Baterai 7.000 mAh Dan Layar Lengkung 144Hz, Deretan HP Rp2 Jutaan Ini Terasa Kebangetan Murah Di 2026

Di tengah pasar HP kelas Rp2 jutaan yang makin ketat, beberapa model justru tampil dengan kombinasi spesifikasi yang biasanya lebih sering ditemukan di kelas lebih tinggi. Sorotan terbesarnya datang dari layar lengkung, refresh rate 144Hz, dan baterai 7.000 mAh yang kini ikut hadir di rentang harga sekitar Rp2,5 jutaan hingga Rp2,6 jutaan.

Kondisi pasar pada pertengahan 2026 memang tidak mudah. Kenaikan harga komponen global, terutama RAM dan chipset, membuat banyak pabrikan harus menyesuaikan banderol produknya, tetapi sejumlah perangkat tetap dijaga agar terlihat agresif di kelasnya.

Baterai jumbo jadi daya tarik utama

Motorola G57 Power menjadi salah satu nama yang paling menonjol berkat baterai 7.000 mAh. Kapasitas ini diklaim mampu bertahan hingga dua hari penuh dalam pemakaian normal, sehingga perangkat ini cocok untuk pengguna yang lebih mementingkan daya tahan daripada sekadar tampilan.

Ponsel tersebut juga dibekali Snapdragon 6 Gen 4, RAM 8 GB, dan penyimpanan 256 GB. Pada sisi kamera, Motorola memasang sensor utama 50 MP dari Sony Lytia, sementara bodinya sudah mengantongi standar militer MIL-STD-810H.

Layar lengkung ikut turun ke kelas terjangkau

Di sisi lain, layar lengkung yang dulu identik dengan HP mahal kini mulai hadir di kelas lebih murah. Redmi Note 15 4G menjadi salah satu model yang mencuri perhatian karena membawa panel AMOLED dengan desain layar lengkung di segmen terjangkau.

Layar tersebut juga memiliki peak brightness 3.000 nits, sehingga tetap nyaman dipakai di bawah sinar matahari langsung. Untuk kebutuhan foto, perangkat ini membawa kamera utama 108 MP dan kamera depan 20 MP yang menambah nilai jualnya di kelas harga tersebut.

144Hz bukan lagi fitur yang jauh dari Rp2 jutaan

Persaingan di segmen ini juga dipanaskan oleh Infinix Hot 60 Pro dan Infinix Hot 60 Pro Plus. Keduanya sama-sama mengusung layar AMOLED 144Hz, dengan Hot 60 Pro memakai panel 6,78 inci dan Hot 60 Pro Plus tampil lebih mencolok lewat layar lengkung AMOLED 144Hz.

Hot 60 Pro Plus juga menawarkan screen-to-body ratio 93,4 persen, bodi setipis 5,95 mm, dan bobot 155 gram. Sementara itu, Hot 60 Pro hadir dengan baterai 5.160 mAh, fast charging 45W, NFC, fingerprint di bawah layar, serta sertifikasi IP64.

Masih ada pilihan lain yang tetap relevan

Tecno Spark 40 Pro ikut masuk persaingan lewat bodi setipis 6,6 mm dan layar AMOLED 6,78 inci beresolusi 1,5K. Ponsel ini memakai Helio G1 Ultimate, RAM 8 GB, dan kamera utama 50 MP, meski belum memiliki OIS atau EIS untuk perekaman 1080p 60 FPS.

Redmi Note 13 5G juga masih menarik di kelas yang sama karena membawa Dimensity 6080 5G, RAM 8 GB LPDDR4X, dan storage 256 GB UFS 2.2. Layarnya sudah AMOLED 120Hz dengan perlindungan Gorilla Glass 5, tetapi speaker masih mono dan dukungan OS disebut mentok di Android 15.

Harga yang tetap dijaga di tengah pasar naik

Dari sisi banderol, keenam perangkat itu sama-sama berada di rentang Rp2,5 jutaan hingga Rp2,6 jutaan. Infinix Hot 60 Pro, Tecno Spark 40 Pro, dan Motorola G57 Power berada di kisaran Rp2,5 jutaan, sedangkan Redmi Note 15 4G dan Infinix Hot 60 Pro Plus ada di kisaran Rp2,5 jutaan hingga Rp2,6 jutaan.

Redmi Note 13 5G dipatok sekitar Rp2,6 jutaan. Di tengah harga pasar yang cenderung naik, kehadiran layar lengkung, refresh rate tinggi, dan baterai 7.000 mAh membuat kelas HP Rp2 jutaan terasa jauh lebih murah dari yang semestinya.

Berita Terkait