Batas Gas Ethereum Ditetapkan 200 Juta, Hasil Pekan Arktik yang Mempercepat Kapasitas Jaringan

Langkah yang paling menyita perhatian dari pertemuan para pengembang Ethereum di Svalbard adalah penetapan batas bawah gas limit pasca-Glamsterdam sebesar 200 juta. Angka itu menjadi penanda penting bagi kapasitas jaringan karena menentukan seberapa banyak transaksi yang dapat masuk ke dalam satu blok.

Keputusan tersebut muncul setelah sepekan kerja intensif di Longyearbyen, wilayah Arktik yang berada di sekitar 78 derajat utara. Dalam ajang Soldøgn interop, lebih dari 100 kontributor inti berkumpul untuk mempercepat pembaruan yang biasanya berlangsung lewat proses asinkron dan memakan waktu lebih panjang.

Peningkatan gas limit dipandang relevan bagi ambisi Ethereum untuk menopang skala aktivitas yang terus membesar. Semakin tinggi kapasitas itu, semakin banyak transaksi yang bisa diproses tanpa membuat jaringan cepat macet.

Selain menetapkan batas gas limit, tim juga menstabilkan implementasi external block builder. Mereka turut menyelesaikan angka repricing gas untuk EIP-8037, dua pekerjaan teknis yang ikut menjaga jaringan tetap efisien saat beban penggunaan berkembang.

Timothy Beiko dari Ethereum Foundation menilai interop week seperti ini mampu memadatkan progres asinkron selama sebulan menjadi pekerjaan nyata dalam sehari. Ia juga menyebut pekan kerja di Svalbard sebagai salah satu yang paling produktif dalam ingatan terbaru tim Ethereum.

Format kerja tatap muka itu memberi ruang bagi para kontributor untuk menyelesaikan rincian teknis yang biasanya tertahan lebih lama. Koordinasi langsung membuat pembaruan yang tersebar bisa dirampungkan lebih cepat dan lebih terarah.

Di tengah kabar teknis itu, Ether masih diperdagangkan di $2.377. Angka tersebut masih lebih dari 50% di bawah puncaknya pada Agustus di $4.946, meski data CoinGecko menunjukkan kenaikan 14% dalam sebulan terakhir.

Pendanaan pengembangan ikut bergerak

Pekan kerja di Arktik juga beririsan dengan langkah pendanaan dari Ethereum Foundation. Pada Jumat, yayasan itu menuntaskan penjualan over-the-counter ketiga sebanyak 10.000 token Ether kepada Bitmine Immersion Technologies.

Harga rata-rata transaksi tersebut mencapai $2.292 per koin, dengan nilai sekitar $23 juta. Dana itu langsung diarahkan kembali ke pengembangan Ethereum, termasuk riset, hibah, dan kegiatan seperti pertemuan di Svalbard.

Transaksi itu menandai kesepakatan ketiga antara Ethereum Foundation dan Bitmine. Pada Maret, Foundation menjual 5.000 ETH ke Bitmine di kisaran $2.043 per koin, sementara Jumat lalu 10.000 ETH lain berpindah tangan di harga $2.387, dan penjualan terpisah 10.000 ETH juga dilakukan ke perusahaan treasury saingan, Sharplink.

Bitmine sendiri tetap agresif meski harga Ether melemah. Awal pekan ini, perusahaan yang dipimpin investor Wall Street Tom Lee itu mengungkap pembelian Ethereum terbesar tahun ini, yakni 101.901 ETH senilai sekitar $235 juta.

Pembelian tersebut membuat total kepemilikan Bitmine menembus 5 juta Ether dan mengukuhkan posisinya sebagai akumulator korporasi terbesar aset itu. Namun dengan harga saat ini, Bitmine masih menghadapi kerugian belum terealisasi lebih dari $6 miliar karena sebagian besar akumulasi dilakukan di level harga yang jauh lebih tinggi.

Berita Terkait