Xiaomi 17T Pro langsung menempatkan diri sebagai salah satu model paling menarik di kelas premium karena membawa baterai 7.000mAh, kamera periskop 5x, dan pengisian cepat 100W. Dengan kombinasi itu, perangkat ini jelas dibidik untuk pengguna yang butuh daya tahan besar tanpa harus masuk ke harga flagship paling tinggi.
Bukan hanya varian Pro, Xiaomi juga menyiapkan Xiaomi 17T sebagai pasangan yang tetap serius di segmen yang sama. Kedua model ini sudah dibawa ke pasar global lewat peluncuran di Eropa, dan Xiaomi masih mempertahankan fokus pada lini T Series agar tetap relevan di tengah persaingan ponsel premium.
Layar besar dengan karakter berbeda
Xiaomi memberi pembeda yang cukup jelas pada bagian layar. Xiaomi 17T Pro menggunakan panel AMOLED 6,83 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate 144Hz, sedangkan Xiaomi 17T hadir dengan layar AMOLED 6,59 inci 1,5K dan refresh rate 120Hz.
Meski ukurannya berbeda, keduanya tetap berbagi sejumlah kemampuan yang sama. Layar kedua ponsel mendukung kecerahan hingga 3.500 nits, Dolby Vision, dan perlindungan Corning Gorilla Glass 7i.
Pada model Pro, Xiaomi juga membuat tampilan depan terasa lebih lega lewat bezel ultra-tipis 1,29mm. Sentuhan ini membuat perangkat terlihat lebih modern tanpa mengubah fokus utamanya pada sisi performa dan fitur.
Chip MediaTek dan pendingin untuk beban berat
Di bagian dapur pacu, Xiaomi memilih chip MediaTek generasi terbaru untuk dua model ini. Xiaomi 17T Pro memakai Dimensity 9500 3nm, sementara Xiaomi 17T mengandalkan Dimensity 8500-Ultra 4nm.
Keduanya dipasangkan dengan RAM LPDDR5X 12GB dan penyimpanan UFS 4.1. Untuk menjaga kestabilan saat dipakai bermain gim atau membuka banyak aplikasi, Xiaomi juga menambahkan sistem pendingin 3D IceLoop vapor chamber.
Leica tetap jadi daya tarik kamera
Sektor kamera menjadi salah satu alasan seri ini mencuri perhatian. Xiaomi membekali Xiaomi 17T dan 17T Pro dengan kamera telefoto periskop 50MP berzoom optik 5x, sekaligus melanjutkan kerja sama dengan Leica.
Kamera utama di kedua perangkat sama-sama 50MP, tetapi sensornya berbeda. Xiaomi 17T Pro memakai sensor Light Fusion 950 berukuran 1/1.31 inci, sedangkan Xiaomi 17T menggunakan Light Fusion 800 berukuran 1/1.55 inci.
Untuk melengkapi kebutuhan foto harian, keduanya juga membawa kamera ultrawide 12MP dan kamera depan 32MP. Xiaomi turut menambahkan fitur Leica Live Moment yang memungkinkan klip video singkat terekam bersamaan saat pengguna mengambil foto.
Baterai besar untuk penggunaan intensif
Kapasitas baterai menjadi nilai jual utama seri ini. Xiaomi 17T Pro dibekali baterai 7.000mAh dengan fast charging 100W dan wireless charging 50W, sedangkan Xiaomi 17T membawa baterai 6.500mAh dengan pengisian cepat 67W.
Keduanya sama-sama mendukung reverse wired charging 22,5W. Dengan kapasitas sebesar ini, seri 17T diposisikan sebagai ponsel yang cocok untuk pemakaian intensif sepanjang hari.
Fitur premium di luar spesifikasi inti
Di luar komponen utama, Xiaomi juga menambahkan sejumlah fitur yang biasanya hadir di perangkat lebih mahal. Kedua model membawa sertifikasi IP68, speaker stereo dengan Dolby Atmos, Bluetooth 6.0, NFC, dan sensor sidik jari di dalam layar.
Xiaomi 17T Pro mendapat tambahan dukungan Wi-Fi 7. Sementara itu, kedua ponsel menjalankan HyperOS 3 dengan fitur HyperAI, termasuk AI Writing, pengenalan suara, dynamic wallpaper, Circle to Search, dan integrasi Gemini AI.
Harga dan varian yang sudah disiapkan
Xiaomi 17T dijual mulai €749 untuk varian 12GB/256GB dan €799 untuk versi 512GB. Pilihan warnanya meliputi Violet, Opal White, Biru, dan Hitam.
Xiaomi 17T Pro dipasarkan mulai 899 euro untuk varian 256GB, 999 euro untuk 512GB, dan 1.099 euro untuk versi 1TB. Model Pro tersedia dalam warna Deep Blue, Deep Violet, dan Hitam.
Saat ini, kedua model sudah dijual di Inggris dan sejumlah pasar Eropa pilihan. Xiaomi juga menyebut jadwal peluncuran di Indonesia akan berlangsung pada 2 Juni, sehingga seri 17T tinggal menunggu kehadiran lokalnya untuk ikut meramaikan pasar HP premium.
