Di antara dua HP murah ini, perbedaan paling mencolok justru ada pada arah pemakaiannya. TECNO Spark 50 4G datang dengan baterai 7000 mAh, sementara Infinix Hot 70 lebih menonjol lewat performa yang lebih kencang dan pengisian daya 45W.
Karena sama-sama menyasar pengguna yang ingin layar besar, koneksi 4G, dan harga terjangkau, keduanya memang terlihat sekelas dari luar. Namun, pilihan akan terasa lebih tegas begitu masuk ke detail, sebab masing-masing membawa keunggulan yang berbeda.
Layar dan tampilan depan terasa akrab
Infinix Hot 70 dan TECNO Spark 50 4G sama-sama memakai layar IPS LCD 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz. Keduanya juga dibekali kamera depan 8MP dan kamera belakang 50MP.
Bekal itu membuat pengalaman dasarnya mirip untuk menonton, bermain, atau sekadar menjelajahi media sosial. Jadi, pembeda utama bukan ada di sisi depan, melainkan pada mesin dan fitur pendukung yang dibawa masing-masing perangkat.
Performa jadi pembeda paling penting
Infinix Hot 70 memakai MediaTek Helio G100 Ultimate, sedangkan TECNO Spark 50 4G mengandalkan MediaTek Helio G81 Ultimate. Di kelas yang sama, posisi Helio G100 Ultimate berada lebih tinggi, sehingga Infinix Hot 70 lebih unggul untuk pengguna yang mengutamakan respons dan kelancaran kerja harian.
Keunggulan Infinix tidak berhenti di chipset. Ponsel ini mendukung memori internal UFS 2.2, yang lebih baik untuk baca-tulis data dibanding eMMC 5.1 yang dipakai pada HP dengan Helio G81.
Dari sisi kapasitas, Infinix Hot 70 juga lebih lega. Varian memorinya tersedia hingga 256GB, sementara TECNO Spark 50 4G hanya sampai 128GB.
Baterai besar melawan isi ulang lebih cepat
TECNO Spark 50 4G unggul pada kapasitas baterai karena membawa 7000 mAh. Angka itu lebih besar dibanding baterai 6000 mAh milik Infinix Hot 70.
Meski begitu, Infinix Hot 70 membalas lewat pengisian daya 45W. TECNO Spark 50 4G hanya mendukung pengisian 18W, sehingga waktu isi ulangnya cenderung lebih lama walaupun kapasitas baterainya lebih besar.
Infinix Hot 70 juga punya reverse wired charging 10W lewat USB Type-C. Fitur ini memberi nilai tambah karena ponsel dapat dipakai untuk mengisi perangkat lain saat diperlukan.
Desain belakang dan fitur tambahan ikut memengaruhi pilihan
Bagian belakang menjadi area lain yang langsung membedakan keduanya. Infinix Hot 70 memakai modul kamera persegi panjang yang memanjang vertikal, sedangkan TECNO Spark 50 4G hadir dengan modul belakang yang terinspirasi dari desain iPhone 17 Pro.
Infinix Hot 70 juga membawa Active Halo Light di punggungnya. Lampu ini bisa menyala saat perangkat mengisi daya atau menerima pesan masuk, dan ada opsi warna thermo orange yang dapat berubah warna di tempat dengan temperatur berbeda.
Untuk ketahanan, Infinix Hot 70 mengantongi sertifikasi IP65. TECNO Spark 50 4G berada di IP64, sehingga perlindungannya lebih terbatas pada cipratan air.
Fitur yang membuat masing-masing punya nilai sendiri
TECNO Spark 50 4G masih mempertahankan audio jack 3,5 mm. Fitur ini berguna bagi pengguna yang masih memakai headphone berkabel.
Di sisi lain, kedua ponsel sama-sama membawa speaker stereo, pemindai sidik jari di tombol daya, dan pemancar inframerah. TECNO Spark 50 4G juga menambahkan NFC, sementara Infinix Hot 70 lebih menonjol lewat Active Halo Light dan pilihan warna yang lebih ekspresif.
Harga menunjukkan target yang berbeda
TECNO Spark 50 4G dipasarkan lebih murah. Varian 4/128GB dijual Rp1,9 juta dan varian 6/128GB dibanderol Rp2,2 juta.
Infinix Hot 70 masuk di kelas harga yang lebih tinggi. Varian 4/128GB dijual Rp2,1 juta, 6/128GB Rp2,6 juta, 8/128GB Rp3,1 juta, dan 6/256GB Rp3,3 juta.
Dengan susunan seperti itu, TECNO Spark 50 4G lebih cocok untuk pembeli yang menaruh prioritas pada baterai besar, harga lebih rendah, dan audio jack 3,5 mm. Infinix Hot 70 lebih pas bagi pengguna yang mengejar performa, pengisian daya lebih cepat, dan perlindungan air yang lebih baik.
Source: www.idntimes.com






