Erajaya Swasembada mulai menyiapkan mesin pertumbuhan baru di bisnis korporasi dan pendidikan melalui AI di perangkat. Perubahan ini menandai pergeseran dari penjualan perangkat keras semata menuju solusi yang memberi nilai operasional lebih besar bagi pelanggan.
Langkah tersebut juga menunjukkan cara baru perusahaan melihat pasar teknologi informasi. Perangkat yang dulu dianggap sebagai pusat biaya kini mulai diposisikan sebagai alat kerja yang dapat membantu efisiensi, terutama ketika kecerdasan buatan sudah bisa berjalan langsung di perangkat.
AI di perangkat membuka model kerja hibrida
Chief Strategy, Research and Development Director Erajaya, Mark Jefferson Go, menilai perkembangan cloud dan AI membuat perangkat keras saat ini cukup kuat untuk menjalankan pemrosesan kecerdasan buatan secara lokal. Pernyataan itu ia sampaikan dalam World AI Show Indonesia.
Menurut Mark, kondisi tersebut membuka ruang bagi model hibrida. Pemrosesan data tidak lagi harus sepenuhnya bergantung pada cloud, karena sebagian pekerjaan dapat dilakukan di perangkat sementara bagian lain tetap memanfaatkan komputasi eksternal.
| Fokus | Arah Bisnis | Implikasi |
|---|---|---|
| Korporasi dan pendidikan | AI di perangkat | Perangkat memberi nilai tambah operasional |
| Portofolio B2B | Solusi lengkap | Tidak berhenti pada distribusi perangkat keras |
| Pengembangan internal | Kemitraan dan peningkatan kemampuan tim | Mendukung perluasan layanan komersial |
Dari distribusi ke solusi yang lebih utuh
Di segmen korporasi dan pendidikan, kebutuhan pelanggan ikut berubah. Perangkat tidak cukup lagi hanya menjadi alat konektivitas, melainkan harus memberi manfaat nyata bagi organisasi yang membelinya.
Selama beberapa tahun terakhir, lini bisnis korporasi Erajaya masih banyak bertumpu pada pemenuhan komoditas perangkat keras. Namun perusahaan melihat pendekatan itu memiliki keterbatasan jika pasar hanya dilihat dari sisi distribusi.
Karena itu, Erajaya mulai mendorong portofolio yang lebih luas melalui layanan solusi yang relevan. Kemitraan strategis dengan Apple dan penyedia solusi teknologi lain menjadi salah satu kunci untuk memperkuat arah tersebut.
POC jadi langkah awal implementasi
Setelah arah bisnis dipetakan, Erajaya menyiapkan tahap Proof of Concept atau POC untuk menguji peluang ekonomi jangka pendek dari penerapan AI di perangkat. Tahap ini menjadi penting karena memperlihatkan bahwa perusahaan tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga menyiapkan penerapan yang lebih nyata.
Di saat yang sama, perusahaan juga menyadari perlunya peningkatan keterampilan tim internal agar bisa masuk lebih jauh ke layanan komersial. Penguatan kemampuan tersebut dipandang penting untuk mendukung perluasan bisnis B2B di luar sekadar distribusi perangkat.
Dengan arah baru ini, perangkat keras tetap menjadi jangkar bisnis inti Erajaya. Namun posisinya kini bergerak menjadi bagian dari solusi yang lebih luas untuk pelanggan korporasi dan pendidikan, sejalan dengan masuknya AI di perangkat ke dalam strategi perusahaan.
Source: teknologi.bisnis.com






