Barcelona Makin Nyaman Di Puncak La Liga, Penalti Lamine Yamal Taklukkan Celta Vigo 1-0

Barcelona semakin nyaman di puncak klasemen La Liga setelah menaklukkan Celta Vigo 1-0 di Camp Nou pada pekan ke-32. Tambahan tiga poin itu membuat Blaugrana mengoleksi 82 poin dan menjaga keunggulan sembilan angka dari Real Madrid yang berada di posisi kedua.

Kemenangan ini juga memberi gambaran bahwa Barcelona mampu bertahan dalam laga yang berjalan ketat. Meski tidak menang besar, tim tuan rumah tetap efektif ketika peluang penting datang dan berhasil menjaga posisi mereka di jalur juara.

Yamal jadi pembeda dari titik putih

Satu-satunya gol Barcelona lahir dari Lamine Yamal yang mengeksekusi penalti pada menit ke-40. Penalti diberikan setelah Yamal dijatuhkan di dalam kotak terlarang oleh pemain belakang Celta Vigo, lalu dirinya sendiri menuntaskan tugas dengan baik.

Gol itu menegaskan peran Yamal sebagai pemain penentu dalam momen krusial. Barcelona mendapat keunggulan sebelum turun minum dan mempertahankannya hingga laga selesai, meski pertandingan berlangsung dalam tempo yang cukup rapat.

Namun, setelah mencetak gol, Yamal tidak menjalani malam yang sepenuhnya mulus. Tak lama kemudian, ia mengalami cedera dan harus meninggalkan lapangan lebih cepat, sehingga Barcelona kehilangan salah satu pemain terpenting dalam pertandingan tersebut.

Celta sempat merepotkan sejak awal

Celta Vigo tidak datang hanya untuk bertahan, dan mereka langsung membuat Barcelona bekerja keras pada awal laga. Pablo Duran bahkan menciptakan dua peluang beruntun yang berbahaya, tetapi Joan Garcia tampil sigap untuk menjaga gawang Barcelona tetap aman.

Peran Garcia sangat penting dalam menjaga ritme tim tuan rumah tetap stabil. Situasi itu membuat Barcelona sempat berada di bawah tekanan, meski mereka tetap lebih efisien dalam memanfaatkan kesempatan yang benar-benar berarti.

Barcelona sendiri tidak menguasai pertandingan secara mutlak, tetapi mereka mampu menjaga ketenangan saat menghadapi tekanan. Dari situ, satu momen penalti sudah cukup untuk mengubah jalannya laga dan memberi hasil maksimal bagi tim asuhan Blaugrana.

Gol tambahan dibatalkan dan tekanan tak kunjung hilang

Barcelona sebenarnya sempat mendekati gol kedua melalui Ferran Torres pada menit ke-56. Tendangan voli Torres sempat mengarah ke gawang, tetapi VAR membatalkannya karena sang pemain berada dalam posisi offside.

Keputusan itu membuat Barcelona harus tetap waspada sampai akhir pertandingan. Dengan selisih hanya satu gol, Celta Vigo terus berupaya mencari celah untuk mencuri poin, sehingga fokus di lini belakang menjadi sangat penting.

Di tengah situasi tersebut, pertahanan Barcelona dan kontribusi Joan Garcia tetap mampu meredam ancaman lawan. Kemenangan ini tak hanya ditentukan oleh gol, tetapi juga oleh disiplin menjaga konsentrasi hingga peluit akhir.

Radu tampil bagus, tetapi Celta tetap pulang tanpa poin

Di sisi lain, Ionut Radu layak mendapat sorotan meski Celta Vigo kalah. Sang kiper melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk saat menggagalkan peluang Pedri dan Roony Bardghji, yang membuat Barcelona gagal menambah keunggulan.

Performa Radu memperlihatkan bahwa Celta masih mampu memberi perlawanan kuat di markas Barcelona. Akan tetapi, ketangguhan sang penjaga gawang belum cukup karena timnya tetap kalah dalam urusan efektivitas di depan gawang.

Hasil ini membuat Celta Vigo tertahan di peringkat ke-7, tepat di bawah zona Eropa. Persaingan untuk merebut tiket ke kompetisi Eropa pun masih akan berlangsung ketat hingga sisa musim berjalan.

Bagi Barcelona, kemenangan tipis ini terasa sangat penting karena jarak di puncak klasemen tetap aman. Dengan enam hingga tujuh pertandingan tersisa, tim asuhan Blaugrana kini hanya membutuhkan tiga kemenangan lagi untuk memastikan gelar juara La Liga musim 2025/2026.

Berita Terkait