Linda Noskova menutup final Wimbledon pertamanya dengan cara yang dramatis, setelah lebih dulu terpukul oleh kegagalan memanfaatkan empat peluang emas untuk menang. Petenis Ceko berusia 21 tahun itu akhirnya bangkit dan menundukkan Karolina Muchova 6-2, 5-7, 6-3 di Lapangan Utama All England Club, London, Inggris.
Dalam usia 21 tahun 237 hari, Noskova menjadi juara tunggal putri Wimbledon termuda setelah Petra Kvitova. Gelar ini juga mengantar namanya ke daftar juara yang disegani, sekaligus memperlihatkan betapa tipis batas antara kemenangan besar dan kehancuran emosi di panggung Grand Slam.
Empat match point yang nyaris mengubah segalanya
Noskova sempat unggul 5-2 pada set kedua dan memegang empat match point untuk mengakhiri laga. Namun, ia gagal menuntaskannya, termasuk saat kehilangan match point keempat karena double fault ketika melakukan servis.
Kegagalan itu membuat lengannya kaku dan emosinya runtuh. Ia kemudian menutup kepala dengan handuk sambil menangis karena frustrasi, sebelum meminta toilet break untuk menenangkan diri menjelang set ketiga.
Sesudah kembali ke lapangan, Noskova membasuh wajahnya dengan air dingin. Di momen itu, ia melihat dua trofi berbentuk Venus Rosewater Dish yang disiapkan untuk juara dan runner-up, dan keputusan mentalnya langsung berubah.
“Saat melihat trofi itu, saya berpikir tidak ingin mendapat yang kecil, saya akan membawa pulang yang besar. Momen itu sudah dekat dan saya akan patah hati jika tidak mendapatkannya. Maka, saya pun berusaha fokus kembali,” tutur Noskova.
Bangkit saat pertandingan kembali dimulai
Fokus baru itu langsung terlihat sejak awal set ketiga. Noskova mematahkan servis Muchova pada gim pertama, lalu melaju unggul 3-0 dan mempertahankan kendali hingga akhir pertandingan.
Ketika datang match point kelima, ia mengaku tidak lagi larut dalam tekanan angka. “Saat itu, saya bahkan tidak sadar dalam posisi match point karena hanya fokus pada permainan. Itu akhirnya membawa saya pada kemenangan,” katanya.
| Partai Final | Hasil | Momen Penting |
|---|---|---|
| Linda Noskova vs Karolina Muchova | 6-2, 5-7, 6-3 | Gagal pada 4 match point sebelum menang di set ketiga |
Kemenangan itu terasa semakin besar karena diraih atas sesama petenis Ceko, Karolina Muchova, dalam final yang mempertemukan dua nama dari negara yang sama. Bagi Noskova, ini adalah pembuktian bahwa ketenangan sesaat bisa mengubah arah pertandingan sepenuhnya.
Emosi di podium dan penghormatan untuk keluarga
Perayaan Noskova berlangsung emosional ketika ia menerima trofi dari Putri Wales Kate Middleton. Ia lalu mengucapkan terima kasih kepada ibunya, Ivana, yang meninggal karena kanker dua tahun lalu.
“Saya tidak akan berdiri di sini tanpa ibu saya. Terima kasih,” kata Noskova dengan suara tercekat, lalu mengirim ciuman ke udara.
Di Royal Box, Petra Kvitova ikut menyaksikan final dan kemudian memberi selamat langsung kepada Noskova di dekat ruang ganti pemain. Kvitova, juara Wimbledon 2014, menjadi salah satu figur Ceko paling penting yang hadir dalam momen bersejarah itu.
Martina Navratilova juga berada di Royal Box untuk melihat generasi penerus petenis putri Ceko. Kehadiran dua legenda itu menegaskan bahwa kemenangan Noskova bukan sekadar gelar, melainkan juga simbol estafet di tenis putri Ceko.
Disiplin hidup dan kepedulian di luar lapangan
Di luar sorotan final, Noskova dikenal sangat terikat pada rutinitas. Ia mengaku memiliki 20 hingga 30 poin takhayul yang dilakukan setiap hari dan hampir tidak pernah diubah.
Rutinitas itu mencakup kebiasaan pagi yang sama, menu makan siang yang sama, hingga penggunaan kamar mandi dan wastafel yang sama. Menurut Noskova, pola tersebut sudah menjadi bagian dari hidupnya.
Noskova juga aktif sebagai sukarelawan di bidang lingkungan. Ia lahir di Vsetin, wilayah pedesaan di Ceko yang dekat dengan hutan, sehingga sejak lama akrab dengan isu lingkungan.
Pada November 2025, ia menjadi sukarelawan di Zanzibar, termasuk mengajar bahasa Inggris dan geografi di sekolah. Ia juga menyoroti persoalan kemiskinan di wilayah itu dan menyatakan ingin tetap aktif dalam kegiatan lingkungan setelah karier tenisnya selesai.
Dengan gelar Wimbledon pertama di tangan, Noskova kini memasuki fase baru dalam kariernya. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi di level tertinggi setelah keberhasilan yang lahir dari air mata, disiplin, dan keberanian untuk bangkit tepat saat trofi besar masih ada di depan mata.
Source: www.kompas.id






