Federico Barba menegaskan Persib Bandung tidak datang ke Stadion Segiri, Samarinda, untuk bermain aman saat menghadapi Persija Jakarta. Bek Persib itu menyebut timnya datang dengan target jelas, yakni membawa pulang tiga poin dari laga pekan ke-32 Super League 2026.
Laga klasik ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu (10/5/2026) pukul 15.30 WIB. Pertemuan dua tim besar ini sudah lebih dulu memantik perhatian karena posisi pertandingan berada di fase akhir musim, saat tekanan mulai terasa di setiap pertandingan.
Barba menilai situasi seperti ini membuat duel semakin sulit. Ia menyebut kompetisi yang tinggal menyisakan sedikit laga otomatis menghadirkan beban besar untuk semua tim yang masih bersaing.
“Seperti yang dikatakan pelatih, kami akan menghadapi pertandingan ketat dan pastinya sulit. Hal ini wajar karena ketika kompetisi menyisakan sedikit pertandingan, situasinya menjadi sangat berat bagi semua tim,” ujar Barba dalam konferensi pers, Sabtu (9/5/2026).
Ucapan itu menunjukkan Persib membaca betul bobot laga yang tidak hanya ditentukan oleh rivalitas, tetapi juga oleh pentingnya hasil terhadap posisi di klasemen. Di titik ini, setiap poin terasa sangat berharga bagi tim yang sedang bersaing di papan atas.
Tekad Persib tidak berubah
Meski mengakui laga akan berjalan keras, Barba memastikan sikap Persib tidak berubah. Ia menegaskan seluruh pemain datang dengan satu tujuan, yaitu menang.
“Kami akan bertarung untuk memperebutkan tiga poin. Kami berada di sini untuk menang,” tegasnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan Persib ingin menjaga ritme positif di momen penting musim ini. Tiga poin juga dibutuhkan untuk mempertahankan posisi mereka di papan atas klasemen sampai akhir kompetisi.
Rivalitas yang selalu menyedot perhatian
Pertemuan Persija dan Persib memang punya tempat khusus dalam sepak bola nasional. Dua tim ini membawa rivalitas panjang yang membuat setiap bentrokan mereka selalu dinanti dan sering disebut sebagai salah satu duel paling panas di liga.
Kali ini, tensi laga semakin tinggi karena pertandingan berlangsung di pengujung musim. Selain gengsi, hasilnya juga berpotensi memengaruhi persaingan klasemen yang semakin ketat.
Persija diperkirakan tampil agresif karena laga ini memiliki nilai emosional yang besar bagi mereka. Di sisi lain, Persib datang dengan pesan tegas melalui Barba bahwa mereka siap bertarung penuh di Samarinda.
Atmosfer panas sejak awal laga
Dengan latar rivalitas panjang dan fase kompetisi yang sudah mendekati garis akhir, laga di Stadion Segiri hampir pasti berjalan intens sejak menit awal. Setiap duel kecil di lapangan bisa memberi pengaruh besar terhadap alur pertandingan.
Persib jelas tidak ingin kehilangan momentum pada periode krusial ini. Karena itu, tekad untuk menang menjadi sinyal bahwa mereka siap menghadapi tekanan apa pun yang muncul saat bertemu Persija.
Source: www.beritasatu.com






