pada akhir usia 40-an hingga awal 50-an. Gejala bisa datang lebih cepat jika penurunan testosteron terjadi di bawah batas normal.

Beberapa faktor yang dapat mempercepat munculnya keluhan adalah obesitas, stres berkepanjangan, dan gaya hidup yang kurang sehat. Dalam kondisi tertentu, andropause juga dapat berkaitan dengan masalah medis yang lebih spesifik.

Penyebab dan cara menekan risikonya

Hingga kini belum ada penyebab tunggal yang benar-benar menjelaskan andropause pada pria. Faktor usia tetap menjadi pemicu utama, tetapi stres, kecemasan, pola makan yang buruk, dan konsumsi alkohol berlebihan dapat memperburuk penurunan testosteron.

Selain itu, kondisi medis seperti hipogonadisme onset lambat juga dapat menjadi penyebab. Kondisi ini terjadi ketika testis menghasilkan testosteron dalam jumlah sangat sedikit atau bahkan tidak memproduksinya sama sekali.

Meski merupakan bagian dari penuaan, gejala andropause dapat ditekan dengan pola hidup yang lebih sehat. Langkah yang disarankan meliputi makan bergizi seimbang, berolahraga teratur, tidur cukup dan berkualitas, serta mengelola stres dengan baik.

Pria juga dianjurkan menghindari kebiasaan merokok dan membatasi konsumsi alkohol berlebihan. Bila gejala mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan ke dokter penting dilakukan agar penanganannya tepat.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terkait