Batam Diserbu Raksasa Teknologi, Investasi Data Center RI Bisa Tembus US$20 Miliar

Indonesia sedang diburu investasi pusat data dalam skala besar, dan Batam menjadi salah satu titik paling panas di peta ekspansi itu. Pemerintah menyebut nilai proyek yang tengah disiapkan di kawasan tersebut berada di kisaran US$15 miliar hingga US$20 miliar.

Lonjakan minat itu datang ketika kebutuhan komputasi untuk kecerdasan buatan terus naik. Dalam situasi itu, kapasitas jaringan, ketersediaan lahan, dan talenta digital menjadi faktor yang menentukan arah persaingan antarnegara di Asia.

Pipeline yang terus membesar

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kapasitas eksisting data center di Indonesia sudah mencapai 580 megawatt. Dengan estimasi investasi sekitar US$1 juta per MW, ruang pertumbuhan sektor ini dinilai masih terbuka lebar.

Airlangga menambahkan bahwa tambahan kapasitas yang telah masuk pipeline mencapai 1,3 gigawatt. Angka ini menunjukkan skala ekspansi yang jauh lebih besar dibanding kapasitas yang sudah beroperasi saat ini.

AspekData
Kapasitas data center eksisting580 MW
Estimasi investasi per MWUS$1 juta
Tambahan kapasitas dalam pipeline1,3 GW
Nilai proyek BatamUS$15 miliar hingga US$20 miliar

“Kalau tambahan lagi sekitar 1,3 GW, ini yang sekarang di Batam itu investasinya sekitar US$15 miliar hingga US$20 miliar yang sudah on the pipeline,” kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (10/7/2026).

Nvidia dan big tech ikut masuk daftar minat

Dalam pemaparannya, Airlangga mengungkap bahwa Nvidia menjadi salah satu nama besar yang sudah menyatakan minat untuk membangun data center di Indonesia. Menurut dia, perusahaan itu akan bekerja sama dengan perusahaan asal Australia yang tidak disebutkan namanya.

Selain Nvidia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. juga dipastikan akan menanamkan investasi langsung. Airlangga juga menyebut Karawang akan menjadi lokasi ekspansi data center yang melibatkan hampir seluruh big tech.

“Kemudian di Karawang, ini juga hampir seluruh big tech akan mengembangkan ekspansi data center, karena saat ini data center sangat menjadi kunci untuk AI yang mengandalkan quantum computing,” jelasnya.

Infrastruktur dan talenta ikut dikejar

Pemerintah tidak hanya membidik pembangunan fisik, tetapi juga menyiapkan ekosistem pendukungnya. Airlangga mengatakan pemerintah telah menggandeng Arm Holdings, perusahaan semikonduktor asal Inggris yang merupakan mitra strategis Nvidia.

Melalui kerja sama itu, Presiden Prabowo Subianto menetapkan target 15.000 insinyur dan pekerja teknologi asal Indonesia agar dapat terserap ke dalam ekosistem Arm. Langkah ini menunjukkan bahwa penguatan data center juga diarahkan pada penyediaan talenta digital.

Di sisi konektivitas, pemerintah akan meresmikan tambahan jaringan kabel serat optik bawah laut dari Batam ke Singapura pada 20 Juli 2026. Jalur ini diharapkan memperkuat koneksi Indonesia ke jaringan global.

Indonesia saat ini memiliki dua landing cable, masing-masing ke Singapura untuk terhubung ke global dan ke Amerika Serikat lewat Bitung, Sulawesi Utara. Pemerintah disebut akan mendorong keduanya sebagai penguat konektivitas digital nasional.

AI diposisikan sebagai mesin pertumbuhan baru

Airlangga juga menyebut pemerintah tengah menyiapkan peraturan pemerintah terkait perekonomian digital dan AI. Kebijakan itu disiapkan untuk merespons perubahan besar dalam industri teknologi yang semakin bergantung pada komputasi canggih.

Ia menilai kecerdasan buatan akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru. Di saat yang sama, Indonesia berupaya memanfaatkan peluang tersebut di tengah dominasi perusahaan AI global yang masih banyak berbasis di AS.

Source: teknologi.bisnis.com
Berita Terkait