Kulit Masih Terasa Kering Meski Pakai Pelembap, Bisa Jadi Produk yang Dipilih Keliru

Author: Redaksi Android62

Kulit yang tetap terasa kering setelah memakai produk perawatan tidak selalu berarti produknya tidak bekerja. Kondisi itu dapat terjadi ketika kulit membutuhkan tambahan air, tetapi yang digunakan hanya produk untuk menahan kelembapan yang sudah ada.

Perbedaan antara moisturizer dan pelembap perlu diperhatikan karena keduanya memiliki fokus formula yang tidak sepenuhnya sama. Keduanya memang mendukung kondisi skin barrier, tetapi bekerja melalui jenis kandungan dan tekstur yang berbeda.

Hidrasi dan Kelembapan Memiliki Peran Berbeda

Moisturizer umumnya digunakan untuk meningkatkan kadar air pada lapisan kulit sekaligus mempertahankan hidrasi. Produk ini banyak mengandalkan humektan, yakni bahan yang menarik air ke kulit.

Pelembap, di sisi lain, berperan menjaga kelembapan alami agar tidak cepat menguap. Formula ini dapat membentuk lapisan pelindung pada permukaan kulit dan membantu menjaga skin barrier.

Aspek Moisturizer Pelembap
Tekstur Cenderung lebih kental Cenderung lebih ringan dan mudah diserap
Fokus utama Menambah kadar air dan hidrasi kulit Mengunci kelembapan alami kulit
Kandungan umum Humektan Emolien dan oklusif

Dokter estetika dan pendidik perawatan kulit dr. Ariesonna Lestari menjelaskan perbedaan tersebut melalui video edukasi di TikTok. Ia menyatakan, “Jadi sebenarnya pelembap dan moisturizer adalah dua hal yang berbeda.”

Menurut penjelasannya yang dikutip Suara.com, pelembap biasanya bertekstur lebih ringan. Sementara itu, moisturizer cenderung memiliki tekstur lebih kental.

Periksa Kandungan, Bukan Hanya Nama Produk

Humektan yang kerap ditemukan dalam moisturizer antara lain glycerin, hyaluronic acid, aloe vera, madu, urea, dan PCA. Kelompok bahan tersebut membantu menarik air ke kulit untuk mendukung kebutuhan hidrasi.

Pelembap dapat mengandung emolien dan oklusif, seperti ceramide, lipid, minyak alami, serta butter. Bahan-bahan ini membantu menghaluskan permukaan kulit dan mempertahankan kelembapan yang telah ada.

Sejumlah pelembap juga dapat diperkaya bahan aktif sesuai masalah kulit yang ingin ditangani. Dr. Ariesonna menyebut niacinamide, vitamin C, dan retinol sebagai bahan yang dapat ditemukan pada beberapa produk.

Karena itu, nama kategori pada kemasan tidak selalu cukup untuk menentukan pilihan. Konsumen perlu melihat tekstur, manfaat utama, serta daftar kandungan yang digunakan dalam formula produk.

Bisa Digunakan Secara Berurutan

Perbedaan fungsi bukan berarti moisturizer dan pelembap tidak dapat dipakai dalam satu rutinitas. Keduanya dapat saling melengkapi saat kulit membutuhkan hidrasi sekaligus perlindungan dari penguapan air.

Pada kulit yang mengalami dehidrasi, moisturizer dapat digunakan lebih dulu untuk membantu meningkatkan kadar air. Pelembap kemudian dapat diaplikasikan untuk membantu mengunci kelembapan tersebut.

Dr. Ariesonna menyebut moisturizer cenderung dapat dipakai kapan saja. Untuk pelembap, ia menjelaskan penggunaan umumnya dianjurkan pada pagi dan malam hari.

Pemilihan produk akhirnya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit yang sedang dihadapi. Kulit dehidrasi memerlukan perhatian pada asupan air, sedangkan kulit yang mudah kehilangan kelembapan membutuhkan bantuan lapisan pelindung.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru