Baterai iPhone Ultra disebut berada di angka 4.883 mAh, lebih kecil daripada perkiraan kapasitas iPhone 18 Pro Max yang berada di kisaran 5.235–5.425 mAh. Selisih ini terasa janggal karena perangkat lipat pertama Apple itu justru harus menghidupkan dua layar sekaligus.
Informasi tersebut datang dari Digital Chat Station di Weibo, yang menyebut Apple telah mendaftarkan dua sel baterai baru untuk perangkat itu. Apple disebut kemungkinan akan menampilkan kapasitas tersebut sebagai sekitar 5.000 mAh, mengikuti pola pembulatan yang sebelumnya juga pernah dipakai perusahaan.
Kompromi desain di balik kapasitas yang tipis
Ruang internal pada ponsel lipat jauh lebih rumit dibanding model biasa. iPhone Ultra harus menampung engsel, panel layar fleksibel yang lebih tebal, rangka pelindung, dan pembagian bobot yang tetap seimbang saat perangkat dibuka maupun ditutup.
Karena itu, kapasitas mentah baterai tampak harus dikorbankan demi stabilitas desain. Apple diduga tetap memakai baterai berdensitas tinggi, tetapi ruang yang tersedia membuat angka mAh tidak bisa melonjak lebih jauh.
Keputusan tersebut menunjukkan Apple tampaknya lebih memprioritaskan ketipisan, daya tahan struktur, dan keseimbangan perangkat daripada mengejar angka baterai yang besar. Untuk kategori lipat premium, pilihan itu bisa menjadi risiko tersendiri di mata konsumen.
Perbandingan langsung dengan iPhone 18 Pro Max
Yang membuat kabar ini menarik adalah fakta bahwa iPhone Ultra justru datang dengan kompleksitas lebih tinggi, namun tidak membawa kapasitas baterai yang lebih besar dari iPhone 18 Pro Max. Padahal, model Pro Max konvensional diperkirakan masih punya kapasitas lebih tinggi di atas 5.200 mAh.
| Perangkat | Kapasitas Baterai | Catatan |
|---|---|---|
| iPhone Ultra | 4.883 mAh | Dual-cell untuk dua layar |
| iPhone 18 Pro Max | 5.235–5.425 mAh | Tergantung konfigurasi SIM |
| Galaxy Z Fold 7 | 4.400 mAh | Pesaing foldable |
| Pixel 10 Pro Fold | 5.015 mAh | Pesaing foldable |
Dibandingkan para pesaing foldable, posisi iPhone Ultra juga tidak otomatis memimpin. Galaxy Z Fold 7 disebut berada di 4.400 mAh, sementara Pixel 10 Pro Fold mencapai 5.015 mAh.
Masih bergantung pada efisiensi iOS dan chip A-series
Meski begitu, Apple selama ini tidak terlalu mengandalkan kapasitas baterai besar untuk menghasilkan daya tahan yang baik. iOS yang ketat dalam mengelola aplikasi latar belakang serta optimasi chip A-series kerap membuat iPhone bertahan lama dalam penggunaan nyata.
Dengan A20 Bionic dan iOS 19, iPhone Ultra masih punya peluang menutup kekurangan kapasitas tersebut. Namun, tantangan utamanya berbeda dari iPhone biasa karena dua layar aktif sekaligus akan memberi beban yang belum pernah dihadapi iPhone dalam bentuk seperti ini.
Posisi di pasar foldable dan jadwal peluncuran
DCS juga mengindikasikan bahwa perangkat ini sudah masuk tahap produksi massal. iPhone Ultra disebut tetap dijadwalkan meluncur bersama iPhone 18 Pro dan Pro Max pada September 2025.
Di pasar foldable, strategi Apple tampak berada di jalur tengah. Perusahaan tidak mengejar kapasitas setinggi Huawei Mate X6 yang disebut berada di sekitar 5.200 mAh, tetapi juga tidak terpaut terlalu jauh dari Samsung Galaxy Z Fold 7.
Pendekatan itu selaras dengan karakter Apple yang biasanya mengutamakan keseimbangan antara desain, performa, dan pengalaman pengguna. Dalam kasus iPhone Ultra, kompromi baterai tampaknya menjadi harga yang harus dibayar untuk masuk ke pasar ponsel lipat.
Jika pengujian internal Apple memberi lampu hijau, kapasitas 4.883 mAh mungkin dianggap cukup untuk pemakaian seharian. Namun untuk perangkat yang harus menyalakan dua layar, angka tersebut tetap menunjukkan bahwa iPhone Ultra datang dengan kompromi yang tidak kecil.







