Baterai Lithium, Joystick, Hingga Efoil Memaksa Aturan Kapal Terus Diperbarui oleh ABYC

Author: Redaksi Android62

Teknologi kapal bergerak jauh lebih cepat daripada aturan yang mengawasinya. Karena itu, ABYC berada di posisi penting untuk memastikan inovasi baru tetap aman saat benar-benar dipakai di air.

Lembaga ini tidak hanya merespons perubahan, tetapi ikut membentuk standar saat perangkat baru mulai masuk pasar. Dari sistem bantu kemudi yang makin canggih sampai baterai modern di kapal, ABYC harus memberi batas aman yang bisa dipakai builder tanpa menghambat inovasi.

Saat sistem bantu kendali makin cerdas

Salah satu tantangan terbaru datang dari teknologi bantuan operator yang mulai mengambil peran lebih besar di kapal rekreasi. Sistem seperti Avikus Neuboat dan Raymarine DockSense memakai kamera, GPS, lidar, sonar, dan radar untuk membaca lingkungan sekitar perahu.

Teknologi itu dapat mengenali objek, menghitung jarak, lalu membantu operator mengambil keputusan, termasuk mengubah arah agar bisa melewati kapal lain dengan aman. Namun, makin besar porsi kendali yang dibantu sistem, makin besar pula perhatian yang harus diberikan oleh USCG dan ABYC.

Secara teknis, perangkat seperti ini masuk dalam ABYC Standard P-28, sama seperti joystick. ABYC juga sedang menyiapkan technical report khusus untuk ADA agar perkembangan sistem otomatis tetap selaras dengan pengalaman berlayar yang aman.

Joystick dari fitur mewah menjadi kebutuhan luas

Joystick dulu identik dengan yacht besar dan dianggap sebagai fitur mewah. Kini perangkat itu sudah merambah perahu kecil bermesin tunggal dan bahkan muncul sebagai fitur standar di pontoon boat.

Perubahan penggunaan itu membuat ABYC menilai joystick tak bisa lagi diperlakukan sebagai teknologi khusus. ABYC Standard P-28 yang disusun pada 2020 menggabungkan dua standar kemudi dan kontrol yang sebelumnya terpisah.

Dalam standar itu, joystick didefinisikan sebagai perangkat input untuk mengendalikan thrust, steering, dan propulsion secara bersamaan. P-28 juga mengatur mode cruising dan maneuvering, termasuk syarat fail-safe saat operator melepas joystick dalam mode maneuvering.

ABYC menekankan bahwa respons joystick harus intuitif dan konsisten. Jika joystick digerakkan ke satu arah, kapal harus bergerak ke arah yang sama, dan fungsi putar juga harus mengikuti arah putaran tangan.

Efoil mendorong aturan keselamatan ikut bergerak

Teknologi efoil menjadi contoh lain ketika inovasi memaksa aturan mengikuti perkembangan. Perangkat ini bekerja seperti papan selancar dengan sayap bawah air, digerakkan motor listrik, memakai baterai bawaan, dan dikendalikan dengan remote genggam.

Brian Goodwin, director of Standards and Compliance ABYC, menyebut Coast Guard sudah menetapkan efoil sebagai vessel. Karena alat ini memakai tenaga listrik, ABYC menilai keselamatan tidak boleh dibiarkan berjalan seperti “Wild West”.

Atas permintaan USCG, ABYC membahas kebutuhan standar keselamatan untuk efoil dan powered surfboards. Fokusnya mencakup mekanisme pemutus darurat, kapasitas, keamanan baterai dan sistem listrik, serta peringatan dan label produk.

Baterai lithium membawa efisiensi sekaligus tantangan

Perubahan di ruang mesin juga ikut mengubah cara ABYC melihat keselamatan. Baterai lithium iron phosphate atau LiFePO4 memberi banyak keuntungan, mulai dari bobot yang lebih ringan, pemakaian hampir 100 persen kapasitas, pengisian yang lebih cepat, hingga umur pakai yang panjang.

Di sisi lain, ABYC menyoroti risiko gas beracun, thermal runaway, dan perubahan distribusi bobot kapal karena karakter baterai ini berbeda dari baterai lama atau generator. Karena itu, standar instalasinya tidak bisa disamakan begitu saja dengan sistem konvensional.

ABYC merespons dengan E-13 Standard pada 2022 untuk instalasi dan penggunaan baterai lithium di kapal. Standar itu mewajibkan battery management system yang dapat menghentikan pengisian otomatis saat tegangan atau suhu melewati batas aman.

Pemasangan juga harus mengikuti standar uji seperti UL 1973, UL 2580, atau SAE J3053. Selain itu, baterai harus diamankan agar tahan gerakan kapal dan dipasang sesuai panduan pabrikan soal ventilasi dan lokasi.

Mesin tempel yang makin berat ikut mengubah desain kapal

Pergeseran teknologi tidak berhenti di sistem listrik. Mesin tempel modern, terutama dari perubahan dua-tak ke empat-tak, membawa bobot yang jauh lebih besar di bagian buritan kapal.

Saat Federal Boat Safety Act berlaku, mesin tempel masih relatif ringan. Kini pasangan outboard besar bisa menambah bobot signifikan, sehingga ABYC menyesuaikan Standard S-30 pada 2015 agar lebih sesuai dengan kondisi modern.

Penyesuaian itu sangat penting untuk perahu di bawah 26 kaki. Builder harus menyesuaikan flotation dan capacity plate agar kapal tetap seimbang saat menerima mesin yang tenaga dan bobotnya terus naik.

Goodwin menegaskan bahwa standar harus terus diperbarui seiring kenaikan ukuran dan tenaga outboard. Dari 200 hp ke 400 hp hingga 600 hp, aturan keselamatan perlu tetap relevan supaya kapal tidak kehilangan keseimbangan atau perlindungan dasar akibat perubahan desain penggerak.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru