Barcelona masih harus menunggu lebih lama jika ingin membawa Alessandro Bastoni ke Spanyol. Inter Milan belum menunjukkan tanda-tanda akan melepas bek tengah andalannya itu, sementara posisi sang pemain justru terlihat nyaman di Giuseppe Meazza.
Sikap Inter membuat peluang Barcelona tidak sesederhana yang dibayangkan. Klub asal Catalonia itu memang membutuhkan tambahan amunisi di lini belakang, tetapi Bastoni tetap berada dalam kendali penuh Nerazzurri karena kontraknya masih tersisa dua tahun.
Beppe Marotta sudah memberi sinyal tegas bahwa Inter tidak berada dalam situasi terdesak untuk menjual. Presiden klub tersebut menilai Bastoni masih menjadi bagian penting skuad dan belum memperlihatkan keinginan untuk pindah.
“Sekarang ini, Bastoni itu pemain kami, dia pengin bertahan, dan kami merasa senang menjaga dia bersama kami,” ujar Marotta kepada Radio Rai. Pernyataan itu sekaligus memperkuat posisi Inter jika negosiasi benar-benar muncul di kemudian hari.
Barcelona tetap memantau, tetapi jalan terasa berat
Nama Bastoni masuk dalam daftar pantauan Barcelona karena dianggap cocok untuk proyek musim depan. Meski sudah memiliki Pau Cubarsi, Eric Garcia, dan Ronald Araujo, Barcelona tetap ingin menambah kedalaman di sektor bek tengah.
Masalah terbesar ada pada nilai transfer. Inter disebut membanderol Bastoni sebesar 70 juta euro, angka yang dinilai terlalu tinggi untuk kondisi finansial Barcelona saat ini.
Dengan situasi seperti itu, minat Barcelona belum otomatis berubah menjadi langkah konkret. Selama harga tetap tinggi dan posisi kontrak masih menguntungkan Inter, peluang transfer itu tampak jauh dari mudah.
Inter merasa aman mempertahankan pilar pertahanan
Di sisi lain, Inter tampak tidak khawatir dengan berbagai rumor yang mengitari Bastoni. Klub Serie A itu merasa punya ruang aman karena tidak ada tekanan untuk menjual salah satu bek terbaiknya.
Marotta menegaskan bahwa Bastoni masih berkomitmen penuh kepada Nerazzurri. Inter pun melihat tidak ada indikasi kuat yang mengarah pada keinginan sang pemain untuk hengkang.
Kondisi ini membuat klub asal Milan berada dalam posisi tawar yang nyaman. Selama kontrak masih berjalan dan pemain merasa betah, Inter bisa menahan minat klub-klub besar yang datang.
Sorotan publik tidak mengubah pandangan Inter
Rumor mengenai masa depan Bastoni juga sempat dipengaruhi perhatian publik di Italia. Ia disebut sempat membuka kemungkinan pindah ke Spanyol setelah mendapat sorotan atas aksi diving saat melawan Juventus, ditambah kritik usai kegagalan tim nasional Italia melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Namun, Marotta justru memberi pembelaan. Ia menilai Bastoni adalah bek berbakat yang sempat kurang beruntung dalam beberapa momen tertentu.
“Dia itu pemain berbakat. Dia memang kurang beruntung di beberapa insiden tertentu, dan dia bertanggung jawab atas diving naifnya di laga Inter-Juve. Dia yang pertama menyadarinya,” kata Marotta. Ucapan itu menunjukkan Inter masih memandang Bastoni sebagai aset penting, bukan sekadar pemain yang sedang berada di bawah tekanan.
Bukan hanya Barcelona yang memantau
Barcelona memang disebut sebagai salah satu peminat utama, tetapi mereka bukan satu-satunya klub yang mengamati situasi Bastoni. Marotta menyebut ada beberapa klub terbesar dan paling prestisius di Eropa yang juga ikut memantau perkembangan sang bek.
Meski begitu, Marotta menegaskan bahwa kabar transfer itu belum pasti. Artinya, minat dari berbagai klub besar masih sebatas pemantauan dan belum bergerak menjadi langkah nyata.
Dalam kondisi seperti ini, Bastoni justru semakin menonjol di pasar. Inter memegang kendali penuh, kontrak masih berjalan, dan sang pemain disebut masih ingin bertahan, sehingga Barcelona harus menghadapi tantangan besar bila tetap ingin mencoba mendekat.







