PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN mempertegas pengawasan keselamatan operasional di seluruh lini bisnisnya untuk menjaga keandalan infrastruktur gas bumi nasional. Langkah itu menjadi penting karena perusahaan mengelola jaringan infrastruktur gas bumi terbesar di Indonesia.
Hingga Mei 2026, PGN mencatat lebih dari 484 juta safe man hours. Dalam periode yang sama, perusahaan juga melaksanakan 48 management walkthrough dan 23 management on duty sebagai bagian dari penguatan kontrol lapangan.
HSSE diterapkan dari hulu hingga hilir
PGN menerapkan health, safety, security, and environment atau HSSE secara menyeluruh pada pengelolaan pasokan, transmisi, distribusi, LNG, CNG, hingga pengolahan gas bumi. Pendekatan ini ditujukan untuk melindungi pekerja, masyarakat, instalasi, dan lingkungan sekaligus menjaga kontinuitas pasokan energi.
Penguatan sistem keselamatan juga didorong melalui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Migas, CEO Safety Talk, peningkatan kompetensi pekerja, serta evaluasi berkala terhadap keandalan aset. Seluruh langkah itu diarahkan untuk membangun budaya keselamatan yang konsisten di lapangan.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Mirza Mahendra menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional. Ia menyampaikan bahwa implementasi HSSE bukan sekadar kewajiban kepatuhan, melainkan budaya kerja yang harus terus diperkuat agar infrastruktur gas bumi dapat beroperasi aman, andal, dan berkelanjutan.
Deretan capaian keselamatan dan lingkungan
Komitmen tersebut tercermin dari penghargaan yang diterima PGN. Perusahaan membukukan 15 Patra Nirbhaya dan 5 Patra Karya Raksa sebagai pengakuan atas kinerja keselamatan migas.
Selain itu, sejumlah entitas subholding gas juga meraih empat PROPER Emas dan lima PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Capaian itu menunjukkan pengelolaan lingkungan dan keselamatan yang dinilai berjalan optimal.
| Indikator | Capaian PGN | Keterangan |
|---|---|---|
| Safe man hours | Lebih dari 484 juta | Hingga Mei 2026 |
| Management walkthrough | 48 kali | Pengawasan manajemen di lapangan |
| Management on duty | 23 kali | Kehadiran manajemen dalam pengendalian operasi |
| Patra Nirbhaya | 15 | Pengakuan kinerja keselamatan migas |
| Patra Karya Raksa | 5 | Pengakuan kinerja keselamatan migas |
| PROPER Emas | 4 | Diraih entitas subholding gas |
| PROPER Hijau | 5 | Diraih entitas subholding gas |
Dalam skala bisnis yang luas, konsistensi penerapan HSSE menjadi fondasi agar layanan energi tetap tersedia bagi pelanggan di berbagai wilayah. PGN beroperasi di 18 provinsi dan melayani berbagai segmen pelanggan melalui jaringan pipa maupun beyond pipeline.
Sinergi dengan regulator untuk ketahanan energi
Penguatan HSSE PGN juga dibahas dalam Audiensi Umum bersama Pembina Sektor Keselamatan Hilir Migas di lingkungan Subholding Gas PGN. Dalam agenda itu hadir Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Ditjen Migas Kementerian ESDM, Joko Hadi Wibowo, yang bertindak sebagai pembina sektor keselamatan pada kegiatan usaha migas.
Joko menekankan bahwa keselamatan merupakan pilar utama untuk mewujudkan swasembada energi. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan regulasi dan implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas agar ketahanan serta kemandirian energi nasional dapat didukung dari sisi operasional.
Menurut Joko, implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas yang konsisten, penguatan budaya keselamatan, pencapaian zero unplanned shutdown, dan peningkatan keandalan instalasi perlu terus diperkuat. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan pasokan energi yang aman, andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Ia juga mengingatkan perlunya sinergi yang kuat antara regulator dan badan usaha. Kolaborasi tersebut dibutuhkan agar budaya keselamatan benar-benar melekat dalam setiap aktivitas operasional perusahaan migas.
Lewat audiensi itu, PGN dan Ditjen Migas memperkuat kerja sama dalam penerapan regulasi keselamatan migas. Ruang kolaborasinya mencakup penguatan budaya keselamatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengelolaan risiko, inspeksi keselamatan, hingga peningkatan keandalan instalasi.
PGN menyatakan siap memperkuat implementasi HSSE secara konsisten bersama regulator dan pemangku kepentingan lain. Perusahaan menargetkan operasional yang aman, andal, efisien, serta mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian.







