BEI tengah menyiapkan perubahan besar pada aturan Papan Pemantauan Khusus dengan mekanisme Full Call Auction atau FCA. Langkah ini mencakup penghapusan tiga kriteria utama yang selama ini dipakai untuk menempatkan saham ke papan tersebut.
Perubahan itu menjadi perhatian karena berpotensi mengubah cara bursa menyaring saham, mengatur batas transaksi, dan mengelola perdagangan saham tertentu. Di saat yang sama, BEI juga disebut sedang menyesuaikan aturan auto rejection serta memperpanjang masa larangan pembatalan pesanan di sistem FCA.
Tiga kriteria yang akan dihapus
Berdasarkan pengumuman resmi yang disampaikan Stockbit Sekuritas dalam catatan risetnya, tiga kriteria yang akan dihapus adalah nomor 6, 7, dan 10. Kriteria nomor 6 berkaitan dengan porsi saham publik atau free float.
Kriteria nomor 7 menyangkut rendahnya likuiditas perdagangan saham. Sementara itu, kriteria nomor 10 berhubungan dengan saham yang disuspensi lebih dari satu hari akibat aktivitas transaksi yang tidak wajar.
| Kriteria | Isi Singkat | Status |
|---|---|---|
| 6 | Porsi saham publik atau free float | Akan dihapus |
| 7 | Likuiditas perdagangan yang rendah | Akan dihapus |
| 10 | Suspensi lebih dari satu hari karena aktivitas transaksi tidak wajar | Akan dihapus |
Selain tiga poin itu, BEI juga disebut akan menyesuaikan kriteria nomor 11 yang berkaitan dengan kondisi lain yang ditetapkan bursa. Namun, bentuk penyesuaian tersebut belum dijelaskan lebih lanjut.
Perubahan di mekanisme FCA
Selain mengubah syarat masuk papan, BEI juga berencana menyesuaikan mekanisme batas penolakan otomatis atau auto rejection. Aturan itu akan berjalan beriringan dengan penambahan periode larangan pembatalan pesanan atau non-cancellation dalam perdagangan saham di papan pemantauan khusus.
Dalam aturan FCA yang berlaku saat ini, saham dengan rentang harga Rp1 sampai Rp10 memiliki batas perubahan harga maksimal Rp1. Untuk saham dengan rentang harga di atas Rp10 hingga Rp200, batas kenaikan maupun penurunan harga dipatok sebesar 35%.
FCA berbeda dari perdagangan reguler karena transaksi tidak dilakukan melalui continuous auction. Sistem ini mengumpulkan seluruh order jual dan beli dalam periode tertentu, lalu mencocokkannya untuk menemukan harga keseimbangan pada jam-jam yang telah dijadwalkan.
Dampak yang perlu dicermati pelaku pasar
Perubahan aturan FCA berpotensi memengaruhi saham-saham yang selama ini berada dalam pantauan khusus, terutama emiten yang masuk karena free float, likuiditas rendah, atau suspensi perdagangan. Dengan penghapusan tiga kriteria tersebut, cara BEI menilai saham di papan ini tampak akan bergeser ke parameter yang lebih selektif atau disesuaikan dengan kondisi pasar terkini.
Aturan keluar dari papan FCA juga masih menjadi perhatian. Saat ini, emiten minimal harus berada di papan FCA selama 7 hari bursa sebelum bisa ditinjau kembali untuk masuk ke papan perdagangan normal.
Status aturan masih dalam perumusan
Meski wacana perubahan sudah muncul, BEI belum menetapkan kapan aturan baru itu mulai berlaku. Stockbit Sekuritas menyebut perubahan tersebut masih berada pada tahap rule making rule, yaitu proses penyusunan draf regulasi sebelum implementasi resmi.
Karena itu, pelaku pasar masih perlu mencermati perkembangan berikutnya. Rincian akhir aturan masih dapat berubah sebelum BEI benar-benar menerapkan revisi pada kriteria saham dan mekanisme perdagangan di Papan Pemantauan Khusus.
Source: www.suara.com






