Pita terang dan gelap pada ekor Montsecosuchus memberi petunjuk mengejutkan tentang asal-usul corak buaya modern. Jejak yang diperkirakan membentuk belang itu bertahan pada fosil reptil purba berusia sekitar 125 juta tahun.
Pola tersebut mengingatkan pada belang yang masih terlihat pada anak buaya dan anak aligator masa kini. Temuan ini membuka kemungkinan bahwa karakter visual kelompok buaya memiliki sejarah evolusi yang sangat panjang.
Fosil itu juga menyimpan persoalan lain yang belum terjawab. Meski hidup di lingkungan yang hampir seluruhnya berupa perairan, Montsecosuchus tidak memiliki tonjolan memanjang di bagian atas ekor seperti buaya modern.
Struktur ekor tersebut lazim membantu buaya masa kini saat berenang. Ketiadaannya membuat para peneliti mempertanyakan cara reptil kecil ini bergerak dan beradaptasi di habitatnya.
Misteri Hewan Air Tanpa Struktur Ekor Modern
Óscar Castillo-Visa, salah satu penulis penelitian, menilai kondisi itu sebagai hal yang membingungkan. Ia mempertanyakan alasan buaya kecil penghuni lingkungan perairan tidak memiliki struktur yang semestinya membantu proses berenang.
Salah satu kemungkinan adalah Montsecosuchus belum sepenuhnya beradaptasi sebagai perenang dan lebih sering bergerak di daratan. Namun, dugaan tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan tangan dan kaki berjari panjang yang lazim dikaitkan dengan penghuni lingkungan perairan.
Spesimen Montsecosuchus ditemukan di timur laut Spanyol dan diperkirakan berukuran kurang dari satu meter. Fosilnya berasal dari Formasi La Pedrera de Meià dan telah dideskripsikan sejak 1915.
Pemeriksaan baru kemudian mengungkap informasi yang sebelumnya tersembunyi pada jaringan lunak. Menurut mediaindonesia.com yang mengutip IFLScience, peneliti memakai sinar ultraviolet untuk melihat sisa kulit, susunan sisik, dan struktur tulang rawan.
Jaringan Lunak Membuka Detail yang Langka
Pelestarian kulit dan sisik selama ratusan juta tahun merupakan kondisi yang sangat jarang dalam catatan fosil. Karena itu, spesimen ini memungkinkan ilmuwan menelaah kemungkinan tampilan hewan saat hidup, bukan hanya bentuk rangkanya.
| Bagian tubuh | Temuan | Arti yang diduga |
|---|---|---|
| Lengan | Sisik lebih kecil | Menunjukkan variasi sisik antarbagi tubuh |
| Leher dan lengan | Struktur diduga organ sensorik | Petunjuk persebaran sensorik tahap awal |
| Ekor | Tanpa tonjolan memanjang atas | Menjadi pertanyaan tentang kemampuan berenang |
Sisik pada lengan tampak berukuran lebih kecil daripada sisik pada kaki. Perbedaan itu memperlihatkan bahwa penutup tubuh Montsecosuchus tidak tersusun seragam.
Struktur yang diduga sebagai organ sensorik hanya ditemukan di leher dan lengan. Pada buaya modern, organ serupa dapat mendeteksi sentuhan, tekanan air, serta perubahan suhu dan tersebar hampir di seluruh tubuh.
Keterbatasan persebaran struktur itu memunculkan dugaan bahwa organ sensorik leluhur buaya mula-mula berkembang di area tertentu. Dalam evolusi berikutnya, organ tersebut diduga menyebar lebih luas pada permukaan tubuh kelompok buaya modern.
Castillo-Visa menilai pola garis pada ekor mungkin bukan ciri yang hanya dimiliki Montsecosuchus. Meski masih membutuhkan pembuktian lanjutan, fosil ini memperluas pemahaman tentang pembentukan kulit, sisik, sensorik, dan corak pada evolusi buaya.







