CATL membawa sistem baterai ion sodium ke Eropa dengan klaim usia operasional yang dapat mencapai 25 hingga 30 tahun. Proyeksi itu didasarkan pada ketahanan hingga 15.000 siklus penggunaan saat kapasitas kesehatan baterai atau State of Health berada di level 70 persen.
Usia pakai tersebut menjadi perhatian karena proyek penyimpanan energi skala besar membutuhkan perangkat yang dapat beroperasi berulang kali dalam jangka panjang. CATL menempatkan Tener Sodium sebagai pilihan untuk kebutuhan daya yang mengutamakan ketahanan, efisiensi operasional, dan keselamatan.
Ketahanan Diuji pada Suhu Rendah dan Panas
Sistem CATL Tener Sodium dirancang bekerja pada perubahan suhu yang tajam. Teknologi bipolar untuk rentang suhu luas disebut mampu mempertahankan kapasitas lebih dari 92 persen saat suhu mencapai minus 20 derajat Celsius.
Pada suhu hingga 45 derajat Celsius, sistem ini diklaim dapat menjalankan lebih dari 10.000 siklus. CATL menyatakan operasi tersebut tidak memerlukan sistem isolasi tambahan ataupun pendingin khusus.
| Aspek | Data CATL Tener Sodium |
|---|---|
| Ketahanan penggunaan | Hingga 15.000 siklus |
| Usia pada SOH 70 persen | Sekitar 25-30 tahun |
| Kapasitas pada -20 derajat Celsius | Lebih dari 92 persen |
| Operasi pada 45 derajat Celsius | Lebih dari 10.000 siklus |
Kemampuan pada suhu ekstrem menjadi salah satu faktor yang dinilai penting untuk penggunaan di lokasi dengan kondisi lingkungan berbeda. Karakter ini dapat memperluas pemakaian baterai ion sodium pada proyek penyimpanan energi masa depan.
Fokus pada Keselamatan Sistem
CATL juga menerapkan rancangan keselamatan intrinsik pada sistem tersebut. Rancangan ini disebut dapat mengurangi gaya ekspansi sel hingga 40 persen serta menekan produksi gas hingga 35 persen.
Dalam kondisi thermal runaway, suhu permukaan sistem diklaim berada di kisaran 200 derajat Celsius. CATL menyatakan pendekatan ini menawarkan tingkat keselamatan yang lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.
Aspek keselamatan menjadi penting karena penyimpanan energi berskala besar memakai banyak sel baterai dalam satu sistem. Pengendalian ekspansi dan gas menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan operasi dalam durasi panjang.
Kesepakatan hingga 5 GWh
Masuknya CATL Tener Sodium ke Eropa dilakukan melalui kesepakatan penyediaan sistem penyimpanan energi hingga 5 GWh. Implementasi kolaborasi CATL dengan mitranya di kawasan tersebut dijadwalkan mulai pada awal 2027.
Kerja sama ini telah dibahas sejak 2023 dan pada tahap awal berfokus pada pengembangan baterai lithium-ion. Perluasan ke baterai ion sodium menunjukkan kebutuhan pasar terhadap pilihan teknologi penyimpanan energi yang lebih beragam.
CEO Alfen Michael Colijn menyebut pengembangan ion sodium sebagai langkah strategis untuk memperluas opsi teknologi. “Pengembangan ion sodium ini menjadi langkah untuk menghadirkan sistem penyimpanan energi yang lebih beragam dan tangguh,” ujarnya.
Menurut Liputan6 yang mengutip CarNewsChina, CATL Tener Sodium diperkenalkan di Munich, Jerman, pada 22 Juni 2026. Sistem ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri penyimpanan energi dalam skala besar.
Efisiensi untuk Operasi Jangka Panjang
CATL membekali sistem tersebut dengan Power Conversion System yang menggunakan teknologi kontrol tegangan dua arah berbasis paten. Teknologi itu disebut dapat menjaga keluaran tegangan pada 690 volt.
Sistem ini juga diklaim meningkatkan Round-trip Efficiency hingga hampir 2 persen. Konsumsi daya internalnya disebut dapat ditekan menjadi sekitar 1 persen, atau sekitar setengah dari rata-rata sistem penyimpanan energi pada umumnya.
Co-President CATL menilai kerja sama di Eropa dapat memberikan nilai tersendiri bagi pelanggan di kawasan itu. “Kerja sama ini akan memberikan keberlanjutan siklus sekaligus nilai unik bagi pelanggan Eropa,” katanya.
Ekspansi tersebut menandai langkah CATL memperkuat posisinya di pasar energi global. Baterai ion sodium kini mulai dipertimbangkan sebagai alternatif selain lithium-ion untuk kebutuhan penyimpanan energi jangka panjang.
