Valve kembali menghadirkan Steam Controller dengan sejumlah pembaruan besar yang langsung membuatnya menonjol di antara perangkat kendali gim lain. Harga jualnya dipatok 99 dollar AS atau sekitar Rp 1,7 juta, dan penjualannya dimulai pada Senin, 4 Mei 2026 melalui toko resmi Steam di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat.
Meski sudah diumumkan, perangkat ini belum bisa dibeli dari Indonesia. Saat halaman produk dibuka dari tanah air, Steam menampilkan pembatasan wilayah dan menyebut item tersebut tidak tersedia untuk dibeli di lokasi pengguna.
Dirancang untuk ekosistem Valve
Steam Controller terbaru tidak diposisikan sebagai aksesori yang berdiri sendiri. Valve menempatkannya sebagai pelengkap ekosistem perangkat keras mereka, termasuk Steam Deck, serta perangkat masa depan seperti Steam Machine dan Steam Frame.
Pendekatan itu membuat kontroler ini terasa lebih menyatu dengan strategi perangkat keras Valve secara keseluruhan. Dengan begitu, fungsinya tidak hanya sekadar menjadi alat bermain, tetapi juga bagian dari jembatan antarperangkat dalam ekosistem Steam.
Perubahan besar dari generasi pertama
Dibandingkan Steam Controller generasi awal yang meluncur pada 2015, versi baru ini membawa ubahan yang jauh lebih besar. Salah satu pembaruan utamanya ada pada Thumbstick Magnetic yang diklaim lebih tahan lama.
Tata letak kontrol juga ikut berubah. Kini tersedia dua joystick dengan dukungan input sentuhan kapasitif, lalu dua trackpad yang ditempatkan di bagian bawah masing-masing joystick untuk memberi kontrol yang lebih fleksibel.
Valve tetap mempertahankan tombol konvensional seperti ABXY dan trigger L1/R1. Di sisi lain, perusahaan menambahkan empat tombol ekstra yang dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan pemain.
Fokus pada haptic dan gerakan
Valve memberi perhatian besar pada umpan balik saat bermain lewat empat motor haptic yang dibenamkan di Steam Controller. Sistem ini dirancang untuk menghadirkan getaran yang lebih realistis selama permainan.
Selain itu, perangkat ini juga mendukung kontrol berbasis gestur. Fitur tersebut memakai sensor gyroscope 6-axis IMU yang oleh Valve disebut Grip Sense.
Daya tahan baterai dan opsi koneksi
Untuk pemakaian harian, Steam Controller dibekali baterai 8,39Wh. Valve menyebut daya tahannya bisa mencapai lebih dari 35 jam dalam sekali isi ulang.
Valve juga memperkenalkan Steam Controller Puck sebagai aksesori pendamping. Dongle nirkabel ini berguna untuk koneksi latensi rendah sekaligus pengisian daya magnetik, meski pengguna tidak wajib memakainya.
Jika tidak memakai Puck, kontroler tetap bisa terhubung lewat Bluetooth atau kabel USB-C. Opsi ini memberi fleksibilitas lebih bagi pengguna yang ingin menyesuaikan cara pakai dengan perangkat yang dimiliki.
Dukungan lintas perangkat
Valve menyiapkan dukungan yang cukup luas untuk Steam Controller terbaru. Perangkat ini kompatibel dengan Windows, Mac, Linux, dan perangkat seluler melalui aplikasi Steam Link.
Integrasinya juga mencakup Steam Deck, baik saat digunakan dalam mode genggam maupun saat dipasang ke dok. Pada sistem Steam Frame, kontroler ini dapat bekerja bersama kamera sistem untuk melacak gerakan dan memainkan gim non-VR di layar virtual.
Dengan harga 99 dollar AS, dua trackpad, empat motor haptic, serta koneksi yang lengkap, Steam Controller baru diposisikan sebagai aksesori serius untuk ekosistem gaming Valve. Ketersediaannya memang masih dibatasi di sejumlah wilayah, tetapi perangkat ini sudah jelas diarahkan untuk mengisi peran penting di lini perangkat keras Valve berikutnya.







