Saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA masih menghadapi batas psikologis yang cukup berat di area Rp6.000. Pada perdagangan hari ini, level Rp5.917 menjadi titik yang paling menentukan apakah penguatan masih bisa berlanjut atau kembali tertahan.
CGS International Sekuritas menilai saham bank berkapitalisasi besar ini masih punya ruang penguatan, tetapi belum cukup kuat untuk menembus ambang tersebut dalam waktu dekat. Dengan demikian, pergerakan BBCA masih diperkirakan terbatas meski sentimen intraday terlihat positif.
Level kunci yang perlu dicermati
Dalam analisis teknikalnya, CGS International menempatkan support pertama BBCA di Rp5.458 dan support kedua di Rp5.367. Di atasnya, pivot berada di Rp5.642, yang menjadi batas penting untuk menjaga peluang kenaikan tetap hidup.
Selama harga bertahan di atas pivot, peluang penguatan masih terbuka. Jika tekanan beli berlanjut, resistance pertama berada di Rp5.733 dan resistance berikutnya ada di Rp5.917.
| Posisi Teknikal | Level BBCA |
|---|---|
| Support pertama | Rp5.458 |
| Support kedua | Rp5.367 |
| Pivot | Rp5.642 |
| Resistance pertama | Rp5.733 |
| Resistance berikutnya | Rp5.917 |
Pada perdagangan Rabu, 1 Juli 2026, BBCA tercatat menguat 2,70 persen ke level Rp5.700. Data Stokbit hingga pukul 10.55 WIB juga menunjukkan saham ini naik 150 poin dari penutupan sebelumnya.
Risiko koreksi masih membayangi
Meski tren harian terlihat menguat, investor tetap perlu mewaspadai aksi ambil untung. Tekanan jual dapat muncul jika harga kembali turun di bawah level pivot yang berada di Rp5.642.
Jika skenario itu terjadi, area Rp5.458 hingga Rp5.367 akan menjadi penahan yang perlu diperhatikan. Zona ini berfungsi sebagai batas penting saat BBCA kehilangan tenaga setelah bergerak di atas pivot.
Di pasar, BBCA juga masih diperdagangkan di kisaran Rp5.700-an dan berada di bawah harga wajarnya yang disebut sekitar Rp10.000 per lembar saham. Kondisi ini membuat pergerakan BBCA tetap menarik dipantau, terutama apakah saham tersebut mampu menembus area Rp5.917 atau kembali tertahan sebelum menyentuh level Rp6.000.
Source: www.suara.com






