BCA Pertahankan Gelar Bank Terbaik Dunia Forbes, Kepercayaan Nasabah Jadi Kunci Utama

Author: Redaksi Android62

BCA masih mempertahankan daya tariknya di tengah persaingan perbankan global yang semakin ketat. Bank swasta nasional itu kembali masuk daftar World’s Best Bank 2026 versi Forbes, sebuah pengakuan yang menonjolkan bukan hanya skala bisnis, tetapi juga kepercayaan nasabah dan kualitas layanan yang konsisten.

Forbes bersama Statista menyusun daftar tersebut melalui survei terhadap 54.000 responden di 34 negara. Penilaian dilakukan pada lima aspek, yakni tingkat kepercayaan terhadap bank, syarat dan ketentuan layanan, layanan pelanggan, layanan digital, serta kualitas perencanaan keuangan bagi nasabah.

Posisi BCA menjadi sorotan karena perseroan berhasil mempertahankan predikat World’s Best Bank dari tahun sebelumnya. Forbes mencatat hanya 311 bank di dunia yang mampu menjaga status itu, dan BCA termasuk di antaranya.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan nasabah dan konsistensi perusahaan menjaga mutu layanan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada insan BCA yang dinilai ikut mempertahankan standar layanan perusahaan.

“Penghargaan ini kami dedikasikan kepada para nasabah setia yang sudah menemani perjalanan BCA serta memercayakan BCA sebagai layanan perbankan,” ujar Hendra dalam keterangan resmi.

Di luar pengakuan global itu, kinerja bisnis BCA juga tetap solid. Hingga Maret 2026, total kredit perseroan mencapai Rp994 triliun, tumbuh 5,6% secara tahunan, sementara laba BCA dan entitas anak mencapai Rp14,7 triliun.

Penguatan juga terlihat dari sisi pendanaan. Dana giro dan tabungan atau CASA tercatat Rp1.089 triliun, naik 11,2% secara tahunan, dengan porsi sekitar 85,2% dari total dana pihak ketiga perseroan.

Pembiayaan produktif dan segmen usaha

Pada sisi penyaluran pembiayaan, kredit produktif BCA mencapai Rp760,2 triliun atau tumbuh 7,8% secara tahunan. Segmen usaha kecil dan menengah juga ikut mendorong pertumbuhan dengan kredit UMKM yang naik 12% secara tahunan menjadi Rp146 triliun.

Pembiayaan berkelanjutan menjadi bagian lain yang ikut menguat. BCA membukukan sektor berkelanjutan sebesar Rp258,4 triliun, tumbuh 10% secara tahunan dan setara 26% dari total portofolio pembiayaan perusahaan.

Di dalam kategori itu, green financing tercatat mencapai Rp113 triliun setelah tumbuh 7,7% secara tahunan. Pembiayaan sektor energi baru dan terbarukan menjadi salah satu pendorongnya karena naik 53,5% secara tahunan.

Skala layanan yang menopang pengalaman nasabah

BCA melayani 44 juta rekening nasabah hingga akhir Maret 2026. Aktivitas transaksinya juga sangat besar, dengan lebih dari 122 juta transaksi diproses setiap hari.

Jaringan layanan perusahaan didukung 1.270 kantor cabang, 20.336 ATM, layanan internet dan mobile banking, serta contact center Halo BCA yang beroperasi 24 jam. Kombinasi layanan fisik dan digital ini memperkuat pengalaman nasabah di tengah perubahan perilaku transaksi yang makin bergeser ke kanal digital.

Sebagai bank swasta besar di Indonesia, BCA berfokus pada bisnis perbankan transaksi serta penyediaan fasilitas kredit dan solusi keuangan untuk korporasi, komersial, UKM, hingga konsumer. Operasionalnya juga ditopang sejumlah entitas anak di bidang pembiayaan kendaraan, perbankan syariah, sekuritas, asuransi umum dan jiwa, perbankan digital, serta modal ventura, dengan lebih dari 27.600 karyawan hingga Maret 2026.

Masuknya BCA ke daftar World’s Best Bank 2026 memperlihatkan bahwa pengakuan internasional terhadap bank nasional tidak hanya bertumpu pada aset dan laba. Kepercayaan nasabah, kualitas layanan, dan kekuatan digital tetap menjadi faktor yang menempatkan BCA di posisi menonjol dalam daftar tersebut.

Source: mediaindonesia.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru