Perubahan paling mencolok di pasar smartphone akhir Mei datang dari arah yang sama: baterai besar dan fitur gaming yang makin serius. Di tengah arus itu, iQOO Z11 menjadi sorotan karena disebut membawa baterai 9.020 mAh, angka yang berpotensi menempatkannya di jajaran ponsel arus utama dengan kapasitas terbesar di pasar Indonesia.
Kapasitas jumbo tersebut dipadukan dengan fast charging 90W. Jika spesifikasi itu benar hadir, kombinasi daya tahan dan pengisian cepat ini akan menjadi salah satu daya tarik utama di kelas menengah yang kini makin agresif.
Baterai besar jadi nilai jual utama
Arah pasar smartphone terlihat bergerak menjauh dari patokan lama 5.000 mAh. Sejumlah perangkat baru kini bermain di kisaran 6.000 mAh hingga menembus 9.000 mAh, menandakan daya tahan baterai semakin diposisikan sebagai fitur utama.
iQOO Z11 diperkirakan juga memakai Snapdragon 7s Gen 4, RAM hingga 12 GB, serta layar AMOLED 1,5K dengan refresh rate 144 Hz. Di sisi lain, iQOO menyiapkan iQOO Z11x sebagai pilihan yang lebih terjangkau dengan baterai 7.200 mAh dan fast charging 44W.
Untuk spesifikasi lain, iQOO Z11x dikabarkan menggunakan layar IPS LCD 6,76 inci 120 Hz. Chipset MediaTek Dimensity 7400 Turbo membuat model ini tetap terasa agresif untuk penggunaan kelas menengah.
Fitur gaming makin turun ke kelas menengah
Sektor gaming juga ikut bergerak ke segmen yang lebih luas. Nubia menjadi salah satu merek yang paling menonjol lewat seri Neo terbaru, terutama karena membawa fitur yang biasanya lebih identik dengan ponsel gaming premium.
Nubia Neo 5 Max disebut hadir dengan layar AMOLED 7,5 inci 120 Hz dan chipset MediaTek Dimensity 7080. Paling menarik, perangkat ini membawa shoulder trigger fisik yang membantu kontrol saat bermain game FPS dan battle royale.
Bekal daya pada model ini juga besar, yaitu baterai 7.000 mAh. Dengan kapasitas seperti itu, Nubia Neo 5 Max diposisikan untuk mendukung sesi bermain yang panjang tanpa terlalu sering mengisi ulang daya.
Model lain membawa spek lebih agresif
Di atasnya, Nubia Neo 5 GT tampil lebih serius. Ponsel ini disebut memakai layar AMOLED 6,8 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate 144 Hz dan tingkat kecerahan hingga 4.500 nits.
Chipset yang dipakai adalah MediaTek Dimensity 7400. Nubia juga menyematkan kipas pendingin aktif internal dan tombol fisik R1/L1 agar pengalaman bermain terasa lebih dekat ke konsol portabel.
Dari sisi daya, Nubia Neo 5 GT mengusung baterai 6.000 mAh dengan fast charging 80W. Perangkat ini juga memiliki bypass charging, fitur yang menyalurkan daya langsung ke sistem saat bermain sambil mengisi agar suhu perangkat lebih stabil.
Kelas terjangkau ikut naik spesifikasi
Persaingan yang lebih padat tidak hanya terjadi di kelas menengah. Segmen entry-level juga ikut kebagian spesifikasi yang sebelumnya lebih sering muncul di ponsel kelas atas.
Tecno Spark 5 5G menjadi salah satu nama yang mencuri perhatian di kategori ini. Perangkat tersebut disebut membawa layar 6,78 inci 120 Hz, chipset MediaTek Dimensity 6400, dan kamera utama 50 MP.
Daya tahannya ditopang baterai 6.500 mAh dengan fast charging 45W. Paket seperti ini menunjukkan bahwa layar cepat dan pengisian daya kencang kini mulai menjadi standar baru di kelas terjangkau.
Infinix juga menyiapkan Infinix Hot 7 4G dengan fokus pada performa. Perangkat ini memakai Helio G100 6nm, RAM 8 GB LPDDR4X, dan penyimpanan hingga 256 GB, lalu dipadukan dengan layar IPS 120 Hz.
Untuk urusan daya, Infinix Hot 7 4G dibekali baterai 6.000 mAh dan pengisian cepat 45W. Kombinasi tersebut membuat segmen murah ikut terdorong naik level tanpa harus masuk ke harga yang lebih tinggi.
Semi-flagship juga ikut ramai
Di kelas yang lebih premium, Xiaomi dan Vivo sama-sama menyiapkan perangkat yang mengarah ke semi-flagship. Keduanya datang dengan pendekatan berbeda, tetapi sama-sama menonjolkan spesifikasi yang serius.
Xiaomi disebut menyiapkan Xiaomi 17T dan Xiaomi 17T Pro. Kedua model ini digadang membawa layar AMOLED 2K 144 Hz dan tiga kamera belakang 50 MP dengan OIS, termasuk telefoto 5x optical zoom dan kamera ultra-wide 12 MP.
Kemampuan videonya juga disebut bisa mencapai 8K. Untuk performa, Xiaomi 17T dikabarkan memakai Dimensity 8.500, sedangkan Xiaomi 17T Pro membawa chipset MediaTek flagship terbaru dengan penyimpanan hingga 1 TB berbasis UFS 4.0.
Vivo X300 FE hadir dengan pendekatan yang lebih ringkas. Ponsel ini disebut menyasar pengguna yang menginginkan perangkat compact dengan spesifikasi tinggi, memakai Snapdragon 8 Gen 5 dan layar LTPO AMOLED 1,5K.
Di bagian kamera, tersedia sensor utama 50 MP dan telefoto 50 MP dengan zoom optik 3x. Vivo X300 FE juga dibekali baterai 6.100 mAh dan fast charging 90W, membuatnya tetap menonjol di tengah pasar yang makin menuntut performa dan daya tahan sekaligus.







