Baterai Mobil Listrik Bekas Kini Disulap Jadi Aset Baru, Efeknya Besar untuk Otomotif

Author: Redaksi Android62

Fasilitas Megafactory 1 milik Moment Energy di Vancouver, British Columbia, Kanada, resmi beroperasi sebagai pabrik baterai EV bekas terbesar di dunia. Pabrik ini langsung menarik perhatian karena mengubah baterai kendaraan listrik yang sudah tak lagi optimal menjadi sistem penyimpanan energi untuk kebutuhan komersial.

Langkah tersebut dinilai penting bagi industri otomotif dan energi karena membuka pasar baru untuk baterai yang sebelumnya dianggap limbah. Dalam skema ini, baterai bekas tidak dibuang, melainkan dipakai ulang sebagai Battery Energy Storage System atau BESS.

Penggunaan baru untuk baterai yang masih layak

Megafactory 1 tidak memproduksi sel baterai baru. Fasilitas ini memanfaatkan baterai kendaraan listrik yang kapasitasnya sudah menurun, lalu mengolahnya menjadi sistem cadangan listrik untuk data center, rumah sakit, kawasan industri, microgrid, hingga infrastruktur strategis lain.

Moment Energy menilai baterai EV bekas masih memiliki nilai guna meski tidak lagi optimal untuk kendaraan. Karena dipakai ulang sebagai media penyimpanan, proses produksinya juga lebih fleksibel dibanding pabrik baterai konvensional.

Perusahaan menyebut pemanfaatan komponen EV bekas tidak dibatasi bobot maupun dimensi baterai yang digunakan. Hal itu membuat baterai second-life lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan penyimpanan energi di berbagai sektor.

Dampak ke otomotif dan pasokan energi

Beroperasinya fasilitas ini muncul saat kebutuhan listrik global terus meningkat. Di sisi lain, baterai kendaraan listrik generasi awal mulai memasuki fase akhir masa pakai dan membutuhkan jalur pemanfaatan baru.

Ekosistem second-life battery diperkirakan akan makin cepat berkembang karena pabrik seperti Megafactory 1 memberi nilai ekonomi tambahan pada baterai bekas. Bagi produsen otomotif, model ini juga berpotensi menekan biaya pengelolaan limbah baterai.

Umur baterai mobil listrik umumnya mencapai lima sampai delapan tahun atau lebih, tergantung kondisi pemakaian, lingkungan, dan kebiasaan pengisian daya. Setelah itu, baterai masih bisa dipakai ulang untuk penyimpanan energi sebelum benar-benar tidak layak digunakan.

Target produksi dan serapan kerja

Moment Energy menargetkan Megafactory 1 mampu memproduksi sistem penyimpanan energi hingga 1 gigawatt-jam per tahun pada 2030. Target itu menunjukkan ambisi perusahaan memperbesar peran baterai bekas dari sekadar limbah menjadi aset industri.

Operasional pabrik ini juga diperkirakan menciptakan lebih dari 100 lapangan kerja langsung. Selain itu, sekitar 1.000 jenis pekerjaan tidak langsung diproyeksikan terserap di wilayah sekitar fasilitas.

Edward Chiang, salah satu pendiri dan CEO Moment Energy, mengatakan proyek itu diumumkan enam minggu lalu dan kini sudah beroperasi. Ia juga menyebut teknologi yang tepat dapat membantu Amerika Utara memindahkan kembali manufaktur domestik dalam hitungan minggu, bukan dekade, sambil menciptakan ribuan lapangan kerja dan kemakmuran ekonomi.

Dukungan investasi dan posisi Moment Energy

Moment Energy berdiri pada 2020 dan berkembang dari perusahaan rintisan universitas menjadi pemain di sektor penyimpanan energi komersial. Perusahaan ini menerima dukungan investasi 4,9 juta dolar Kanada dari pemerintah setempat melalui Pacific Economic Development Canada atau PacifiCan.

Pada awal 2026, perusahaan itu menutup pendanaan Seri B senilai USD40 juta. Dengan tambahan tersebut, total pendanaan yang dihimpun Moment Energy kini telah melampaui USD100 juta atau sekitar Rp1,79 triliun.

Moment Energy juga mengklaim sebagai perusahaan pertama yang memperoleh sertifikasi keamanan produk dan keamanan fungsional untuk sistem manajemen baterai atau Battery Management System yang dirancang khusus bagi baterai EV bekas. Pencapaian ini memperkuat posisinya di pasar penyimpanan energi yang menuntut standar keselamatan tinggi.

Tekanan pada bahan baku baru bisa berkurang

Perkembangan industri baterai second-life juga membawa implikasi bagi rantai pasok bahan baku. Jika pemanfaatannya meluas, ketergantungan terhadap penambangan litium, nikel, dan kobalt berpotensi berkurang.

Di tengah dorongan menuju ekonomi rendah emisi, model yang dijalankan Moment Energy memperlihatkan arah baru bagi industri otomotif dan energi. Baterai EV bekas kini tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sumber daya yang masih bisa memberi nilai ekonomi dan mendukung sistem kelistrikan modern.

Berita Terbaru